Tiga hari Rayyan masih mendiamkan Athar, tak hanya Athar. Rayyan pun kesal dengan adiknya, Athalla. Sejak kejadian itu Rayyan tak berbicara dengan kedua saudaranya. Rayyan memilih pergi pagi-pagi dan pulang malam. Merelakan absen jadwal buka puasa bersama dengan keluarganya.
Kali ini, Rayyan berniat berangkat pagi, tak peduli jika seluruh penghuni rumah masih tidur setelah sahur dan shalat subuh tadi. Dengan mengenakan hodie merah dan celana andalannya kini Rayyan sudah siap berangkat.
"Mau kemana?" Suara Athar, si abang bulenya tengah menelisik apa yang di lakukan adik manisnya itu.
"Ehh, kalau di tanya itu di jawab dong. Masih marah?" Athar berniat duduk di samping adiknya yang sedang mengikat tali sepatu.
"Yeee, ga sopan banget. Gue lagi ngomong, maen nyolonong aja." Athar hanya bis