----------
"Damn it! I want to kiss you now princess," ucap Philip.
"You lose," ucap Alexa.
"Ini belum berakhir puteri," ucap Philip.
"Tapi aku menang," ucap Alexa.
"Baiklah, aku tak bisa meragukanmu puteri Alexa," ucap Philip.
----------
Ke esokan harinya. Alexa sedang berada di kereta kuda hendak menuju kerajaan Persia. Alexa bingung tak biasanya Philip memaksanya ikut untuk pertemuan kerajaan seperti ini. Philip bilang katanya Kerajaan Persia sedang mengadakan pesta dansa untuk semua bangsawan dan ia harus berdansa dengan Alexa.
Awalnya Alexa menolak karena ia sama sekali belum menguasai dansa. Bahkan ia sering bolos pelajaran berdansa di istana. Tapi Philip tetap memaksanya dan Alexa tak bisa menentangnya.
Philip sudah berangkat ke Kerajaan Persia lebih dulu. Philip bilang ia berangkat lebih dulu karena ia ada acara penting sebelumnya.
Kini Alexa sedang di dalam kereta kuda bersama Niell.
Alexa melihat keluar jendela dan terlihat banyak pohon berjejeran tumbuh dengan subur.
"Yang mulia, berdansalah dengan baik bersama raja," ucap Niell.
Lalu Alexa memandang Niell dengan tatpan mengintimidasi. Alexa menghela nafas. Ia tak bisa menutupi kegugupannya.
"Kau pasti khawatir aku akan menginjak kakinya seperti setiap latihanku," ucap Alexa.
"Anda benar, dan kali ini saja ku mohon pada anda jangan melakukan kesalahan," ucap Niell.
"Niell, aku juga gugup, bagaimana ini? Kau akan menemaniku kan Niell?" Ucap Alexa.
"Sekarang kita hampir sampai, maafkan saya, sepertinya saya juga ada urusan yang mulia, anda bisa bersama dengan raja," ucap Niell.
Alexa hanya mengangguk dan kembali menatap keluar jendela.
Tak lama kemudian, Alexa melihat sebuah gerbang besar dan dua penjaga. Lalu keretanya masuk dan berhenti di depan sebuah istana besar yang megah hampir sama seperti istana Kerajaan Swedia.
Niell turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Alexa.
Alexa turun dan ia langsung berlenggang masuk ke dalam. Alexa mengetuk pintu dan pintu besar itupun segera terbuka. Seketika semua orang di dalam memandangnya. Apa ia sangat terlambat. Alexa menggigit bibir bawahnya. Ia sangat tak suka keadaan ini.
Lalu terdengar suara sepatu melangkah ke arahnya. Alexa mendapati Philip berjalan mendekatinya. Lalu Philip bersujud sembari meraih tangan Alexa dan mencium punggung tangannya.
Jantung Alexa berdetak kencang ketika Philip mencium punggung tangannya.
"My queen," tawar Philip agar Alexa menggandengnya.
Philip kemudian membawa Alexa untuk bergabung diantara para bangsawan itu.
"You're so beautiful," bisik Philip.
Alexa tak bisa berkata-kata sekarang. Ia hanya tersenyum pada Philip.
Lalu seketika semuanya kembali berbincang. Alexa bernafas lega. Philip pun berbincang dengan bangsawan lain dan Alexa hanya berdiri di samping Philip sembari terus menggandengnya. Alexa sama sekali tak mengerti apa yang Philip dan bangsawan itu katakan.
"Perhatian," ucap seorang pria dengan lantang membuat semuanya menoleh ke arahnya termasuk Philip dan Alexa.
Philip semakin memgencangkan gandengannya pada Alexa.
"Kita mulai acaranya, dan yang pertama adalah kita berikan sambutan kepada Raja Swedia yang sudah bersedia datang kemari," ucap pria itu.
Lalu tiba-tiba semuanya yang ada di situ menunduk ke arah Philip. Alexa kaget.
"Apakah aku juga harus menunduk padamu?" Bisik Alexa.
"Tidak perlu," ucap Philip. Lalu Philip menundukan kepalanya sedikit. Dan semua orang di situ kembali menegakan tubuhnya.
"Lalu, kita persembahkan Raja Swedia akan berdansa dengan puteri dari Kerajaan Persia," ucap orang itu.
Alexa kaget, bukankah Philip bilang kalau ia akan berdansa dengannya. Tapi mengapa sekarang malah ia berdansa dengan wanita lain.
Philip menatap Alexa.
Alexa berpikir sepertinya lebih baik ia tak berdansa dengan Philip karena ia pasti akan mempermalukan Philip. Alexa pun tersenyum dan melepaskan pautan tangannya di lengan Philip. Philip menatap Alexa khawatir.
"Berdansalah," ucap Alexa.
"Tapi-" ucap Philip terhenti ketika ada seseorang yang menunduk padanya di hadapannya dan Alexa. Terlihat seorang wanita cantik yang orang sebut puteri Persia ternyata sudah menunduk di hadapan Philip.
Alexa mengusap lengan Philip perlahan dan melepaskannya. Lalu Alexa tersenyum kepada Philip dan mengisyaratkan pada Philip agar segera berdansa.
Philip menggeleng pelan. Alexa kembali mengisyaratkan ia tak apa-apa. Kemudian Philip menghela nafasnya. Philip pun berdansa dengan putri itu sembari terus memandangi Alexa.
Alexa telah berbohong pada hatinya. Dan sekarang Alexa sedang menahan sakit yang ia rasakan sekarang. Alexa mundur perlahan. Ia ingin pergi dari tempat itu. Kemudian ia melihat semua orang menatap mereka dengan tatapan memuja.
Alexa merasa dirinya bodoh. Tak mungkin ia bisa berdansa seindah itu dengan Philip. Seketika musik berhenti dan terlihat Philip menunduk lalu mencium punggung tangan puteri itu
Semua orang bertepuk tangan.
Kemudian terdengar suara musik berubah menjadi cepat dan semua orang disitu ikut berdansa kecuali Alexa. Alexa tak mempunyai pasangan di situ.
Philip mencoba menuju Alexa namun puteri itu menahannya. Alhasil ia tak dapat berdansa dengan Alexa.
Alexa tak tahan lagi. Ia membalikan tubuhnya dan hendak meninggalkan ruangan itu.
'Bug'
Ia merasa menabrak seseorang hingga kepalanya sakit. Ia mendabarak d**a seorang laki-laki. Lski-laki itu lebih tinggi darinya hingga ia harus mendongak menatapnya.
terlihat lelaki tampan di hadapan Alexa. Alexa melihat lelaki tampan di hadapannya tersenyum.
"Kau baik-baik saja?" Tanya pria itu.
Alexa hanya mengangguk.
Pria itu mengedarkan pandangannya.
"Sepertinya kau dan aku sama," ucap lelaki itu.
"Apa maksudnya?" Tanya Alexa.
"Aku sama sekali tak tertarik berdansa dengan gadis manapun di sini, kau sendiri?" Tanya lelaki itu.
"Aku... Aku tak tertarik untuk berdansa juga," ucap Alexa berbohong.
"Sudah kuduga, bagaiman jika kita berdansa bersama?" Ucap pria itu.
Alexa terdiam sejenak, lalu Alexa mengangguk.
Kemudian mereka berdansa dan Alexa sedikit gugup karena ia tak mahir berdansa.
"Namaku Harry, siapa namamu gadis cantik?" Tanya pria yang bernama Harry.
"Hmm namaku Alexa," ucap Alexa.
"Kau berasal dari mana?" Tanya Harry.
"Dari negeri yang jauh, kau sendiri?" Ucap Alexa.
"Aku dari Kerajaan Inggris," ucap Harry.
Harry benar-benar berbeda dengan Philip. Ia begitu manis dan ramah.
Tanpa sadar Philip memandangi Alexa yang berdansa dengan pria lain. Ia ingin mematahkan rahang lelaki itu.
Lalu tiba-tiba Harry mencium kening Alexa ditengah dansa mereka. Otomatis Alexa membulatkan matanya.
Philip yang melihat itu tak bisa menahan amarahnya lagi. Ia segera meninggalkan puteri di hadapannya. Puteri itu pun bingung sembari menatap kepergian Philip bingung.
Philip tiba-tiba mendaratkan pukulannya tepat pada pipi Harry membuat Harry jatuh tersungkur ke tanah. Alexa menutup mulutnya.
Lalu tiba-tiba Philip menarik Alexa. Philip menariknya menuju ruangan sepi seperti kamar. Alexa meringis ketika merasakan cengkeraman Philip sangat kencang pada pergelangan tangannya.
"Philip lepaskan, ini menyakitkan," ucap Alexa.
"Sudah ku bilang jangan pernah kau merayu lelaki lain!" ucap Philip membentak Alexa.
"Aku tidak merayunya, aku hanya berdansa dengannya," ucap Alexa.
"Dia menciummu Alexa," ucap Philip masih marah.
"Lalu kau? Kau juga mencium punggung tangan puteri itu, lalu apa yang kau lakukan padaku juga kau lakukan kepada semua wanita?" Ucap Alexa tak kalah emosi. Alexa tak bisa menahan air matanya. Air matanya pun jatuh.
Philip tersentak. Ia baru menyadari apa yang ia lakukan pada Alexa. Ia pun segera melonggarkan cengkeramannya dari pergelangan tangan Alexa. Ia telah membuat Alexa menangis. Ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri.
Philip melirik ke pergelangan tangan Alexa. Terlihat bekas merah di situ. Philip menyesal sekarang ia tak bisa mengontrol emosinya.
Alexa menjauhkan tubuhnya dari Philip.
"Alexa maafkan aku," ucap Philip mendekati Alexa.
"Jangan dekati aku, aku butuh jarak," ucap Alexa yang air matanya masih mengalir.
Alexa berjalan hendak keluar ruangan itu.
"Alexa jangan menyerah padaku," ucap Philip.
Alexa tetap berjalan menuju pintu.
"Alexa jangan tinggalkan aku," ucap Philip rendah.
Langkah Alexa terhenti. Kemudian Alexa membalikan tubuhnya menatap Philip.
Tiba-tiba Philip duduk menunduk padanya.
Alexa terkejut.
"Please, don't leave me," ucap Philip sembari menunduk.
***