----------
"Alexa jangan menyerah padaku," ucap Philip.
Alexa tetap berjalan menuju pintu.
"Alexa jangan tinggalkan aku," ucap Philip rendah.
Langkah Alexa terhenti. Kemudian Alexa membalikan tubuhnya menatap Philip.
Tiba-tiba Philip duduk menunduk padanya.
Alexa terkejut.
"Please, don't leave me," ucap Philip sembari menunduk.
----------
Alexa menatap Philip yang sedang menunduk di hadapannya. Ia merasa tak enak.
"Hey, what are you doing?" Ucap Alexa.
Philip tak menjawab dan dia tetap menunduk.
Alexa menghampiri Philip lalu ia duduk di hadapan Philip.
"Apa yang kau lakukan? Angkat wajahmu," ucap Alexa.
Philip menggeleng dan tetap menunduk pada Alexa.
"Philip... Lihat aku," ucap Alexa.
Philip diam.
"Lihat aku," ucap Alexa melembut.
Philip akhirnya mengangkat wajahnya dan menatap mata Alexa.
"Aku akan jujur, aku tak merayu siapapun, aku bahkan bingung mengapa kau sampai sebegitu marahnya padaku padahal aku tak merayu siapapun," ucap Alexa.
"Maafkan aku, aku tak bisa melihatmu disentuh lelaki lain," ucap Philip.
"Aku tau itu, dan seharusnya aku yang meminta maaf karena sudah membuatmu menjadi seperti ini," ucap Alexa.
"Alexa kau, tapi aku sudah menyakitimu, kemarikan tanganmu," ucap Philip.
Alexa memberikan kedua tangannya. aku Philip menyentuh bekas merah yang telah ia buat di pergelangan tangan Alexa. Alexa merasa sedikit nyeri di situ.
Philip merasa lebih bersalah melihat bekas itu. Ia sudah menyakiti Alexa. Philip ingin menghukum dirinya sendiri.
"Pukul aku Alexa," ucap Philip.
"Apa?" Ucap Alexa.
"Aku sudah menyakitimu, hukum aku sekarang," ucap Philip.
Alexa langsung memeluk Philip. Ia tak kuat melihat Philip kembali rapuh.
"Kau tak usah mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja, jangan pernah kau berkata seperti itu lagi," ucap Alexa.
Philip balas memeluk Alexa. Rasanya semua kemarahannya hilang seketika dan tergantikan oleh rasa nyaman yang menjalar.
Philip melepas pelukannya dari Alexa. Kemudian Philip mencium kening Alexa.
"Aku tidak suka ada bekas lelaki lain tertinggal di tubuh ini," ucap Philip.
Alexa tertawa kecil.
"Bagian mana lagi yang ia sentuh?" Ucap Philip.
"Tidak ada lagi," ucap Alexa.
Tiba-tiba Philip mencium bibirnya. Alexa tak menolak. Ia membalas ciuman itu. Bibir Alexa terasa panas.
Lalu Alexa melepaskan ciumannya. Ia teringat bagaimana dengan pestanya.
"Philip, kita meninggalkan pestanya," ucap Alexa.
"Biarkan saja, saat ini aku ingin menghilangkan jejak lelaki itu dari tubuhmu," ucap Philip.
"Bagaimana jika Niell tau dan mencari kita," ucap Alexa.
Philip menghembuskan nafasnya kasar. Akhirnya Philip bangkit sembari menggandeng Alexa. Alexa hanya tersenyum mengingat bagaimana ekspresi Niell jika melihat Philip seperti itu. Pasti Niell akan sangat marah padanya.
Philip dan Alexa berlenggang keluar. Kali ini Philip benar-benar tak mau melepaskan genggamannya dari Alexa.
Sesampainya di ruangan tadi, Alexa dan Philip disambut Niell.
"Yang mulia, anda tak tau kalau orang yang anda pukul adalah pangeran dari Kerajaan Inggris," ucap Niell.
"Aku tak peduli Niell, dia berani menyentuh wanitaku, aku tak segan-segan mematahkan rahangnya sekarang juga," ucap Philip.
Seketika Philip kembali teringat kejadian saat pria itu mencium kening Alexa. Tiba-tiba amarah Philip kembali naik.
Alexa mengerti keadaannya dan sekarang ia langsung mengusap lengan Philip perlahan berharap bisa menenangkannya.
Philip menatap wajah Alexa dan ia kembali mengontrol emosinya.
"Maafkan saya yang mulia, tapi itu bisa menjadi masalah politik," ucap Niell.
Kini Alexa yang merasa bersalah. Karenanya Philip menjadi banyak masalah.
"Aku akan mengurusnya," ucap Philip santai.
Alexa membulatkan matanya. Sebegitu mudahnya Philip mengatasi masalah seperti itu.
Philip membawa Alexa menuju tengah-tengah kerumunan bangsawan itu.
"Aku akan membuktikan pada siapapun di sini kalau kau istriku jadi tak ada yang menyentuhmu lagi," ucap Philip.
Alexa menjadi berpikir apa yang akan dilakukan Philip. Setelah tersadar Alexa langsung membulatkan matanya.
"Jangan melakukan hal bodoh Philip," ucap Alexa.
"Aku tak akan melakukan hal bodoh," ucap Philip.
"Tak akan ada yang menyentuhku jika kau selalu di sisi ku," ucap Alexa.
"Aku akan tetap melakukannya," ucap Philip.
"Kau tidak bisa melakukannya, di sini banyak orang," ucap Alexa.
"Try me," ucap Philip.
Lalu benar saja. Seperti dugaan Alexa, Philip menciumnya di tengah para bangsawan. Alexa lagi-lagi membulatkan matanya.
Dan seketika ruangan besar itu menjadi sangat sunyi. Lalu tiba-tiba terdengar deheman seseorang.
Alexa segera mendorong d**a Philip. Namun, Philip tak kunjung melepaskan ciumannya. Alexa tau kalau semua usahanya sia-sia ketika ia mendorong Philip karena tenaganya tak cukup kuat.
Lalu terdengar deheman lagi tapi kali ini lebih kencang. Alexa pun segera mundur beberapa langkah membuat ciuman mereka terlepas.
Philip berdecak sebal. Dan kemudian Philip mendekati Alexa lalu merangkul pinggang Alexa.
"Maaf mengganggu kesenangan anda yang mulia, tapi bisakah anda beritahu siapa gadis yang bersama anda?" Ucap pria paruh baya di hadapan Philip dan Alexa.
"Oh ya, aku lupa memerkenalkannya pada anda yang mulia raja," ucap Philip.
Pipi Alexa memerah padam. Ia berciuman di hadapan raja? Alexa tak bisa membayangkan bagaimana malunya sekarang. Ini benar-benar memalukan. Rasanya Alexa ingin lari dari tempat itu sekarang juga.
"Namanya Alexandra, dia adalah istriku," ucap Philip.
Raja itu tampak bingung. Lalu kemudian terlihat puteri tadi yang berdansa dengan Philip tiba-tiba datang dan menatap Alexa tajam. Alexa hanya tersenyum.
Tiba-tiba Alexa mendengar seseorang di belakangnya bicara.
"Jadi ini wanita yang menjadi istri Raja Swedia, bukankah aku lebih cantik dari dia? Sungguh sangat disayangkan untuk raja yang sangat tampan seperti dia," ucapnya.
Alexa hanya menghela nafas mendengarnya.
"Bisakah kita pulang sekarang?" Bisik Alexa.
"Tentu," ucap Philip.
"Selamat atas pernikahan kalian," ucap raja itu.
"Terimakasih banyak yang mulia, dan sepertinya istriku kelelahan dan harus istirahat, kami akan pulang sekarang," ucap Philip.
Raja itu mengangguk. Lalu Philip dan Alexa berlenggang tentu saja dengan semua pasang mata menatap mereka.
Lalu Alexa menengok ke belakang. Ia melihat tatapan kesal dari puteri tadi. Alexa hanya tertawa kecil.
"My queen," ucap Philip sembari membuka pintu kereta kuda untuk Alexa.
"Thank you my king," ucap Alexa sembari tersenyum.
Lalu Philip ikut masuk dan tak lama kemudian kereta itu berjalan.
"Kau membuatku malu," ucap Alexa.
"Kau miliku, tak ada yang boleh menyentuhmu kecuali aku, aku tak akan membiarkan tubuhmu disentuh lelaki lain," ucap Philip.
***