----------
"Sleep well my queen," ucap Philip.
Kemudian Philip melepaskan cengkramannya dan bangkit lalu duduk di samping Alexa.
Ia memikirkan kejadian tadi. Kejadian saat Alexa langsung melepaskan gaun yang ia kenakan dan menampilkannya memakai lingerie hitam dengan beberapa renda. Dan tentu saja ia bisa melihat jelas p******a Alexa yang hampir tumpah ketika memakai lingerie itu. Hal itu membuatnya tak bisa berpikir normal bahkan ia tak percaya bahwa ia berhasil menahan gairahnya ketika melihat wanita secantik Alexa memakai lingerie dihadapannya.
Ia mengambil jas kerajaan yang tergeletak di samping tempat tidur Alexa. Dan kembali lagi teringat saat Alexa melepaskan jasnya dan kembali memerlihatkan tubuhnya.
Philip menggelengkan kepalanya agar khayalan liarnya tak berlanjut lagi. Ia serasa sudah gila ketika mengingat kejadian itu.
----------
Setelah beberapa lama, Alexa merasakan sesuatu yang benar-benar sakit di kepalanya mungkin karena anggur waktu itu.
Ketika Alexa duduk, Ia benar-benar terkejut ketika ia mendapati dirinya ditutupi selimut dan di dalamnya ia hanya memakai lingerie. Apa yang terjadi waktu itu Alexa juga tidak tau karena ia tidak mengingatnya.
"Kau sudah bangun?" Ucap Philip membuat Alexa terlonjak kaget.
"Sejak kapan kau di situ?" Tanya Alexa.
"Sejak semalam," ucap Philip.
Lalu Alexa menunduk. Ia ingin tahu apa yang terjadi tadi malam, mengapa ia hanya mengenakan lingerie.
"Philip sebenarnya apa yang terjadi semalam?" Tanya Alexa hati-hati.
Lalu Philip hanya tersenyum miring. Alexa bisa melihat jelas wajah Philip yang sangat lelah. Sepertinya ia mengerjakan pekerjaannya semalaman di kamar Alexa.
Philip berjalan mendekati Alexa. Dan sontak Alexa menarik selimut yang menutupi tubuhnya hingga ke bawah dagunya.
"Untuk apa ditutupi?" Tanya Philip.
"Apa maksudmu?" Ucap Alexa takut.
Sekarang Philip sudah berada tepat di hadapan Alexa dan menatap Alexa lekat.
Lalu Philip duduk di samping Alexa dan mengangkat Alexa menuju pangkuannya.
"Karena aku sudah melihatnya semalam," ucap Philip.
Alexa benar-benar kaget larena sekarang ia sudah tidak bisa menutupi tubuhnya karena selimutnya terduduki oleh tubuh Philip sehingga tak bisa ia bawa untuk menutupi tubuhnya lagi.
Kali ini Philip benar-benar puas dengan penampilan Alexa. Philip lebih suka Alexa yang seperti ini dari pada Alexa yang semalam. Alexa benar-benar manis dengan wajahnya yang panik sekaligus memerah.
"Kau sangat cantik," ucap Philip.
Wajah Alexa memerah. Alexa sedang terus berusaha melepaskan diri dari Philip karena itu bisa bahaya.
"Kau ingin tahu apa yang terjadi semalam?" Ucap Philip.
Alexa mengangguk.
Philip tersenyum dan langsung mencium bibir Alexa. Philip melumatnya pelan sedangkan Alexa kaget bukan main. Philip terus memerdalam ciumannnya membuat Alexa benar-benar ingin sekali membalas ciuman itu. Akhirnya Alexa pun membalasnya dan Philip tersenyum di sela-sela ciumannya. Philip senang karena Alexa membalas ciumannya dalam keadaan sadar dan tidak ada pengaruh alkohol bahkan obat yang ada di anggur waktu itu.
Philip melumatnya lebih dalam dan sejujurnya Alexa sedikit kesusahan untuk menyesuaikan ciuman itu.
Philip menyudahi ciumannya. Sedangkan Alexa langsung menarik nafas sedalam dalamnya karena ia sama sekali tak diizinkan bernafas saat ciuman tadi.
"Semalam kau memintaku melakukannya," ucap Philip.
Alexa membulatkan matanya. Alexa berpikir apakah maksud dari melakukannya adalah melakukan itu?
"Kau pasti bercanda," ucap Alexa.
Philip hanya mengangkat satu alisnya.
"Philip lepaskan aku ingin mandi," ucap Alexa.
Namun Philip tetap tak melepaskan tangannya dari tubuh Alexa.
Akhirnya Alexa menyerah dan kembali tenang.
"Aku akan mengabulkan permintaanmu semalam," ucap Philip.
Alexa langsung menahan d**a Philip namun tetap saja Philip tak berhenti. Philip kembali mencium Alexa tanpa ampun. Lama kelamaan ciumannya berpindah ke leher Alexa.
Entah mengapa Alexa tak bisa menolak sentuhan itu. Alexa mengigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara.
Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu. Hal itu membuat Alexa dan Philip terkejut dan langsung mengubah posisi mereka.
Philip bersikap sebiasa mungkin.
"Ada apa?" Ucap Philip sedikit kesal.
Sedangkan Alexa duduk membelakangi Philip dan pelayan yang ada di depan pintu. Pipi Alexa memerah. Ia sangat malu dengan posisi yang benar-benar memalukan.
"Maaf yang mulia saya tidak bermaksud mengganggu tapi anda kedatangan tamu," ucap pelayan itu.
Pelayan itu juga dapat dengan jelas melihat Alexa yang hanya memakai lingerie dan menampilkan setengah punggungnya. Hal itu membuat pelayan itu tak dapat memalingkan pandangannya dari Alexa.
Philip yang menyadari bahwa pelayan itu memandangi Alexa dengan tatapan lapar. Philip langsung menatapnya tajam dan mendekatinya.
"Jangan memandangi wanitaku seperti itu jika kau masih menginginkan nyawamu," bisik Philip membuat pelayan itu merinding dan langsung memalingkan pandangannya dari Alexa.
Sedangkan di sisi lain Alexa sangat bersyukur karena ia terselamatkan oleh pelayan itu.
Philip berlalu dan meninggalkan Alexa sendirian di kamar. Alexa bernafas lega dan berjalan menuju cermin besar di kamarnya.
Alexa memandangi pantulan dirinya di dalam cermin. Ia bisa melihat mukanya memerah membayangkan kejadian memalukan tadi malam. Alexa benar-benar tak menyangka dirinya seperti itu.
Apa karena pengaruh alkohol? Mungkin benar karena pengaruh alkohol.
Alexa kembali berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Sedangkan di sisi lain. Philip menerima tamu yang ternyata dari keluarga besar Kerajaan German.
"Kami kesini untuk menjemput Puteri kami," ucap Adipati dari negeri German.
Philip mengangguk dan langsung berjalan menuju kamarnya karena seingatnya Victoria sedang tidur di kamarnya.
Sesampainya di kamar nya, Philip melihat Victoria yang sedang memeluk lututnya di lantai.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Philip.
Victoria tidak menjawab dan tetap memeluk lututnya.
"Victoria, keluarga kerajaan sudah menjemputmu," ucap Philip sembari mendekati Victoria.
Dan anehnya Philip kembali mendengar suara isak Victoria.
"Victoria?" Panggil Philip.
"Seharusnya anggur itu untukmu dan meminumnya bersamaku, tapi kau malah pergi dan minum bersama dia," ucap Victoria.
"Apa maksudmu?" Tanya Philip.
Philip berpikir sejenak.
"Apa kau yang sengaja memberikan obat itu di dalam anggur?" Tanya Philip.
Victoria hanya diam dan tak menjawab.
"Jawab aku Victoria!" Bentak Philip.
"Philip!" Bentak seseorang dari belakang.
Philip menengok dan mendapati Alexa sudah berdiri di pintu.
"Apakah kau selalu membentak wanita?" Tanya Alexa langsung mendekati Victoria yang sangat berantakan. Make up yang biasanya ia kenakan dengan tebal sekarang luntur karena air mata.
Philip kaget, baru pertama kali ia dimarahi seorang wanita. Karena biasanya tak pernah ada wanita yang berani memarahi nya.
"Victoria, tenang saja dia tak akan bisa menyakiti mu," ucap Alexa sembari menenangkan Victoria.
Victoria malah tambah mengencangkan isaknya. Alexa semakin bingung.
"Victoria tenanglah, apa yang dia lakukan padamu hingga kau menangis seperti ini?" Tanya Alexa.
Dan perkataan Alexa membuat Philip semakin bingung. Ia tak melakukan apapun pada Victoria. Mengapa seakan akan Alexa tak percaya padanya?
Victoria langsung memeluk Alexa. Sontak Alexa langsung membalas pelukan Victoria.
"Mengapa kau bersikap baik padaku padahal sikapku jauh dari kata baik untukmu?" Tanya Victoria.
"Karena aku tau perasaanmu, tenangkan pikiranmu Victoria," ucap Alexa sembari melepas lembut pelukannya dengan Victoria.
Philip tersenyum melihat Alexa yang dengan mudahnya menenangkan Victoria.
Victoria mengangguk.
"Sekarang bersihkan tubuhmu dan temui keluargamu, mereka sudah menunggu," ucap Alexa.
Victoria mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri meninggalkan Alexa dan Philip berdua di ruangan itu.
Lalu pandangan mereka bertemu tapi Alexa masih kesal pada Philip dan langsung memalingkan pandangannya. Alexa segera berlalu meninggalkan Philip namun Philip langsung mencekal tangannya.
"Mau kemana?" Tanya Philip.
"Taman," jawab Alexa singkat.
"Kau marah padaku lagi?" Tanya Philip.
"Aku tidak marah, aku hanya kesal padamu bagaimana kau malah memojokan wanita yang sedang rapuh?" Ucap Alexa.
"Alexa dia yang sudah menaruh obat itu sehingga kau semalam memintaku melakukannya," ucap Philip.
"Itu karena dia merasa putus asa Philip, seharusnya kau bilang baik-baik padanya, jangan malah kau bentak," ucap Alexa.
"Puteri Alexa apa yang seharusnya aku lakukan padamu? Mengapa kau selalu berhasil membuatku terpojok?" Ucap Philip.
"Lepaskan tanganku Philip, aku ingin pergi," ucap Alexa.
"Aku tidak akan melepaskanmu Alexa dan aku akan terus menggenggam tanganmu," ucap Philip.
Alexa tertawa.
"Ini bukan waktunya merayu ku Philip," ucap Alexa.
Philip tertawa kecil dan melepaskan genggaman tangannya pada Alexa.
Alexa berlalu menuju taman dan meninggalkan Philip di ruangan itu.
Sesampainya di taman, Alexa langsung menuju gazebo. Alexa duduk memandangi bunga-bunga indah di hadapannya.
"Kau sendirian?" Tanya seseorang dari belakang.
Alexa menengok dan mendapati Victoria tersenyum padanya. Victoria berbeda dari biasanya. Sekarang ia terlihat lebih natural dengan make up tipis di wajahnya. Alexa balas tersenyum pada Victoria. Victoria langsung duduk di samping Alexa.
"Mengapa kau bersikap baik padaku?" Tanya Victoria.
"Bukankah tadi sudah ku jawab? Aku mengerti perasaanmu Victoria," ucap Alexa.
Victoria diam dan mengikuti pandangan Alexa ke arah bunga-bunga.
"Pasti sulit untuk mengetahui kenyataan bahwa orang yang kau cintai akan menikah dengan wanita lain," ucap Alexa.
Victoria menengok dan menatap Alexa.
'Sekarang aku tau mengapa Philip begitu menginginkannya, karena kekuatannya, aku sudah menyadari kekuatannya untuk membuat orang bahagia dan tenang,' batin Victoria.
"Jangan pernah tinggalkan Philip untukku," ucap Victoria.
Alexa tersenyum dan mengangguk.
***