----------
Philip mengepalkan tangannya dan hendak mengejar orang yang berani-beraninya mencelakai Alexa. Namun, Alexa langsung mencekal tangan Philip.
"Aku akan membunuhnya dengan tanganku sekarang juga," ucap Philip.
Alexa masih gemetaran.
"J...jangan tinggalkan aku," ucap Alexa.
Philip melihat Alexa gemetaran. Ia langsung memeluk Alexa.
"Ayo kita pulang sekarang," ucap Philip melembut.
----------
Alexa mengangguk. Lalu mereka berdua bangkit dan segera berlalu kembali menuju istana.
"Alexa, kau tak apa?" Tanya Philip khawatir.
Alexa menggeleng. Philip menghela nafas dan mengeratkan genggaman tangannya pada Alexa. Saat di tengah perjalan Alexa dan Philip melihat anak kecil yang sedang menertahankan uangnya dari para perampok. Alexa yang melihatnya sontak langsung panik namun Philip terlihat biasa saja.
"Kita harus bantu dia," ucap Alexa.
"Biarkan saja," ucap Philip.
"Astaga, kau raja di sini tapi kau tak peduli dengan rakyatmu?" Ucap Alexa.
"Baiklah, jika kau tak mau menolongnya aku yang akan menolongnya sendiri," ucap Alexa sembari melepaskan genggaman tangannya dari Philip dan hendak berlalu meninggalkan Philip.
Namun, Philip kembali mencekal tangan Alexa.
"Jika aku meninggalkanmu, bagaimana jika ada yang ingin mencelakaimu lagi?" Ucap Philip khawatir.
"Tak usah berlebihan, aku bisa menjaga diri, cepat selamatkan dia," ucap Alexa.
"Kau tunggu di sini," ucap Philip kemudian ia berlalu menuju anak kecil itu.
Alexa mengangguk lalu menatap Philip pergi. Ia melihat ke sekitar dan terdapat segerombolan anak-anak sedang berkumpul. Alexa menghampiri anak-anak itu.
"Hai kalian sedang apa?" Tanya Alexa.
Semua anak-anak itu memandang Alexa.
"Kau bukankah kakak ratunya?" Tanya anak perempuan berusia 5 tahun.
"Kau mengenaliku?" Ucap Alexa.
"Tentu saja, tolong selamatkan teman kami, dia sedang dirampok dan itu adalah uang untuk kebutuhan kami selama sebulan," ucap anak kecil itu.
"Temanmu? Anak laki-laki yang dirampok tadi? Tenang saja seseorang sedang membantunya," ucap Alexa.
"Terima kasih, kakak sendirian? Mau kami temani?" Ucap anak perempuan itu.
"Sebenarnya tadi aku tidak sendirian, tapi orang yang bersamaku sedang menolong teman kalian," ucap Alexa.
"Kita belum kenalan, siapa namamu anak manis?" Lanjut Alexa.
"Namaku Cara," ucap Cara, anak perempuan itu.
"Hei anak-anak kalian melihat Theodore?" Tanya seorang pria dari belakang Alexa.
"Theo sebentar lagi pasti akan kembali," ucap Cara.
Alexa lalu membalikan tubuhnya dan terlihat lelaki tampan membawa beberapa bungkus makanan. Alexa tersenyum lalu pria itu menatapnya dengan tatapan yang Alexa tak mengerti.
"Ken, kenalkan ini ratu kita," ucap Cara.
"Namaku Alexa," ucap Alexa sembari mengulurkan tangannya.
"Namaku Ken yang mulia," ucap Ken sembari menerima uluran tangan Alexa.
"Ah panggil Alexa saja," ucap Alexa.
"Teman-teman," panggil seorang anak laki-laki.
"Theo, kau selamat? Bagaimana dengan uangnya?" Tanya Cara.
"Aku selamat karena orang itu sudah menolongku," ucap Theo.
Alexa melihat Philip. Philip menatapnya dengan tatapan mengerikan. Lalu Alexa baru menyadari bahwa ia masih berjabat tangan dengan Ken. Alexa langsung buru-buru melepaskannya.
Philip dapat melihat jelas tatapan yang tak biasa dari pemuda yang berjabat tangan dengan Alexa. Ia bisa melihat tatapan lapar dari pemuda itu. Philip segera berjalan menghampiri Alexa. Kemudian ia langsung menarik Alexa dan membawanya pergi.
"Philip itu tadi tidak sopan," ucap Alexa.
"Kau jangan lagi merayunya, kau sudah mempunyai suami Alexa," ucap Philip.
"Merayu? Aku hanya berkenalan dengannya karena ia sepertinya orang yang hidup bersama anak-anak itu," ucap Alexa.
"Alexa kau tak mengerti lelaki itu menatapmu dengan tatapan lapar, apakah aku akan membiarkannya?" Ucap Philip.
"Kau tidak akan membiarkannya?" Tanya Alexa.
"Jelas aku tak akan membiarkannya karena kau milikku, kutekankan sekali lagi kau milikku," ucap Philip.
Alexa terdiam sejenak.
"Kau cemburu?" Tanya Alexa.
Philip yang tadinya meluap-luap menjadi diam. Ia juga bingung mengapa ia selalu marah kepada siapapun lelaki yang menatap Alexa.
"Aku hanya mengingatkan kalau kau tak pantas merayu lelaki lain selain aku karena kau adalah istriku," ucap Philip.
"Kau terlihat marah tadi," ucap Alexa.
"Iya aku marah kau tak sepantasnya begitu,". ucap Philip.
"Jadi benar kau cemburu?" Ucap Alexa menggoda.
"Apa? Tidak," ucap Philip.
Alexa tertawa kecil.
"Rupanya aku membuat Raja Swedia cemburu," ucap Alexa dengan nada sangat menggoda Philip.
Philip tersenyum miring, lalu mendekat ke arah Alexa lebih tepatnya sangat dekat. Alexa dengan berani menatap Philip dengan tatapan menang. Lalu tiba-tiba Philip mencium bibir Alexa yang sedang tersenyum kemenangan membuat Alexa mmembulatkan matanya.
"Apakah perlu kulakukan ini agar kau diam?" Ucap Philip.
Philip mencium Alexa ditengah keramaian. Pipi Alexa langsung memerah padam.
"Philip ini memalukan, semua orang melihat kita," ucap Alexa.
"Biarkan saja, dengan begitu kau tidak menggodaku lagi," ucap Philip.
"Oh ya? Aku tak akan menggodamu? Bagaimana jika aku terus menggodamu?" Ucap Alexa.
"Jika kau menggodaku terus maka aku juga akan menciumu terus," ucap Philip.
"Kau tak mungkin melakukannya karena di sini banyak orang yang melihat lagipula kau tak mungkin melakukannya berulang kali bukan?" Ucap Alexa.
"Benarkah? Kau menantangku?" Tanya Philip.
"Tidak," ucap Alexa.
"Kau harus tau kalau kalah bukanlah bagian hidupku, apalagi kalah dengan istriku sendiri, dan selama ini aku tak pernah terkalahkan oleh siapapun," ucap Philip.
"Kalau begitu aku akan menjadi orang pertama yang mengalahkanmu yang mulia," ucap Alexa.
"Kau yakin? Percaya dirimu sangat bagus Puteri," ucap Philip.
Alexa tersenyum. Lalu ia menyentuh rahang Philip dengan sangat pelan membuat Philip menutup matanya. Lalu Alexa berjinjit hendak mencium Philip.
"Aku tak akan kalah yang mulia," ucap Alexa saat jarak mereka hanya tinggal beberapa inchi.
Lalu Alexa berlari dan meninggalkan Philip seperti orang bodoh.
Phili kemudian tersadar dan membuka matanya. Ia pun mengejar Alexa.
Saat ia sudah berhasil menangkap Alexa. Kali ini Philip mengakui kalau ia kalah bermain dengan Alexa. Ia tak bisa meremehkan Alexa lagi.
"Bagaimana?" Tanya Alexa.
"Damn it! I want to kiss you now princess," ucap Philip.
"You lose," ucap Alexa.
"Ini belum berakhir puteri," ucap Philip.
"Tapi aku menang," ucap Alexa.
"Baiklah, aku tak bisa meragukanmu puteri Alexa," ucap Philip.
***