----------
"My queen," ucap Philip sembari membuka pintu kereta kuda untuk Alexa.
"Thank you my king," ucap Alexa sembari tersenyum.
Lalu Philip ikut masuk dan tak lama kemudian kereta itu berjalan.
"Kau membuatku malu," ucap Alexa.
"Kau miliku, tak ada yang boleh menyentuhmu kecuali aku, aku tak akan membiarkan tubuhmu disentuh lelaki lain," ucap Philip.
----------
Alexa terkekeh dan tak bisa menahan senyumannya.
"Tak akan ada yang bisa menyentuhku jika kau selalu berada di sisiku," ucap Alexa.
Philip mengangkat alisnya.
"Jika aku tak di sisimu akankah ada lelaki lain yang menyentuhmu?" Ucap Philip.
"Mungkin saja," ucap Alexa.
Alexa melihat reaksi Philip yang sedikit kesal. Alexa dapat melihat jika mata Philip menatapnya dengan tajam seakan ingin membunuhnya sekarang juga. Alexa kembali terkekeh pelan, tingkah Philip memberikannya sedikit hiburan.
"Katakan kalau kau tidak akan mau disentuh pria manapun kecuali Aku," ucap Philip dengan nada serius.
"Memangnya siapa kau? Kau tak berhak mengaturku," ucap Alexa.
Wajah Philip semakin memerah menandakan ia benar-benar marah. Alexa mengerti keadaannya dan ia akan menghentikan aksinya.
"Aku adalah suamimu," ucap Philip dengan nada penekanan dan sembari menggertakan gigi-giginya.
"Bahkan kita tidak ada resepsi pernikahan? Apakah aku bisa dikatakan istrimu?" Ucap Alexa.
"Jika itu yang kau ingin, aku bisa saja melakukan resepsi di sini, sekarang juga," ucap Philip.
Alexa terdiam sebentar.
"Philip kau selalu saja khawatir," ucap Alexa sembari pindah tempat duduk di samping Philip. Alexa menggenggam tangan Philip lembut. Lalu tak lama kemudian Alexa menambahkan
"Kau harus hidup tenang, tak perlu mengkhawatirkanku, lagipula aku bukan wanita yang suka merayu pria layaknya jalang, aku hanya untukmu," ucap Alexa lembut.
Philip kembali tenang dengan perkataan dan tingkah Alexa. Dengan tangan Alexa menggenggam lembut tangannya membuat jantung Philip berdebar tak karuan.
"Kau sudah berjanji," ucap Philip.
"Iya aku berjanji," ucap Alexa.
Lalu Philip mencium bibir Alexa. Ciumannya sangat lembut membuat Alexa terbang ke awan sana. Kakinya terasa lemas seperti jelly dan jantungnya berdetak tak karuan bagaikan ingin keluar dari sarangnya.
Semakin lama ciumannya semakin dalam membuat bibir Alexa terasa panas. Alexa semakin merasa lemas dan mengalungkan tangannya pada leher Philip agar bisa menopang tubuhnya.
Tiba-tiba ada yang membuka pintu kereta dan itu membuat Alexa langsung mendorong d**a Philip. Philip mengangkat alisnya bingung. Kemudian Philip melihat ke arah pintu yang ternyata sudah ada seseorang disitu. Philip mendesah kesal karena ia sudah diganggu.
Kusir itu menunduk malu setelah melihat pemandangan di hadapannya.
"Maaf yang mulia, tapi kita sudah sampai dari tadi," ucap kusir itu.
"Kami akan turun," ucap Philip dengan nada kesal.
Lalu Alexa turun lebih dahulu dan dilanjut Philip yang mengekor di belakangnya. Alexa sendiri sedikit bingung bagaimana ia tak menyadari kereta yang dari tadi sudah berhenti.
Ketika Alexa masuk ke dalam istana, Alexa melihat ada tamu datang. Dan ternyata tamu itu adalah ketiga kakaknya. Jujur saja Alexa bingung tak biasanya ketiga kakaknya mengunjungi nya.
"Siapa mereka?" Tanya Phili
Alexa melirik ketiga kakaknya dan ia melihat ketiga kakaknya melemparkan tatapan memuja pada Philip.
"Mereka adalah kakak-kakak ku," ucap Alexa.
Philip mengangguk.
"Sambutlah mereka," ucap Philip lalu meninggalkan Alexa di ruangan itu bersama ketiga kakaknya.
Alexa pun duduk di hadapan mereka.
"Apakah kau tidak rindu dengan kami?" Ucap Christine.
Alexa hanya tersenyum kikuk.
"Ah ternyata benar kau tak merindukan kami," ucap Christine.
"Bagaimana dengan suamimu di sini?" Ucap Ella.
"Baik," ucap Alexa.
"Hidupmu selalu saja beruntung," ucap Ella.
"Kami kesini untuk mengantarkan kabar bahwa kakek sakit karena ia sangat merindukanmu," ucap Christine.
Alexa mengangkat alisnya bingung.
"Kau bisa datang kembali ke negeri kami dan mengunjungi kakek, karena walaupun yang hanya ia anggap sebagai cucu nya hanya kau saja tapi kami juga ingin keadaan kakek membaik," ucap Christine.
"Aku akan memikirkannya kak," ucap Alexa.
"Baiklah kami akan langsung pulang, hanya itu yang harus kami sampaikan," ucap Christine.
"Kalian tidak menginap saja semalam di sini? Lagipula kalian tidak perlu repot-repot datang kemari, kalian bisa mengirim surat saja," ucap Alexa.
"Kau tidak mengucapkan terima kasih pada kami karena sudah berbaik hati datang ke sini? Aku tak habis pikir padamu, sepertinya sikapmu banyak berubah setelah kau tinggal di sini," ucap Christine.
"Maafkan aku kak dan terima kasih untuk memberitahukannya pada ku tentang keadaan kakek, jadi kalian lebih baik menginap saja," ucap Alexa.
"Tidak perlu kami hanya menyampaikan itu dan akan langsung pulang," ucap Maria.
Lalu sedetik kemudian mereka keluar dari istana dan berjalan menuju gerbang. Sedangkan Alexa melihat kepergian ketiga kakaknya, ia hanya menghela nafas. Ia tak yakin kalau ia akan diizinkan untuk kembali ke negerinya oleh Philip.
Alexa memutuskan untuk menemui Philip di ruangan kerjanya. Dan terlihay Philip sibuk membaca dan membolak-balik tumpukan kertas di hadapannya bahkan tak jarang sesekali ia menuliskan sesuatu di kertas-kertas itu. Alexa menggigit bibir bawahnya. Ia sedikit takut ingin mengatakannya.
"Ada apa?" Ucap Philip yang sudah menatap Alexa.
Alexa mendekat ke arah Philip hingga ia sekarang dan ada di samping kursi yang Philip duduki.
Tanpa di duga Philip memutarkan kursi yang ia duduki sehingga sekarang ia berhadapan dengan Alexa. Lalu lengan Philip terulur untuk menarik Alexa menuju pangkuannya. Sejenak Philip menatapa manik mata coklat teduh itu dan sedikit mencari-cari apa yang ada dipikiran si pemilik manik mata itu.
"Alexa apa yang ada dipikiranmu sebenarnya?" Ucap Philip lagi.
"Sebenarnya tadi ketiga kakakku menyampaikan kabar kalau kakek sedang sakit, dan kakek ingin aku mengunjunginya," ucap Alexa.
"Lalu?" Ucap Philip.
"Bolehkah aku?" Tanya Alexa.
Philip nampak berpikir sejenak.
"Tidak kau tak boleh pergi," ucap Philip.
Raut Alexa berubah menjadi cemberut.
"Kau tidak boleh pergi jika aku tidak ikut denganmu," ucap Philip.
"Kau yakin?" Tanya Alexa.
"Tentu saja untuk ratuku," ucap Philip.
Alexa tersenyum lalu ia memeluk tubuh Philip.
"Astaga Alexa kau memelukku terlalu kencang sehingga aku sulit bernapas," ucap Philip.
Alexa yang mendengar itu sontak langsung melepaskan pelukannya dan menatap Philip khawatir.
"Maafkan aku kau pasti kesulitan bernafas," ucap Alexa.
Philip tersenyum miring.
"Ya memang aku kesulitan bernafas, kau harus bertanggung jawab, berikan aku nafas buatan," ucap Philip.
"Apa?!" ucap Alexa.
"Just do it," ucap Philip memohon.
Alexa tak memedulikan permohonan itu yang Alexa tau Alexa masih memiliki akal sehatnya, dan di ruangan ini ia hanya berdua dengan Philip dan jika hal itu terjadi bisa bahaya.
Alexa hendak bangkit namun tangan Philip tetap mengunci pinggang Alexa sehingga ia tak bisa lari.
"Yang benar saja Philip," ucap Alexa.
"Baiklah kau tinggal pilih kau terus terkurung di sini atau kau menciumku lalu pergi?" Ucap Philip.
'Help me please!' batin Alexa.
***