Teriakan Nadine mengalihkan perdebatan ketiga orang itu. Dimas pertama kali yang datang ke arah kamar mandi. Dia bisa melihat darah keluar dari mulut putra manisnya yang nampak terpejam meski dengan kernyitan kecil di keningnya. Baru beberapa hari kemarin putranya terbentur, Dimas yakin, putranya muntah darah akibat dari terbenturnya kemarin.
Dimas ingat, jika ini bukan pertama kalinya bagi Rayyan muntah darah. Terlebih dia memiliki riwayat pembekuan darah di otaknya akibat kecelakaan tragis yang menelan korban, adik iparnya. Sungguh, Dimas khawatir jika putranya kembali mengalami pembekuan darah akibat terbentur tangga kemarin.
Dengan sigap Dimas menggotong tubuh Rayyan di bantu om Marcel dan om Yudith. Ketiganya membaringkan Rayyan di sofa terdekat. Eyang yang selaku dokter pun langsun