Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Galuh Pramudita
Galih Wirayuda, 17 tahun, anak penjaga warnet di kabupaten kecil, belajar catur dari papan rusak dan koran bekas. Ia tak mampu membeli langganan engine analisis, database jutaan partai, atau pelatih bergelar yang dimiliki pemain-pemain akademi ibu kota. Maka ia membangun gayanya sendiri: pembukaan-pembukaan "tidak benar" secara teori—garis yang dinilai mesin sedikit lebih buruk, tapi penuh jebakan praktis yang membuat lawan manusia berpikir lama, gugup, dan kehabisan jam catur. Ia menang bukan dengan kebenaran, tapi dengan kekacauan yang diperhitungkan. Saat ia naik dari open kabupaten ke kejurnas dan jalur menuju gelar (MN, lalu IM, lalu ambang GM), senjatanya makin sering dipatahkan: lawan-lawan elite hafal jebakannya, datang dengan persiapan engine, dan menghukum setiap garis "tidak benar" tanpa ampun. Galih dipaksa menghadapi paradoks getir—untuk menumbangkan puncak, ia harus belajar memainkan kebenaran membosankan yang selama ini ia hindari karena tak mampu membelinya, tanpa kehilangan naluri liar yang membuatnya istimewa. Di antaranya: himpitan ekonomi (catur tak memberi gaji, hadiah turnamen jadi nasi keluarga), seorang mentor tua mantan juara daerah yang menyimpan luka kekalahan turnamen yang dicurangi, dan dilema etis ketika ia ditawari jalan pintas—sponsor yang menuntut ia bermain "demi tontonan" dan rumor pengaturan hasil di babak yang menentukan kuota beasiswa.
Karena kamu suka Sports · Drama, mungkin kamu suka ini juga:
Aksara
CEO & Bos · Drama