Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Yani nuraini
Amazing gracehow sweet the soundThat saved a wretch like meI once was lost, but now I'm foundWas blind, but now I see'Twas grace that taught my heart to fearAnd grace my fears relievedHow precious did that grace appearThe hour I first believed................Malam ini adalah malam yang berbahagiadi sebuah gereja sedang merayakan hari Natal dengan alunan suara biarawati yang sedang menyanyikan lagu rohaniseorang wanita berpakaian stelan blazer coklat dengan rambut hitam lurus sebahu itu, menjadi pusat perhatian seorang pria di di belakangnya"Tuhan aku percaya bahwa ayah masih hidup... hiks...""aku akan berusaha untuk menemukan ayah" sambung bicara wanita ber stelan jas coklat ituwanita itu pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah luar, pria itupun segera beranjak dari sana untuk melihat wanita itu dari kejauhan'tunggu sebentar lagi Nara, aku pasti membawa ayah mu kembali ke hidupmu' batin pria ituDeon MahardikaAdalah seorang pria cerdas dan tergolong jenius, di usia 28 tahun ia sukses menjadi seorang pengacara muda. berhasil memenangkan persidangan berkali-kali, dan hebatnya belum pernah terkalahkan menangani kasus nya di kota JakartaDeon berencana untuk pindah ke Medan untuk mendirikan firma hukum sendiri, kota dimana Deon lahir dan kota kematian ibunya adalah awal dari rasa sakit yang Deon rasakan sampai saat ini.Nara Renataadalah gadis berusia 27 tahun mengambil jurusan kepolisian, dan berhasil menjadi seorang detektif wanita yang handal, Nara dan sang nenek hidup tidak kaya, tetapi berkecukupan. selain berparas cantik Nara juga menguasai beberapa ilmu bela diri. Nara berasal dari kota Medan hingga saat ini ia masih di kota kelahirannya.ibunya Nara meninggal saat melahirkannya, dan sejak sang ayah menghilang entah kemana Nara yang saat itu berusia 6 tahun pun tinggal bersama neneknya hingga besar, dan neneknya lah yang menjadi semangat nya untuk menemukan sang ayah.Pagi ini Nara sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya dan sang nenek, wanita yang begitu mandiri cerdas dan penyayang."nenek Nara memasak makanan kesukaan nenek loh" sapa Nara dan mempersilahkan neneknya duduk"wah Cucu nenek memang terbaik " puji nenek dengan mengacungkan jempol nya"masakan terbaik ala Nara yuhuu.... ayo nek" seru Naracukup 15 menit Nara sarapan dan kini sedang mencuci dan merapikan piring piring nyadreett..... drettt..... (ponselnya berdering)"ya pak ada apa?"'segera ke TKP pembunuhan di jl xxx Ilham dan Wily beserta beberapa polisi sudah disana' ucap pak senzo melalui telepon nya, pak senzo seorang inspektur kepolisian di Medan"baik pak saya segera ke sana " mengelap tangan nya yang basah karna habis mencuci piring tadi dan memakai jas blazer nya menghampiri sang nenek yang sedang duduk di ruang tv"nek, Nara berangkat dulu ya nek" Nara pamit dan tersenyum pada neneknya"hati-hati ya cucu ku yang paling cantik" mengecup kening Nara"dah nenek, nanti malam ku bawakan kue kesukaan nenek ya" teriak Nara sambil berjalan ke arah mobil nyamobil Nara membelah jalanan yang mulai padat, hanya butuh waktu 30mnt untuk menuju ke TKP yang di maksud itu . Nara turun dari mobilnya dan masuk ke area garis polisi untuk memeriksa korban"jam berapa jasad korban di temukan?" tanya Nara pada salah satu rekan kerja nya"kurang lebih sih jam 6:17 wib, jasad korban di temukan oleh salah satu warga sekitar yang hendak ke kebun" jelas Ilham dan menunjuk seorang wanita tua berpakaian khas orang mau ke kebun, dengan tubuh yang masih gemetar karna syok"ya aku mengerti, tapi kenapa pak David Marley? bukannya dia tinggal di Jakarta?" Nara sangat penasaran dengan kasus yang satu ini"inilah yang harus kita selidiki, ini seperti pembunuhan berantai" sahut Willy"apa?" masih mencerna ucapan rekan setimnya itu"dua Minggu lalu Jeremy raider direktur utama perusahaan xxx juga tewas secara misterius, terdapat tembakan di kepala dan sayatan di bagian kaki kirinya, dan coba deh Lo liat" mengarah kan pada bagian kaki kirinya sama Persis seperti di foto jasad Jeremy yang mengenaskan itu"lihatlah jarak dan ukuran luka nya sama, bukankah ini mencurigakan? sedangkan kedua korban ini dulu adalah rekan pendiri panti asuhan di kota k ?" tanya Nara pada kedua rekannya nya itu"ya Lo bener banget, gmna kalo kita selidiki lebih lanjut kasus ini" Ilham mengeluarkan pendapat nya"ya setuju" ucap Nara dan Willy bersamaan" .setelah selesai mengevakuasi TKP korban penembakan itu di bawa ke badan forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut(di ruang pemeriksaan jasad)"Gimana?" tanya Nara pada dokter forensik"sepertinya beliau meninggal dalam keadaan ketakutan, dan sayatan di kaki kirinya seperti nya beliau juga berusaha menyelamatkan diri, dan dorr... di tembak tepat kepalanya" jelas dokter itu"mengerikan.... kira-kira apa motif penembakan ini?" tanya Nara"feeling gw sih balas dendam" jawab dokter itu sambil menutup kembali tubuh jasad itu dan memasukan kembali ke laci mayatic_default
Karena kamu suka Mafia & Gangster, mungkin kamu suka ini juga:

Donquixote Davidming
Drama · Mafia & Gangster