--------
Betapa terkejutnya Philip melihat batu itu sedikit demi sedikit terkikis dan menjadi berlubang.
"Makanan ini mengandung racun yang bersifat korosif sehingga jika kau memakannya organ pencernaanmu akan terkikis dan kau akan mati," ucap Alexa.
"Jadi begitu," ucap Philip.
"Apakah kau akan menghukum orang lagi?" Tanya Alexa.
"Tidak, tapi aku akan mengeksekusi nya," ucap Philip.
Mata Alexa membulat.
"Kau tak boleh melakukan itu, jika kau melakukan itu akan ada pemberontakan yang lebih berbahaya lagi Philip," ucap Alexa.
"Kau tak usah memerintahku, urus hidupmu sendiri," ucap Philip.
Kata-kata itu membuat hati Alexa terasa tertusuk oleh sesatu yang tajam hingga Alexa ingin menangis di situ juga.
'Tidak bisakah kau mendengarkan perkataanku?' Batin Alexa
----------
Kemudian Philip hendak berlalu namun, Alexa langsung mencekal tangan Philip.
"Kau menganggapku apa? Jika kau tak menganggapku apa-apa di sini maka lebih baik kau pulangkan saja aku ke negeri ku," ucap Alexa.
"Apa maksudmu Alexa?" Tanya Philip.
"Kau tak mendengarkan perkataanku sedikitpun Philip, lebih baik aku pulang," ucap Alexa.
Philip menghela nafas dan menatap alexa lembut.
"Jika kau memasang ekspresi seperti itu, malah membuatku ingin kau tetap tinggal," ucap Philip yang melihat raut muka Alexa yang sedang kesal.
Alexa kaget dan mengangkat wajahnya.
Philip tersenyum dan kembali mencium bibir Alexa yang sudah dimajukan.
Alexa membulatkan matanya. Dan Philip melepaskan ciumannya.
"Mulai sekarang kau akan membuat hidupku lebih menyenangkan Alexa," ucap Philip dengan nada pelan membuat bulu kuduk Alexa berdiri semua.
"APA?!" teriak Alexa.
Philip hanya tersenyum miring dan hendak berjalan berlalu namun lagi-lagi Alexa menahannya dengan memasang muka memohon.
Kali ini Philip benar-benar tak bisa menolak keinginan Alexa. Philip sendiri tak tau ketika ia melihat Alexa berada di sampingnya apalagi memasang muka menggemaskan seperti itu membuatnya tak bisa menolak.
"Aku hanya ingin memenjarakan mereka," ucap Philip.
"Benarkah?" Tanya Alexa sembari mengerjapkan matanya.
"Jangan kau bersikap seperti ini kepada pria mana pun kecuali aku," ucap Philip.
Percayalah bahwa ekspresi Alexa seperti tadi membuat Philip ingin menciumnya terus menerus.
"Memangnya kenapa?" Tanya Alexa bingung.
"Karena kau sangat jelek dengan ekspresi dan sikap seperti tadi," ucap Philip.
Alexa mendengus kesal.
Sedangkan Philip malah tertawa kecil melihat tingkah Alexa.
***
Malam harinya Alexa sedang berbaring di kasur empuknya memandang langit-langit kamarnya.
Seketika pandangan Alexa tertuju pada bunga di meja sebelah kasurnya.
'Ini bunga negeri ini? Baunya sangat enak'
'Raja Swedia..... Sepertinya ia tak tertarik sama sekali...' Batin Alexa. Dan sedetik kemudian ia terlelap.
***
Ke esokan harinya Alexa bangun dari tidurnya dan merasakan ada tangan besar yang merengkuhnya dari belakang.
Alexa terlonjak kaget dan segera membalikkan badannya. Benar saja Philip sudah tidur di samping kasurnya dengan memeluknya. Hal itu membuat Alexa panik dan ia mengecek pakaian yang ia kenakan dan Alexa bersyukur pakaiannya masih utuh pada tempatnya.
"Philip bangun," ucap Alexa sembari sedikit mengguncangkan badan Philip.
Jantung Alexa berdetak kencang ketika Philip malah menggencangkan rengkuhannya pada tubuh kurus Alexa.
"Philip ayo bangun bukankah kau akan bekerja?" Ucap Alexa.
"Kau berisik sekali, biarkan seperti ini sebentar saja," ucap Philip yang tak melepaskan rengkuhannya pada Alexa.
'Sebentar apanya? Kau sudah memelukku semalaman Philip' batin Alexa
Akhirnya Alexa pasrah dan hanya menghela nafas.
Sejenak Alexa memandang wajah Philip yang sedang tertidur. Alexa dapat melihat raut lelah di wajah tampan itu.
'Sepertinya baru kali ini dia tidur nyenyak' batin Alexa.
'Melihatnya seperti ini aku jadi khawatir padanya, aku ingin dia juga merasakan keindahan dunia ini dan aku ingin melindunginya' batin Alexa sembari menatap wajah damai Philip yang tertidur.
Tiba-tiba ada seorang mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar.
"Yang mulia," ucap Niell. Ada sedikit nada canggung dari Niell melihat posisi Alexa dan Philip.
"Philip lepaskan aku," ucap Alexa.
Akhirnya Philip mengalah dan melepaskan rengkuhannya. Philip memandang Niell yang sedang membungkuk kepadanya.
"Ada apa?" Tanya Philip.
"Waktunya sarapan yang mulia," ucap Niell.
"Aku akan bersiap dan kau Alexa, kau juga bersiap," ucap Philip dan berlalu meninggalkan Alexa.
***
Di meja makan, Alexa terkejut dan bingung mengapa jatah makannya menjadi lebih banyak dari biasanya.
"Apakah ini untukku?" Tanya Alexa.
"Tentu saja Alexa," ucap Philip yang sedang memakan daging panggang di hadapannya.
"Aku tak akan habis memakan makanan sebanyak ini," ucap Alexa.
"Kau sangat kurus Alexa, aku tak ingin orang lain mengira bahwa aku tidak memberimu makan di istana," ucap Philip.
"Tapi ini sangat boros Philip," ucap Alexa.
"Makanlah," ucap Philip.
Alexa menghela nafas pasrah.
"Alexa, nanti siang aku akan mengadakan pesta untukmu," ucap Philip.
"Pesta?" Tanya Alexa tak menegrti.
"Iya yang mulia, pesta untuk memperkenalkan anda sebagai istri Raja Swedia," ucap Niell pada Alexa.
"Ya Alexa dan kau akan berdansa denganku nanti," ucap Philip.
"APA?! Tapi aku tak pandai berdansa," ucap Alexa.
"Setelah anda menyelesaikan sarapan anda, yang mulia anda akan berlatih berdansa terlebih dahulu," ucap Niell.
"Heh?!" ucap Alexa bingung.
"Mulai sekarang anda akan belajar menjadi ratu dari mulaI tata caranya, semuanya," ucap Niell.
Alexa tak suka seperti itu. Alexa tak suka di mana ia harus dipaksa belajar untuk hal yang tak ia sukai.
"Aku tak mau belajar menjadi ratu, aku nyaman menjadi diriku sendiri," ucap Alexa.
"Kau tak bisa menolak Alexa," ucap Philip.
Sedangkan Alexa lagi-lagi hanya menghela nafas pasrah.
***
Di ruang latihan dansa. Alexa sedang berlatih dansa dengan Niell. Tak jarang Alexa selalu menginjak kaki Niell.
"Yang mulia, bisakah anda lebih fokus? Anda sudah menginjak kaki ku lebih dari tujuh kali," ucap Niell.
"Maafkan aku Niell," ucap Alexa sembari berusaha mengepaskan irama dan langkahnya.
"Saya pikir anda perlu istirahat, anda terlihat sangat kelelahan yang mulia," ucap Niell.
"Kau benar," ucap Alexa.
"Mari saya antar anda menghirup udara segar," ucap Niell.
Alexa mengangguk dan berjalan menuju taman.
"Apakah anda memiliki kendala dalam pelajaran seperti tadi?" Tanya Niell pada Alexa yang sedang menatap bunga-bunga di hadapannya.
"Entahlah, tetapi aku tidak suka dipaksa belajar hal yang aku tak menyukainya," ucap Alexa.
"Jadi ini rupanya," ucap seseorang dari belakang.
Alexa membalikan tubuhnya dan melihat sudah ada segerombolan orang di belakngnya dan mereka semua terlihat seperti bangsawan.
"Maaf?" Tanya Alexa.
"Kau Putri yang akan menikah dengan Raja Philip kan?" Tanya orang itu.
"Iya aku adalah istri dari Raja Swedia," ucap Alexa
"Yang mulia mereka adalah perwakilan dari Kerajaan German Adipati Agung Ronald dan Duta Besar James," bisik Niell di telinga Alexa.
Alexa mengangguk paham.
"Kau adalah teman bermain di kasur sang raja kan? Aku dengar kau adalah putri dari negeri antah berantah, putri miskin yang berharap uang dari Raja Swedia," ucap Duta Besar James.
Alexa kaget mendengarnya.
"Apa yang kau katakan?" Ucap Alexa tak percaya.
"Jadi kau benar-benar tak tau ya? Yang mulia Raja Swedia selalu melakukan kerja sama dengan negeri-negeri besar, Beliau selalu menginginkan putri dari kerajaan itu untuk menikah dengannya, namun belum sampai mereka menikah Raja sudah meniduri putri bangsawan tersebut dengan kata lain Beliau sudah meniduri beberapa putri bengsawan kaya," ucap Adipati Agung Ronald.
Alexa tak percaya itu.
"Dan setelah raja sudah meniduri putri bangsawan kaya tersebut, Beliau membatalkan kerja sama antar negeri mereka, dengan kata lain kau adalah salah satu diantara mereka, dan juga baru kali ini raja mau meniduri putri miskin sepertimu," Lanjut Adipati Ronald.
Dan seketika Alexa ingin menangis di situ juga. Ia benar-benar tak menyangka se-b******k itu Philip.
"Apa yang kau katakan yang mulia? Jaga ucapan anda istriku lebih baik dari pada kau," ucap Philip yang entah sejak kapan berada di situ.
"Yang mulia mari ikut saya," Ucap Niell kepada segerombolan dari Kerajaan German.
Segerombolan orang itu pun pergi meninggalkan Alexa dan Philip berdua.
"Alexa," ucap Philip sembari memandang Alexa dengan penuh penyesalan.
"Seharusnya aku tau dari awal," ucap Alexa yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Alexa aku-" ucap Philip terpotong.
"Apakah kau akan membuangku juga?" Tanya Alexa.
Alexa sudah sakit hati. Ia sama saja dengan p*****r yang menyerahkan tubuhnya demi uang di mata mereka. Alexa marah pada Philip.
"Aku tak akan pernah membuangmu Alexa," ucap Philip.
Philip tak tau bahwa keadaannya akan sesulit ini. Biasanya ia tak pernah khawatir jika putri bangsawan yang lain tau bahwa ia akan membuangnya. Namun kali ini ia merasa sangat takut. Ia takut bahwa tanpa membuang Alexa, Alexa sudah pergi dengan sendirinya.
"Lalu? Apakah kau akan membayarku lalu mengusirku?" Tanya Alexa kali ini ia benar-benar tak bisa menahan tangisnya dan tangisnya pun pecah.
Philip merasa terpukul melihat Alexa menangis. Rasanya sangat tidak mengenakan bagi Philip.
'Terasa sakit bila kau menangis karenaku Alexa' batin Philip.
Philip berjalan mendekati Alexa dan langsung menghapus air mata Alexa dengan tangannya.
"Jangan menangis Alexa," ucap Philip pelan.
"Tanpa kau membuangku aku akan pergi," ucap Alexa yang menjauhkan tubuhnya dari Philip.
"Tidak Alexa, aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi," ucap Philip.
Alexa tercenung mendengarnya.
Dan tiba-tiba hujan pun turun. Mereka berdua masih tetap pada tempatnya.
"Alexa ayo kita masuk," ucap Philip.
"Aku tidak mau," ucap Alexa.
"Alexa kau bisa sakit," ucap Philip di tengah hujan yang semakin deras.
"Aku tidak peduli," ucap Alexa yang masih tetap pada egonya.
Philip menghela nafas dan tanpa pikir panjang ia langsung menggendong Alexa di tengah hujan deras.
Alexa terkaget dan langsung mengalungkan tangannya pada Philip karena takut terjatuh.
"Philip turunkan aku," ucap Alexa.
"Philip," ucap Alexa lagi.
"Phili-" ucap Alexa terpotong saat bibir Philip tiba-tiba menyentuh bibirnya. Philip menciumnya di tengah hujan deras.
"Kau berisik sekali Alexa akan ku cium," ucap Philip.
'Benar-benar b******k' batin Alexa.
Philip membawa Alexa memasuki istana. Ia membawa Alexa memasuki kamarnya.
"Kau pucat Alexa," ucap Philip.
"Pestanya akan ditunda besok," ucap Philip.
Alexa hanya tak bergeming. Sebuah penghinaan besar padanya tadi. Ia bukan p*****r Philip.
"Ganti bajumu nanti kau akan sakit," ucap Philip.
Alexa tetap diam.
"Baiklah jika kau tak mau mengganti baju sendiri, maka aku yang akan menggantikan baju untukmu," ucap Philip.
Sontak itu membuat Alexa merinding dan langsung bangkit untuk mengganti baju.
Philip yang melihat itu hanya tersenyum miring.
'Aku tak akan membiarkan mu pergi lagi Alexa' batin Philip dengan penuh tekad.
***