----------
"Berjanjilah satu hal kau akan tetap mengobatiku dalam keadaan apapun," ucap Philip.
"Kau tidak boleh mati Philip, aku berjanji aku akan menyelamatkanmu," ucap Alexa.
Philip tersenyum dan memeluk Alexa.
"Aku percaya padamu," ucap Philip.
"Pertahankan tahta mu untukku," ucap Alexa.
"Aku berjanji akan memertahankannya untukmu," ucap Philip.
----------
"Sebenarnya untuk apa kau kemari?" Tanya Philip sembari melepaskan pelukannya.
"Apakah kau sibuk?" Tanya Alexa.
"Sudah pasti aku sibuk," ucap Philip.
Alexa rencananya ingin mengajak Philip berjalan-jalan di sekitar kerajaan. Dan Alexa merasa kecewa karena Philip pasti tak akan mau.
"Begitu ya," ucap Alexa sembari tersenyum terpaksa.
Philip memicingkan matanya dan menatap Alexa lekat.
"Kau tidak bisa menutupi kekecewaan mu dari ku Alexa," ucap Philip.
"Memangnya kau ingin apa?" Tanya Philip.
"Tidak perlu aku bisa berkeliling sekitar istana sendirian," ucap Alexa.
"Kau tidak mengajakku?" Tanya Philip.
"Kau sibuk, pasti kau akan menolak," ucap Alexa.
"Kau ini, aku tidak mengatakan bahwa aku menolak bahkan kau tak menanyakannya padaku," ucap Philip.
"Apakah itu artinya kau mau?" Tanya Alexa.
Philip mengangguk. Dan Alexa tersenyum.
***
Mereka berdua sudah menggunakan mantel agar tak ada orang yang tau kalau mereka sedang berjalan-jalan.
Tapi Alexa tak mengkhawatirkan hal itu dan sebenarnya bahkan Alexa tidak mau memakai mantel tetapi Philip memaksanya memakai mantel dan Alexa pun mengalah ia sekarang menggunakan mantel. Ia malah terkadang mengobrol dengan warga desa sedangkan Philip malah menjaga jarak saat Alexa mengobrol dengan kerumunan warga desa.
"Yang mulia, apakah raja memerlakukan anda dengan baik?" Tanya seorang pemuda.
Philip melihat pemuda itu seperti melemparkan tatapan memuja untuk Alexa dan Philip berusaha menahan emosinya jika sekali saja ia tak bisa menahannya pasti semua penyamarannya akan terbongkar.
"Ah iya," jawab Alexa sembari tertawa.
Lalu Philip melihat pemuda itu menggenggam tangan Alexa. Sontak Philip membulatkan matanya.
"Jika anda diperlakukan semena-mena oleh raja maka anda dapat datang padaku kapan saja," ucap pemuda itu.
Alexa tertawa.
"Dia baik," ucap Alexa yang sudah melihat Philip menatap mereka tajam.
"Aku tau aku tak setampan dia tapi aku benar-benar menyukaimu," ucap pemuda itu.
Alexa hanya tersenyum kikuk.
"Kau ini, bagaimana kalau raja dengar? Kau kan sudah tau kalau raja kita itu orang yang tak terduga," ucap pemuda lainnya.
Lalu tiba-tiba Alexa merasa tangannya ditarik seseorang dan ternyata itu Philip.
"Ayo pergi," ucap Philip.
"Tunggu, siapa kau? Kau tak berhak membawanya pergi," ucap pemuda itu.
Philip terlihat membalikkan tubuhnya dan mengahadap pemuda itu namun wajahnya masih tertunduk ke bawah.
Alexa segera melepaskan tangannya dari pemuda itu dan langsung membawa Philip sebelum Philip melakukan hal bodoh.
"Mengapa kau membawaku pergi? Biarkan dia tau kalau kau adalah milikku," ucap Philip.
Alexa terdiam.
"Kalau kau melakukan itu, semua penyamaranmu akan terbongkar," ucap Alexa.
"Aku tidak peduli, dia dengan enaknya memegang tanganmu dan hanya aku yang boleh memegangnya karena kau milikku," ucap Philip.
"Milikmu? Itu terdengar serakah," ucap Alexa.
"Aku memang serakah jika itu tentangmu Alexa," ucap Philip.
Alexa menahan nafasnya apakah yang dikatakannya benar?
Lalu Alexa merasa tangannya digenggam oleh Philip.
"Kita akan ke mana?" Tanya Alexa.
"Ke suatu tempat pastinya," ucap Philip.
Alexa hanya menghela nafas dan mengikuti kemauan Philip.
Ternyata Philip membawanya menuju sebuah bukit yang berisi hamparan rumput hijau yang sangat indah.
Alexa benar-benar takjub mekihatnya.
Philip duduk di rumput sembari memandangi Alexa yang sepertinya sangat memuja tempat ini.
Philip tersenyum kecil.
"Alexa duduklah," ucap Philip.
Lalu Alexa duduk tetapi agak berjauhan dengan Philip.
"Mengapa jauh sekali? Kemarilah," ucap Philip.
Alexa menggeleng lalu Philip menghela nafas dan mendekat ke arah Alexa.
"Jangan berjauhan denganku," ucap Philip.
Alexa hanya terus menatap padang rumput itu dan juga bintang-bintang.
"Kau mau ku ceritakan?" Tanya Philip.
"Apa itu?" Tanya Alexa.
"Bukit ini adalah kenanganku bersama ibuku," ucap Philip.
Lalu Alexa melihat rahut kesedihan di sana.
"Jika itu menyakitkan kau tak perlu menceritakannya," ucap Alexa.
"Ku yakin kau pasti ingin tahu," ucap Philip.
"Mengapa ibumu meninggal?" Tanya Alexa.
"Karena ibuku dibunuh saat aku berusia sepuluh tahun," ucap Philip.
"Ibuku dibunuh tanpa alasan yang jelas," ucap Philip melanjutkan.
Alexa merasakan juga bagaimana beratnya untuk anak usia sepuluh tahun.
"Lalu kau?" Tanya Alexa.
"Aku bersamanya saat ia dibunuh," ucap Philip.
Alexa terdiam.
"Lihatlah," ucap Alexa sembari menunjuk satu bintang di langit. Philip ikut memandang bintang.
"Aku yakin ibumu sudah bahagia sekarang dan kau tak usah mengkhawatirkannya lagi," ucap Alexa.
Philip mengangguk dan tersenyum. Ia merasa begitu nyaman. Ia begitu nyaman dengan suara lembut Alexa dan dengan sikapnya yang selalu berhasil membuatnya tenang.
"Menurut ibuku, bintang adalah tempat tinggal para dewa dan istri mereka, dan istri mereka selalu menunggu dewa itu pulang setiap hari karena dewa selalu sibuk," ucap Philip.
"Apakah kau baru saja mengarangnya?" Tanya Alexa sembari menatap Philip.
"Iya," jawab Philip sembari tersenyum.
Alexa tertawa kecil.
Alexa memandangi benda berkilau di balik semak-semak. Ia penasaran benda apa itu.
Lalu pandangan Philip juga melihat benda berkilau di balik semak-semak. Ia panik ketika melihat benda berkilau itu melayang menuju Alexa. Alexa pun panik karena ternyata itu adalah anak panah yang melayang ke arahnya.
Sontak Philip langsung menarik Alexa agar menunduk dan terlihat anak panah yang ditujukan pada Alexa meleset menancap pada tanah hijau di bukit itu tepat di sampingnya dan Alexa.
Alexa yang melihatnya langsung kaget dan panik. Barusan ia akan dibunuh dengan panah beracun. Sekarang tubuhnya gemetaran.
Philip mengepalkan tangannya dan hendak mengejar orang yang berani-beraninya mencelakai Alexa. Namun, Alexa langsung mencekal tangan Philip.
"Aku akan membunuhnya dengan tanganku sekarang juga," ucap Philip.
Alexa masih gemetaran.
"J...jangan tinggalkan aku," ucap Alexa.
Philip melihat Alexa gemetaran. Ia langsung memeluk Alexa.
"Ayo kita pulang sekarang," ucap Philip melembut.
***