----------
"Mengapa kau bersikap baik padaku?" Tanya Victoria.
"Bukankah tadi sudah ku jawab? Aku mengerti perasaanmu Victoria," ucap Alexa.
Victoria diam dan mengikuti pandangan Alexa ke arah bunga-bunga.
"Pasti sulit untuk mengetahui kenyataan bahwa orang yang kau cintai akan menikah dengan wanita lain," ucap Alexa.
Victoria menengok dan menatap Alexa.
'Sekarang aku tau mengapa Philip begitu menginginkannya, karena kekuatannya, aku sudah nenyadari kekuatannya untuk membuat orang bahagia dan tenang,' batin Victoria.
"Jangan pernah tinggalkan Philip untukku," ucap Victoria.
Alexa tersenyum dan mengangguk.
----------
"Aku akan berusaha selalu ada di sampingnya," ucap Alexa.
Victoria tersenyum.
"Sepertinya aku harus pulang, maafkan semua perlakuanku padamu Alexa," ucap Victoria sembari memeluk Alexa.
Alexa balas memeluk Victoria dengan erat.
"Jangan sungkan untuk berkunjung ke sini," ucap Alexa.
Victoria bangkit dan mengangguk.
Lalu Victoria berjalan dan kembali menemui keluarganya.
Tetapi saat sedang di koridor istana, ia bertemu dengan Philip yang sepertinya sudah menunggunya.
"Ada apa?" Tanya Victoria.
"Kau sudah berbicara dengannya?" Tanya Philip sembari berjalan beriringan dengan Victoria.
Victoria mengangguk.
"Kau sudah mengetahui alasan mengapa dia begitu penting untukku?" Tanya Philip.
"Tentu," ucap Victoria.
Akhirnya mereka sampai di ruang tamu dan bertemu dengan keluarga Victoria.
Adipati Kerajaan German langsung menunduk. Dan Victoria mendekat ke arah mereka.
"Sampaikan terima kasih ku pada Alexa," ucap Victoria.
Philip tersenyum dan mengangguk. Lalu Victoria menunduk dan berlenggang pergi keluar istana.
Philip melihat kepergian Victoria. Ia tak bisa meragukan Alexa. Alexa benar-benar berbeda dari wanita yang berbeda dari lainnya. Ia benar-benar langka.
***
Malam harinya Alexa sedang tiduran menatap langit langit kamarnya. Ia sedari tadi memikirkan Philip.
'Sedang apa dia' batin Alexa.
Semenjak Victoria pulang sampai detik ini Philip tak menemuinya.
Alexa berpikir apakah mungkin ia merindukan Philip. Sepertinya ia benar-benar sudah jatuh cinta padanya. Alexa tertawa kecil ia merasa ini benar-benar lucu.
Ia baru beberapa bulan bertemu dengan Philip tapi ia sudah jatuh cinta dengannya. Alexa bahkan tak yakin kalau Philip juga mencintainya.
Alexa berinisiatif untuk menemui Philip di ruang kerjanya.
Alexa berlari menuju ruang kerjanya. Namun ketika sudah sampai Alexa tak melihat Philip melainkan maid yang sedang membereskan ruang kerjanya.
"Di mana Philip?" Tanya Alexa.
Maid itu kaget dengan kehadiran Alexa dan langsung menghadap ke arah Alexa.
"Yang mulia, sepertinya yang mulia raja sedang berlatih pedang di ruang latihan," ucap maid itu.
"Terimakasih," ucap Alexa.
Dan Alexa kembali berlari menuju ruang latihan pedang. Ia tak sabar bertemu Philip.
Rencananya ia ingin berjalan-jalan dengan Philip malam ini.
Ketika ia sudah sampai di dalam ruang latihan pedang, seketika suasana yang tadinya berisi suara pedang bergesekan menjadi sunyi.
Alexa menghentikan larinya.
Alexa menggigit bibir bawahnya. Sepertinya waktunya ia masuk sedang tidak tepat.
Terlihat banyak sekali pria yang Alexa tidak mengenalinya dan semua pria itu memandang Alexa.
Alexa tersenyum kikuk dan berbalik lalu berjalan keluar ruangan secara perlahan.
"Alexa," panggil seseorang yang suaranya tak asing di telinga Alexa.
Alexa menghentikan langkahnya dan berbalik. Terlihat Philip berjalan mendekatinya. Ia terlihat sangat tampan dengan baju ketat yang menampilkan semua lekuk tubuh bagian atasnya dan keringat yang mengalir di sekitar pelipis dan lehernya. Alexa meneguk ludahnya ketika Philip sudah berada di depannya. Philip benar-benar dekat dengan Alexa sehingga Alexa hanya melihat bagian dadanya yang bidang.
"Kita sudahi latihannya sampai di sini saja, sepertinya istriku sangat merindukanku sehingga repot-repot menyusulku ke sini," ucap Philip.
Dan semua orang di situ tersenyum penuh arti sembari bubar meninggalkan Philip dan Alexa berdua di ruangan luas itu.
"Ada apa? Apa kau sebegitu rindunya padaku?" Tanya Philip menggoda Alexa.
Pipi Alexa memerah padam.
"Tidak, aku hanya...," ucap Alexa ragu.
"Kau hanya?" Tanya Philip.
Alexa menghela nafas kasar.
"Iya aku merindukanmu puas kau?" Ucap Alexa.
Dan Alexa langsung membalikan tubuhnya agar ia tak melihat Philip karena sekarang ia sedang sangat malu.
"Katakan sekali lagi," ucap Philip.
Alexa tak menjawab dan tetap tak menghadap Philip.
Lalu tiba-tiba tangan Philip menarik pundak Alexa sehingga sekarang Alexa kembali berhadapan dengan Philip.
"Tatap mataku Alexa," ucap Philip.
Alexa tak bisa menatap mata itu. Tapi Alexa mencoba memberanikan dirinya untuk menatap mata biru muda yang indah itu.
Philip tersenyum ketika matanya bertemu dengan mata biru bergradasi hijau milik Alexa.
"Apakah kau tau aku juga merindukanmu?" Ucap Philip.
Alexa kaget.
"Kau pasti berbohong," ucap Alexa yang tetap tak bisa memalingkan pandangannya dari wajah tampan Philip.
"Alexa mengapa kau selalu tak percaya pada perkataanku?" Tanya Philip.
"Karena kau pasti tadi akan menemuiku jika kau merindukanku," ucap Alexa.
"Alexa tadi aku harus bekerja dan sekarang aku sedang berlatih kemampuan pedangku untuk perang yang akan datang," ucap Philip memcoba memberi penjelasan untuk Alexa.
"Perang? Apakah akan terjadi perang?" Tanya Alexa.
"Ya Alexa, perang melawan fraksi musuh yang bersekutu dengan Kerajaan Inggris," ucap Philip.
"Apakah perang itu berbahaya?" Tanya Alexa.
Philip tertawa kecil.
"Semua peperangan itu berbahaya Alexa," ucap Philip.
"Kau akan ikut perang itu?" Tanya Alexa yang entah mengapa perasaannya menjadi tidak enak.
"Tentu saja, aku ingin turun tangan sendiri menghabisi fraksi musuh yang selama ini mengancam kerajaan," ucap Philip.
"Tapi itu berbahaya bagaimana jika kau terluka?" Ucap Alexa khawatir.
"Jika aku terluka bahkan aku mati sekalipun kau akan selalu bersamaku kan?" Tanya Philip.
Perkataanya membuat Alexa takut.
"Jangan pernah terluka untukku," ucap Alexa.
Philip tertawa kecil mengingat kejadian belasan tahun yang lalu.
"Apakah kau lupa? Kau juga pernah memberiku luka karena digigit singa?" Ucap Philip dan Alexa kenbali teringat masa itu.
Philip menekuk lengan bajunya dan menampilkan bekas luka yang cukup besar pada lengan kanan Philip. Alexa menyentuh luka itu dengan lembut.
"Kau selalu datang saat aku terluka Alexa, itu sudah cukup bagiku, sejak lahir aku selalu penuh luka dan semenjak kau datang kau selalu mengobati luka itu, kau membuatku merasa tenang karena jika aku terluka kau pasti akan mengobatinya," ucap Philip.
"Tapi-" ucapan Alexa terhenti.
"Itu sudah cukup untukku Alexa," ucap Philip.
Lalu Philip menambahi,
"Oleh karena itu kita harus cepat menikah dan memiliki anak agar jika aku mati kerajaan ini akan dipimpin oleh anak kita," ucap Philip.
Alexa terdiam.
"Berjanjilah satu hal kau akan tetap mengobatiku dalam keadaan apapun," ucap Philip.
"Kau tidak boleh mati Philip, aku berjanji aku akan menyelamatkanmu," ucap Alexa.
Philip tersenyum dan memeluk Alexa.
"Aku percaya padamu," ucap Philip.
"Pertahankan tahta mu untukku," ucap Alexa.
"Aku berjanji akan memertahankannya untukmu," ucap Philip.
***