----------
"Just do it," ucap Philip memohon.
Alexa tak memedulikan permohonan itu yang Alexa tau Alexa masih memiliki akal sehatnya, dan di ruangan ini ia hanya berdua dengan Philip dan jika hal itu terjadi bisa bahaya.
Alexa hendak bangkit namun tangan Philip tetap mengunci pinggang Alexa sehingga ia tak bisa lari.
"Yang benar saja Philip," ucap Alexa.
"Baiklah kau tinggal pilih kau terus terkurung di sini atau kau menciumku lalu pergi?" Ucap Philip.
'Help me please!' batin Alexa.
---------
Philip dapat membaca reaksi Alexa. Ia pun terkekeh pelan sembari tak memalingkan pandangannya dari wajah cantik Alexa.
"Jika kau tak mau melakukannya baiklah, aku akan tetap melepaskanmu tapi kau tetap memiliki hutang ciuman padaku," ucap Philip.
Lalu Alexa merasakan lengan Philip melonggar dari pinggangnya sehingga Alexa sedikit leluasa untuk bergerak.
"Kapan kita akan pergi?" Tanya Alexa.
"Besok. Kau bersiaplah untuk besok, kita akan bermalam di sana selama tiga hari," ucap Philip.
"Ah ide bagus, kau juga harus berlibur Philip jangan hanya bekerja," ucap Alexa.
Philip tertawa kecil mendengarnya.
"Jika aku tidak bekerja bagaimana nasib rakyatku Alexa?" Ucap Philip terkekeh.
"Kalau kau saja tidak bisa menjaga tubuhmu sendiri bagaimana kau akan menjaga tubuh semua rakyatmu?" Ucap Alexa sembari melirik deretan makanan yang lumayan banyak di meja Philip.
Philip mengikuti arah pandang Alexa dan demi apapun Philip bahkan tidak mengingat ada makanan di situ. Bahkan ia tidak mengingat jika ia belum makan dari tadi siang. Dan seketika setelah melihat makanan itu membuat perutnya sedikit beraksi.
"Makanlah Philip, kau pasti sangat lapar sekarang," ucap Alexa.
Philip memandang lekat Alexa. Ia merasa nyaman dengan mata teduh itu yang seakan membuatnya bangkit. Philip memandangi Alexa cukup lama dan itu membuat Akexa menjadi salah tingkah.
"Melihat posisimu sekarang aku menjadi ingin memakanmu saja," ucap Philip sembari tersenyum miring.
Alexa kembali tersadar jika posisinya masih di pangkuan Philip. Alexa pun segera turun dari pangkuan Philip dengan tergesa-gesa. Bodohnya Alexa bagaimana ia malah tak sadar dan malah merasa nyaman dalam posisi seperti itu.
Philip melihat Alexa berjalan menjauh dan menuju pintu ruangan itu.
"Mau kemana?" Tanya Philip.
"Ingin mengemasi barang-barangku untuk besok pagi," ucap Alexa.
"Kau tau, bahkan kau bisa menyuruh pelayan untuk mengemasi barangmu dan lebih baik sekarang kau temani aku makan," ucap Philip.
Alexa berbalik dan menatap Philip. Alexa sedikit iba meninggalkan Philip kesepian makan sendirian di suangan besar ini. Alexa memutuskan untuk menemani Philip makan dan akan mengemasi barangnya besok pagi saja.
"Makanlah," ucap Alexa.
Alexa lalu duduk di sofa dekat kursi yang Philip duduki.
Philip memulai makannya sembari sesekali melirik Alexa. Tanpa sadar rasa kantuk Alexa menyerang dan perlahan-lahan matanya mulai menutup.
Philip melihat Alexa tertidur di sofa. Philip tersenyum tulus melihat wajah damai Alexa. Ia sangat nyaman bahkan jika hanya menatap mata teduh Alexa dan wajah cantiknya. Philip menyadari jika ia sudah lama tertarik dengan Alexa. Namun ini tidak seperti biasanya. Biasanya ia selalu akan bosan jika tertarik terlalu lama pada wanita manapun tetapi berbeda dengan Alexa. Ia merasa tak pernah bosan dengan tatapan Alexa padanya, ia menyukai saat Alexa memanggil namanya, ia menyukai wangi tubuh Alexa, dan tanpa sadar ia menyukai semua yang ada di diri Alexa.
Philip takut jika ia menjadi lemah hanya karena ia menyukai semua yang ada di dalam Alexa. Bahkan ia takut melukai Alexa, ia juga takut Alexa meninggalkannya. Seketika bayangan Alexa meninggalkannya membuat Philip menegang dan sesak yang mulai menyeruak di d**a nya. Philip merasa ia benar-benar menjadi lemah karena Alexa.
***
Ke esokan harinya Alexa mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Samar-samar ia mendengar suara seperti deburan ombak. Lalu Alexa mulai sadar sepenuhnya. Alexa memang sedang tidak ada di ruangan kerja Philip melainkan di dalam kamar yang ia sendiri tak tau pasti kamar siapa yang ia tempati. Seingatnya ia sedang tertidur di ruangan kerja Philip.
"Morning my queen,"
Alexa mendengar suara Philip yang ternyata sedang terbaring tepat di hadapannya membuat Alexa dapat melihat setiap inchi wajah tampan Philip.
"Kita ada di mana?" Tanya Alexa.
"Di dalam kapal untuk menuju ke negeri mu," ucap Philip.
"Lalu mengapa aku bisa ada di sini?" Tanya Alexa.
"Karena aku yang mengangkatmu ke sini," ucap Philip dengan nada santai.
Alexa membulatkan matanya. Apakah itu berarti dia belum mandi? Bahkan ia masih memakai pakaian yang semalam.
"Mengapa kau tak membangunkanku?" Ucap Alexa kesal.
"Aku tidak mungkin membangunkanmu yang sedang bermimpi indah tentangku hingga kau menyebut namaku di dalam mimpimu," ucap Philip.
Alexa tak menyangka ia mengigau tentang Philip. Bahkan ia sendiri tak ingat kalau ia bermimpi apa semalam.
"Aku ingin mandi," ucap Alexa. Lalu Alexa bangkit hendak membersihkan dirinya. Namun tujuan utamanya adalah menghindari Philip.
"Ayolah Alexa, aku tau kau ingin menghindar karena aku memergoki kau sedang memimpikan aku kan?" Ucap Philip.
Pipi Alexa memerah padam. Ia sangat malu sekarang. Mana mungkin ia bisa sememalukan itu.
"Aku tidak mungkin mengigau tentangmu, kau pasti berbohong," ucap Alexa.
"Kau tak percaya padaku? Kau sedang tertidur dan aku yang dapat mendengarnya," ucap Philip.
Philip kemudian berjalan mendekati Alexa.
Alexa bingung mengapa ia tak bisa bergerak dan tubuhnya hanya terpaku di tempatnya. Tiba-tiba ia melihat tatapan yang aneh dari mata Philip.
"Aku ingin mandi, di mana kamar mandi nya?" Tanya Alexa.
"Di sana," ucap Philip dengan menunjukan satu telunjuknya ke sebuah pintu yang di dalamnya terdapat ruangan untuknya mandi.
Ketika Alexa hendak berjalan menuju pintu kamar mandi, tiba-tiba tangannya dicekal oleh Philip.
Akexa menatap Philip bingung. Sedangkan Philip malah semakin mendekat dengan Alexa membuat jarak mereka sangat dekat.
"Lain kali, kalau tidur kau harus perhatikan posisi tidurmu jangan sampai bajumu ini berada di posisi yang salah dan membuat para pria menatapmu dengan tatapan lapar," bisik Philip sembari menaikan lengan baju Alexa yang melorot ke bawah sehingga menapilkan sebelah pundak indah Alexa dan juga sedikit lingerie yang ia gunakan.
Alexa memejamkan matanya saat Philip membisik padanya. Rasanya ia dapat merasakan deru nafas Philip yang berdesir di daerah lehernya membuat gelenyar aneh manaungi dirinya.
Setelah sadar, pipi Alexa langsung memerah padam. Sontak ia langsung berlari ke dalam tempat yang dinamakan kamar mandi itu.
Philip tak bisa menahan tawanya ketika melihat reaksi Alexa.
"Stop it jerk!" Ucap Alexa di dalam kamar mandi.
Philip tetap tak memedulikan dan ia tetap tertawa kencang mendengar Alexa memggerutu jengkel padanya.
***