----------
Sekarang Alexa mengerti bangsawan itu menyukai Philip.
"Philip, kau masih ingat denganku?" Tanya bangsawan itu.
"Tentu, kau adalah Putri Kerajaan German bagaimana aku tak mengingat itu," ucap Philip sopan.
"Bukan itu maksudku, kau benar-benar tak mengingatku? Kau tak mengingat kebersamaan kita dulu?" Tanya bangsawan itu membuat Alexa kaget.
"Tentu aku ingat Victoria," ucap Philip.
Entah mengapa jawaban itu membuat Alexa merasa seperti hatinya di tusuk sebuah jarum yang sangat tajam.
----------
"Lalu bukankah dulu kita sudah saling berjanji bahwa kita akan menikah?" Tanya Victoria.
Sontak perkataan Victoria membuat Alexa tersedak makanan yang sedang ia makan. Sedangkan Philip dapat membaca reaksi Alexa dan segera menyodorkan segelas air putih untuk Alexa.
Alexa bisa mengakui bahwa Victoria benar-benar sempurna sebagai putri bangsawan dan berbeda sekali dengannya. Victoria dengan anggunnya memakan hidangan di hadapannya. Sedangkan Alexa memakan hidangannya dengan asal dan tak tau tata caranya. Victoria sangat cantik bahkan bisa membuat siapapun yang melihatnya pasti tertarik padanya.
"Ya memang dulu rencana nya begitu," ucap Philip.
Dan lagi-lagi perkataan Philip membuat jantung Alexa serasa ditusuk sebuah benda tajam.
"Lalu mengapa aku malah mendengar kau akan menikah dengan putri miskin seperti dia?" Tanya Victoria.
Alexa kaget mendengarnya. Ia benar-benar terkejut akan apa yang Victoria ucapkan. Dibalik kesempurnaan itu ternyata ia adalah orang yang benar-benar jahat bagi Alexa.
"Karena memang aku menginginkannya," ucap Philip santai.
"Philip aku masih mencintaimu dan setidaknya jika kau akan menikah jangan kau turunkan standarmu, bukankah kau menyukai putri bangsawan kaya?" Tanya Victoria.
Alexa bingung apa maksud dari menurunkan standarnya. Apakah sebegitu tak layaknya ia menjadi istri dari Raja Swedia? Alexa ingin menangis saat itu juga.
"Aku tak menurunkan standarku," ucap Philip.
Alexa merasa dirinya benar-benar direndahkan di situ. Ia ingin pergi dari tempat terkutuk itu sekarang juga.
"Lalu? Apakah kau adalah w*************a yang memiliki kemampuan untuk menggoda lelaki yang kau incar? Bahkan duta besar dari negeri ku saja tergoda oleh mu, aku tak habis pikir denganmu," ucap Victoria sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya dengan sangat amat anggun.
Baiklah, kali ini dia sudah benar-benar keterlaluan. Alexa benar-benar tak terima dengan hinaan itu. Entah berapa kali Alexa dihina di negeri ini ia berusaha kuat dan tak melawannya. Bahkan Alexa sudah bertekad untuk tak menyerah sebelum ia benar-benar dihormati di negeri ini.
Tapi perkataan yang keluar dari mulut Victoria entah mengapa benar-benar membuat Alexa sakit hati. Alexa pun menghentikan makannya dan langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Sebelumnya saya minta maaf karena saya harus membetulkan perkataan anda yang mulia, saya tau saya bukan siapa-siapa di sini dan hanya putri miskin yang akan menikah dengan Raja di negeri ini tapi saya juga tidak pantas untuk dihina yang mulia, dan lagi saya bukan w*************a dan saya harap anda dapat menjaga perkataan anda, saya minta maaf jika kehadiran saya membuat anda teganggu di jamuan ini saya akan pergi," ucap Alexa.
Alexa langsung berjalan menjauhi meja makan kerajaan terkutuk itu. Sedangkan Philip kaget melihat reaksi Alexa. Namun, Philip tak bisa meninggalkan jamuan itu.
Philip hanya menghela nafas kasar dan menatap kepergian Alexa.
Sedangkan Victoria hanya tak memedulikan ucapan Alexa seakan akan menganggap itu adalah angin lalu ia malah memutuskan untuk kembali memakan hidangan yang ada di hadapannya.
***
Jamuan makan malam pun selesai sedangkan Philip sedang mencari Alexa ke semua sudut istana.
"Kau sudah menemukannya?" Tanya Philip pada Niell.
"Belum yang mulia, sepertinya sesuatu yang buruk terjadi," ucap Niell.
Philip kembali menghela nafas dan berusaha mencari Alexa kembali.
Philip berjalan menyusuri koridor istana berusaha menemukan Alexa. Tetapi di tengah jalan ia malah bertemu dengan Victoria. Philip hanya melewati Victoria dan lanjut mencari Alexa.
"Philip," panggil Victoria dari arah belakang.
Philip menengok dan mengangkat satu alisnya.
"Aku akan menginap malam ini, apakah kau keberatan?" Tanya Victoria.
Philip hanya menggeleng. Saat Victoria ingin bicara lagi Philip sudah pergi meninggalkannya.
Philip berjalan menuju ruang latihan dansa. Itu adalah satu-satunya ruang yang Philip belum mencarinya.
Sesampainya di ruang dansa ternyata dugaannya benar Alexa berada di sana sedang duduk dan menunduk di lantai sudah tidak mengenakan gaun tadi.
"Alexa," panggil Philip.
Alexa hanya mendongak dan menghadapi Philip yang sudah berdiri di hadapannya.
"Ayo bangun," ucap Philip.
Alexa menggeleng dan memalingkan pandangannya dari Philip.
Philip menghela nafas dan ia ikut duduk di samping Alexa.
"Kau marah padaku?" Tanya Philip.
"Aku tidak ada hak untuk marah padamu," ucap Alexa.
"Tapi kau sepertinya terlihat marah," ucap Philip.
"Sudah ku bilang aku tak mempunyaI hak untuk marah padamu," ucap Alexa.
"Maafkan jika Victoria membuatmu seperti ini," ucap Philip.
"Kau tak perlu meminta maaf untuknya," ucap Alexa.
"Apakah kau ingin ku ceritakan?" Tanya Philip.
Alexa menggeleng.
"Aku yakin kau ingin mendengarnya," ucap Philip.
"Jika kau memaksa," ucap Alexa.
"Aku dan Victoria selalu bersama sejak kecil, ia selalu menemaniku di istana besar yang sepi ini," ucap Philip.
Alexa mengangguk.
"Namun, semenjak aku menjadi raja ia kembali ke negeri nya dan meninggalkanku di sini, bahkan sebelumnya kita sudah berencana untuk menikah jika dewasa nanti, " ucap Philip.
Bagian itu lagi-lagi membuat hati Alexa sakit.
"Hingga suatu saat aku bertemu dengan gadis kecil yang cantik dan tanpa sengaja aku menolongnya, itu membuat aku terobsesi padanya," ucap Philip.
"Namun, lagi-lagi dia pergi meninggalkanku," ucap Philip.
Entah mengapa Alexa merasa bahwa gadis kecil yang sedang di ceritakan oleh Philip adalah dirinya.
"Apakah kau akan seperti gadis kecil itu juga? Pergi meninggalkanku?" Tanya Philip.
"Aku akan berusaha terus di sampingmu," ucap Alexa sembari tersenyum lembut kepada Philip.
***