Faiz mendengus kesal. Dia berjam-jam berdiam diri di pojok ruangan, duduk selonjoran dengan buku tebal di pangkuan pahanya. Matanya menatap ke arah dua sahabatnya yang masih asik mengobrol soal latih melatih si crosser cilik sheva.
"Woyy, masih lama. Ini bulan penuh berkah, masa di habisin ngerumpi sih." Faiz menutup bukunya dengan kencang.
"Siapa yang ngerumpi?" Ali yang menjawab.
"Ya, lo berdua. Daripada ngerumpi, gimana kalau kita cari bukaan. Bentar lagi maghrib kan."
Rayyan dan Ali langsung menatap jam tangan masing-masing. Jam menunjukan pukul setengah lima, satu jam setengah lagi adzan maghrib berkumandang.
"Ray, kita cari bukaan, yuk. Kali ini aja, lo yang traktir di restoran kek. Ajak aja sekalian para karyawan lo tuh. Bulan ramadhankan penuh berkah."
"Mubazir" jawab Rayya