----------
Philip membawa Alexa memasuki istana. Ia membawa Alexa memasuki kamarnya.
"Kau pucat Alexa," ucap Philip.
"Pestanya akan ditunda besok," ucap Philip.
Alexa hanya tak bergeming. Sebuah penghinaan besar padanya tadi. Ia bukan p*****r Philip.
"Ganti bajumu nanti kau akan sakit," ucap Philip.
Alexa tetap diam.
"Baiklah jika kau tak mau mengganti baju sendiri, maka aku yang akan menggantikan baju untukmu," ucap Philip.
Sontak itu membuat Alexa merinding dan langsung bangkit untuk mengganti baju.
Philip yang melihat itu hanya tersenyum miring.
'Aku tak akan membiarkan mu pergi lagi Alexa' batin Philip dengan penuh tekad.
----------
Pada malam harinya Alexa tak tidur, tetapi ia sedang menatap bunga di meja samping tempat tidurnya. Ia benar-benar tak habis pikir pada bangsawan itu dan juga Philip. Penghinaan itu sudah kerterlaluan bagi Alexa.
'Sret'
Alexa mendengar suara gorden yang bergeser. Segera ia menengok dan ternyata Lily sedang menutup gorden kamarnya yang terbuka.
"Maaf yang mulia mengganggu waktu santai anda," ucap Lily.
Lalu Alexa mengedarkan pandangannya terdapat Jane dan Mina juga sedang membersihkan kamarnya.
"Tidak apa-apa," ucap Alexa.
Lalu Alexa bangkit dan mendekati berbagai bunga indah yang disimpan dalam satu vas bunga yang cantik.
"Apakah kalian yang meletakkan ini? Aku menyukai hal seperti ini," ucap Alexa dengan nada sedikit senang.
"Y..yang mulia sebenarnya," ucap Mina terhenti.
"Sebenarnya ?" Tanya Alexa bingung karena perkataan Mina tak dilanjutkan.
"Sebenarnya bunga itu yang mulia raja yang menaruhnya di situ," ucap Mina.
Alexa terkejut campur bingung.
"Yang mulia sebenarnya kami disuruh merahasiakan ini," ucap Jane.
"Bunga itu yang mulia raja sendiri yang memetiknya, Beliau bilang kalau bunga itu akan menjadi penawar anda agar tetap ingin tinggal di sini, Beliau khawatir dengan kejadian siang tadi," ucap Mina.
'Dia itu! seberapa bodohnya dia' batin Alexa.
Alexa bangkit dan melihat ruangan kerja Philip sudah gelap artinya dia sudah tidur.
Jane, Mina, dan Lily terkejut melihat reaksi Alexa.
Alexa langsung berjalan menuju kamar Philip.
Sesampainya di depan kamar, ia langsung masuk tanpa mengtuk pintu. Alexa melihat lampu tidur yang menyala sedangkan lampu utama kamar mati. Alexa berjalan dengan sangat hati-hati. Alexa melihat Philip tertidur dengan tubuh berbalut selimut.
Namun seketika pandangan Alexa tertuju pada sesuatu di balik selimut. Karena penasaran akhirnya Alexa membuka sedikit selimut itu. Alexa terkejut, Philip tidur tanpa mengenakan baju sehingga Alexa dapat melihat otot lengannya yang terlatih dan juga Alexa melihat dadanya yang bidang. Hal itu membuat Alexa tersipu malu.
"Kunjungan malam? Anda sungguh pemberani," ucap Niell yang tiba-tiba ada di belakang Alexa.
"Niell, a...aku hanya-" ucap Alexa terpotong.
"Saya tahu yang mulia," ucap Niell.
Alexa hanya menunduk menahan rona merah di pipinya.
"Yang mulia, anda tahu ini?" Ucap Niell sembari menyodorkan sebuah benda cair yang tebungkus botol kaca kecil.
"Obat penenang?" Tanya Alexa.
"Benar sekali yang mulia, obat ini yang mulia raja selalu meminum ini sebelum tidur karena pekerjaannya terlalu berat untuknya, tapi akhir-akhir ini Beliau tak meminum ini lagi, anda tahu alasannya apa?" Ucap Niell.
Alexa menggeleng pelan.
"Karena Beliau merasa tenang, Beliau merasa tenang anda berada di sini, Beliau memiliki seseorang untuk dilindungi hal itu membuat Beliau merasa nyaman," ucap Niell.
Alexa tercenung mendengarnya dan sekarang ia yang merasa bodoh.
"Aku lah yang bodoh, rasanya tak adil hanya dia yang melindungi ku, aku juga akan melindungi nya," ucap Alexa.
Niell tersenyum mendengarnya.
Alexa menatap wajah damai Philip yang sedang tertidur.
***
Ke esokan paginya Alexa sudah siap untuk pesta yang di siapkan oleh Philip.
Alexa sudah berada di depan pintu ballroom. Ia menghela nafas lalu sebelumnya lalu ia mulai membuka pintu ballroom itu dengan perlahan dan ia mejadi pusat perhatian.
Kemudian ia melihat ada seseoarng yang mendekatinya. Orang itu adalah Philip.
Philip tersenyum puas melihat penampilan Alexa. Alexa sangat cantik mengenakan gaun berwarna hitam dan ada sedikit berwarna merah sepasang dengan jas dan baju yang dikenakan Philip.
Ketika Philip sudah berada tepat di depan Alexa, ia tersenyum tulus dan berlutut lalu menawarkan diri untuk menggandengnya.
Alexa hanya tak bisa menetralkan degub jantungnya ketika Philip berlutut dan tersenyum padanya. Ia merasa seperti ada ribuan kupu-kupu bertebaran di perutnya. Kali ini Alexa merasakan benar-benar menjadi seorang ratu sungguhan.
Alexa menerima uluran tangan itu dan berjalan beriringan dengan Philip.
"Apakah kau gugup?" Tanya Philip.
"Hmm," ucap Alexa.
"Tenanglah, aku ada di sampingmu dan kau hanya ikuti perkataanku," ucap Philip.
Alexa hanya mengangguk paham.
Lalu mereka berjalan menuju bagian tengah ballroom itu.
Kemudia Philip menubah gandengannya menjadi mengandeng telapak tangan Alexa.
"Semuanya perkenalkan Putri Alexa, istriku," ucap Philip dengan lantang.
Sedangkan semua tamu di situ memberikan tatapan memuja kepada Alexa. Philip tersenyum lalu mengubah posisi seperti akan berdansa.
"Apakah kau yakin? Aku tak pandai berdansa," ucap Alexa.
"Hanya ikuti iramanya dan ikuti kata hatimu," ucap Philip.
Alexa menarik nafas dan musik pun mulai berbunyi, Alexa mulai melangkahkan kakinya. Philip dan Alexa berdansa namun, ia tak bisa fokus karena pandangannya tertuju pada Philip. Ia sangat tampan mengenakan pakaian itu. Alexa hanya memandang Philip.
"Bukankah ini menyenangkan?" Tanya Philip.
"Apakah aku sudah menginjak kaki mu?" Tanya Alexa khawatir.
"Gerakanmu sangat sempurna Alexa," ucap Philip sembari masih berdansa.
Alexa diam dan hanya memandangi Philip.
"Sebegitu indahnya aku?" Tanya Philip yang sudah tersadar saat Alexa memandanginya.
"Tidak, kau terlalu percaya diri Philip," ucap Alexa sembari menahan pipinya yang sudah memerah karena ia ketangkap basah tenga melihati Philip.
"Benarkah? Jadi aku bukan salah satu keindahan yang kau cari? Lalu mengapa kau menatapku seakan-akan kau sangat memuja ku?" Ucap Philip menggoda.
"Hentikan Philip," ucap Alexa.
Philip hanya tertawa kecil melihat Alexa menutupi rona merah di pipinya dengan menunduk.
Akhirnya satu lagu selesai dan semua orang di ballroom itu bertepuk tangan. Tiba-tiba ada seseorang mendekati Alexa dan Philip. Lalu orang itu berlutut di depan Alexa. Dan orang itu adalah Duta Besar James
"Yang mulia maafkan perkataan saya kemarin, saya baru melihat putri secantik anda," ucap Duta Besar James.
Alexa terkejut. Namun sedetik kemudian ia tersenyum.
"Tak usah dipikirkan," ucap Alexa sembari tersenyum membuat Duta Besar James sangat tersipu malu.
"Kalau begitu bolehkah aku mencium tanganmu?" Ucap Duta besar James.
Alexa tersenyum.
"Tentu saja," ucap Alexa.
Ketika ia akan memberikan tangannya kepada Duta Besar James, tangan Philip mencekal tangan Alexa. Philip menggenggam tangan Alexa erat.
"Apakah kau tertarik dengan putri miskin ku?" Ucap Philip dengan raut marah.
"Yang mulia mari saya tunjukan makanannya, pasti anda lapar," ucap Niell yang tau situasinya.
"Tapi aku belum mencium tangannya," ucap Duta besar James.
"Mari yang mulia," ucap Niell.
Dan Duta Besar James pun mengikuti keinginan Niell meninggalkan Alexa dan Philip di tengah ballroom tersebut.
"Jangan mudah dirayu Alexa," ucap Philip.
"Dia yang meminta," ucap Alexa santai.
"Jangan pernah mau disentuh siapapun kecuali aku Alexa," ucap Philip.
"Ini tidak adil Philip, kau boleh menyentuh wanita sebanyak yang kau mau, tapi kau tak memerbolehkan aku di sentuh pria lain, itu tak adil," ucap Alexa pelan.
"Alexa aku benar-benar tak menyukai kau disentuh pria lain," ucap Philip.
"Lalu kau? kau menyentuh ribuan wanita," ucap Alexa.
"Apa mau mu Alexa?" Tanya Philip.
Alexa kaget. Apa maksud dari perkataan Philip.
"Apa maksudmu Philip?" Tanya Alexa.
"Dulu memang aku begitu, tapi semenjak kau datang, aku tak tau apa yang ada di hati ku Alexa," ucap Philip.
"Apa mau mu agar kau tak pergi dari ku?" Ucap Philip.
Alexa benar-benar tak menyangka Philip begitu membutuhkannya.
"Mengapa kau tak menawarkan wanita lain saja Philip?" Tanya Alexa.
"Katakan apa yang kau mau Alexa, uang? Berlian? Emas? Asalkan kau tak meninggalkanku," ucap Philip.
"Kau salah, aku sama sekali tak membutuhkan uang ataupun berlian," ucap Alexa.
"Lalu?" Tanya Philip.
'Aku ingin kau mencintaiku' batin Alexa.
"Aku tak yakin kau akan memberikannya," ucap Alexa.
"Katakan," ucap Philip.
"Aku tak bisa mengatakannya sekarang," ucap Alexa.
"Apa yang sudah kau lakukan padaku Alexa?" Ucap Philip pelan.
***
Pesta pun selesai Philip kembali bekerja seperti biasanya. Ia hanya memikirkan Alexa. Sebegitu buruknnya ia dimata Alexa. Ia benar-benar tak bisa memaafakn dirinya sendiri.
"Yang mulia, ini ada surat dari kementrian agama," ucap Niell.
Philip membuka surat itu dan ia langsung meremas kertas itu.
"Panggil Alexa," ucap Philip.
"Baik yang mulia," ucap Niell lalu membungkuk kepada Philip.
***