----------
"Namun, semenjak aku menjadi raja ia kembali ke negeri nya dan meninggalkanku di sini, bahkan sebelumnya kita sudah berencana untuk menikah jika dewasa nanti, " ucap Philip.
Bagian itu lagi-lagi membuat hati Alexa sakit.
"Hingga suatu saat aku bertemu dengan gadis kecil yang cantik dan tanpa sengaja aku menolongnya, itu membuat aku terobsesi padanya," ucap Philip.
"Namun, lagi-lagi dia pergi meninggalkanku," ucap Philip.
Entah mengapa Alexa merasa bahwa gadis kecil yang sedang di ceritakan oleh Philip adalah dirinya.
"Apakah kau akan seperti gadis kecil itu juga? Pergi meninggalkanku?" Tanya Philip.
"Aku akan berusaha terus di sampingmu," ucap Alexa sembari tersenyum lembut kepada Philip.
----------
Entah mengapa Philip mendengar itu hatinya menjadi merasa sedikit lega dan tenang sekarang.
"Benarkah?" Tanya Philip.
"Tentu," ucap Alexa.
"Aku percaya padamu Alexa," ucap Philip sembari balas tersenyum lembut pada Alexa.
"Aku heran ada putri yang sekuat kau padahal kau selalu dihina di negeri ini, bahkan jika aku menjadi kau pun aku sudah tidak tahan dan pergi," ucap Philip.
"Karena aku sudah membuat tekad untuk tak menyerah begitu saja pada negeri ini," ucap Alexa.
"Kau adalah putri terhebat yang pernah ada," ucap Philip.
"Lagi pula aku melakukannya karena seseorang," ucap Alexa.
"Benarkah? Pasti seseorang itu sangat bahagia sekarang jika mendengarnya," ucap Philip.
Alexa tersenyum.
Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan Niell berdiri di depan pintu.
"Yang mulia, sudah waktunya istirahat," ucap Niell.
Philip mengangguk dan menggandeng Alexa untuk bangkit.
Alexa mengikuti Philip yang ternyata membawanya menuju kamarnya.
"Philip, lebih baik kau istirahat," ucap Alexa yang sudah berada di atas kasurnya.
"Aku memang akan beristirahat," ucap Philip.
"Lalu mengapa kau masih ada di situ?" Tanya Alexa.
Lalu Philip menidurkan tubuhnya di samping Alexa.
"Aku akan beristirahat di sini," ucap Philip.
"Bukankah kau sudah punya kamar sendiri?" Ucap Alexa.
"Kau memerintahku?" Ucap Philip.
Alexa kesal.
"Tidak," ucap Alexa kesal.
Sedangkan Philip hanya tertawa kecil karena ia ternyata membuat Alexa kesal.
***
Ke esokan harinya Alexa sedang berada di ruang latihan dansa. Alexa seperti biasa berlatih dansa bersama Niell. Namun, kali ini Philip ikut menonton Alexa berlatih dansa.
"Philip," ucap Victoria yang entah sejak kapan sudah berada di tempat itu.
Alexa tetap melanjutkan latihannya dan tak memedulikan kehadiran Victoria.
Philip menengok dan mendapati sosok Victoria di belakangnya. Victoria mengubah posisi nya menjadi duduk di samping Philip.
"Ada apa?" Tanya Philip.
Victoria memandang ke depan ke arah Alexa yang sedang berlatih.
"Apakah itu yang dikatakan dansa?" Ucap Victoria membuat Alexa menghentikan gerakannya.
"Apa maksudmu?" Tanya Alexa.
"Akan ku pertunjukan padamu bagaimana dansa yang sesungguhnya," ucap Victoria.
Alexa mengangkat alisnnya bingung.
"Philip mau kah kau berdansa denganku satu lagu saja," ucap Victoria.
Philip tak menolak dan hanya mengangguk.
Dan Alexa minggir untuk memberikan mereka ruangan untuk berdansa.
Alexa melihat Philip dan Victoria berdansa seakan ia adalah seorang penonton. Mereka sangat cocok untuk bersanding dibanding Alexa. Dan lagi-lagi Alexa merasakan sakit menjalar dari hatinya.
Alexa memilih untuk pergi meninggalkan mereka. Alexa tak bisa berlama-lama melihat orang yang dicintainya berdansa dengan wanita lain.
Philip melihat Alexa yang berlalu sontak langung menghentikan dansanya dan hendak mengejar Alexa. Namun, tiba-tiba tangannya dicekal oleh Victoria membuat Philip mengangkat alisnya bingung.
"Sebetapa pentingnya dia untukmu? Mengapa kau sangat tertarik padanya?" Tanya Victoria.
"Kau akan mengetahuinya sendiri jika kau sudah berbicara padanya," ucap Philip.
"Mengapa kau tak memandangku sedikitpun?" Tanya Victoria.
"Sejak dulu aku hanya tertarik pada Alexa, dan aku tak pernah tertarik padamu," ucap Philip.
"Sejak kapan?" Tanya Victoria.
"Sejak kau pergi," ucap Philip sembari menghempaskan genggaman tangan Victoria dan langsung berlalu untuk mencari Alexa.
Philip mencari Alexa ke atas menara. Entah instingnya mengatakan Alexa berada di atas menara.
Benar saja Alexa sedang memandang langit malam Swedia.
Philip mendehem membuat Alexa terlonjak kaget.
"Apa yang kau lakukan di sini? Ayo masuk nanti kau masuk angin," ucap Philip sembari berjalan mendekati Alexa.
"Untuk apa memedulikanku," ucap Alexa.
"Jadi kau marah?" Tanya Philip.
"Marah? Marah karena apa?" Ucap Alexa.
"Karena aku berdansa dengan Victoria," ucap Philip.
"Kau bisa berdansa dengan wanita manapun yang kau mau Philip," ucap Alexa.
Philip hanya tertawa kecil melihat tingkah Alexa.
Alexa menatap Philip yang sedang memandang lurus kedepan.
"Setidaknya aku ingin terlihat layak bersama mu," ucap Alexa pelan sembari masih tetap memandang Philip.
Philip kaget mendengarnya dan ia langsung menatap Alexa lekat.
Philip menghela nafas pelan dan tatapannya melembut.
"Alexa, aku tak peduli orang mengatakan mu tak pantas bersamaku, kau tetap lah istriku," ucap Philip.
Entah mengapa perkataan Philip membuat Alexa sedikit senang.
Tanpa mereka sadari sudah ada Victoria diam-diam melihat Alexa dan Philip.
"Bagaimana jika kau meninggalkanku?" Tanya Alexa.
"Aku tidak akan meninggalkanmu," ucap Philip.
"Benarkah?" Tanya Alexa dengan mata berbinar.
"Aku serius Alexa," ucap Philip.
"Aku pikir kau hanya main-main," ucap Alexa.
"Hmm? Memangnya bagaimana caraku bermain-main denganmu Ratu Swedia?" Tanya Philip.
Alexa tertawa mendengarnya.
Sedangkan di sisi lain Victoria melihat mereka dengan mata yang berkaca-kaca. Bahkan Victoria baru melihat senyuman yang tulus dari wajah Philip setelah bertahun-tahun ia berteman dengan Philip.
Alexa tertawa renyah bersama Philip.
***