----------
"Aku pikir kau hanya main-main," ucap Alexa.
"Hmm? Memangnya bagaimana caraku bermain-main denganmu Ratu Swedia?" Tanya Philip.
Alexa tertawa mendengarnya.
Sedangkan di sisi lain Victoria melihat mereka dengan mata yang berkaca-kaca. Bahkan Victoria baru melihat senyuman yang tulus dari wajah Philip setelah bertahun-tahun ia berteman dengan Philip.
Alexa tertawa renyah bersama Philip.
----------
Victoria yang masih melihat mereka langsung mengepalkan tangannya. Namun sedetik kemudian ia tersenyum sinis dan berlalu dari tempat tadi.
Setelah beberapa saat Alexa dan Philip memutuskan untuk masuk dan beristirahat.
"Kau akan tidur di kamar ku malam ini," ucap Philip.
"Apa? Tidak bisakah kau tidur sendiri di kamar?" Ucap Alexa.
"Aku hanya ingin kau menemaniku Alexa, aku tak akan berbuat apa pun," ucap Philip.
"Bagaimana seorang raja sepertimu takut tidur sendirian," ucap Alexa.
"Aku hanya takut terjadi sesuatu," ucap Philip. Dan perkataan Philip membuat Alexa bingung.
"Apa maksudmu?" Tanya Alexa.
"Aku hanya ingin kau bersamaku malam ini Alexa, tidak bisakah kau mengabulkan permohonanku?" Ucap Philip.
Batin Alexa merasakan seperti ada yang disembunyikan oleh Philip darinya.
"Baiklah, aku mengabulkan nya," ucap Alexa sembari tersenyum.
Philip ikut tersenyum dan mereka pun berlalu menuju kamar.
Sesampainya di kamar Alexa dan Philip kaget ketika melihat Victoria sudah berada di atas kasurnya dengan posisi telentang.
Sedangkan Victoria juga yang melihat Alexa bingung. Victoria berpikir apakah Alexa selalu tidur bersama Philip? Namun ia akan tetap menjalankan misi nya.
"Apa yang kau lakukan Victoria?" Tanya Philip bingung.
"Aku? Aku hanya ingin mengajak mu minum dan berhubung aku hanya membawa dua gelas jadi bisakah kau keluar Putri Alexa?" Ucap Victoria.
"Tidak, Alexa tak akan keluar tapi kau yang akan keluar, bukankah tak sopan kau masuk ke dalam kamar tuan rumah tanpa izin? Dan kau hanyalah tamu di mana tata krama mu?" Ucap Philip.
"Kau mengusirku? Aku adalah Putri dari Kerajaan German," ucap Victoria sembari mengubah posisinya menjadi duduk.
"Aku tau kau Putri Kerajaan German, tapi apakah sikapmu itu layak disebut seorang putri?" Ucap Philip.
Lalu terdengar suara isak tangis Victoria.
Alexa kaget begitu juga Philip.
Victoria langsung memeluk Philip.
Philip sontak langsung menopang badan Victoria.
"Aku harus bagaimana Philip? Aku mencintaimu dan aku pikir aku yang akan menikah denganmu tapi kau malah memilih dia," ucap Victoria sembari terisak.
"Victoria kau mabuk, lebih baik kau istirahat," ucap Philip yang sudah menciun aroma alkohol yang nenyengat dari tubuh Victoria.
"Lalu kau akan tidur bersama dia?" Tanya Victoria.
Philip menghela nafas dan memandang Alexa.
"Istirahatlah," ucap Philip sembari mengangkat Victoria agar kembali tiduran di kasurnya.
Lalu sejenak Philip melihat wajah Victoria yang sedang memejamkan matanya Philip kembali teringat kenangan tentang masa kecilnya masa di mana ia benar-benar dikucilkan sehingga harus tinggal diam-diam di istana bagian bawah dan kenangan itu membuatnya sakit. Namun, disaat seperti itu Victoria datang dan selalu menemaninya.
Alexa mengerti keadaanya dan ia segera keluar dari ruangan itu namun tangannya dicekal oleh Philip.
Alexa mengangakat alisnya bingung.
"Kau tetap di sini, temani aku minum," ucap Philip.
"Heh?!" Ucap Alexa.
"Kau tak keberatan kan?" Tanya Philip.
"Sepertinya jika kau ingin minum jangan di sini, kau akan menganggu dia yang sedang tidur," ucap Alexa sembari menatap Victoria.
"Seperti yang kau mau," ucap Philip.
Dan Philip membawa satu gelas dan satu botol anggur di tangannya sedangkan Alexa hanya mengikuti Philip.
Philip membawanya menuju balkon yang terdapat dua buah kursi dan satu meja ditengahnya. Dari atas balkon bisa terlihat jelas pemandangan taman yang ada di istana.
Philip dan Alexa duduk kemudian Philip menuangkan anggur itu ke dalam gelas.
Alexa sebenarnya tak pernah meminum anggur sebelumnya karena sejak kecil ia tak pernah sekalipun dikenalkan pada minuman seperti itu.
Philip menyodorkan segelas anggur untuk Alexa.
"Untukmu mana?" Tanya Alexa karena ia hanya melihat satu buah gelas.
"Kita akan meminumnya bersama," ucap Philip.
Alexa membulatkan matanya.
"Dan giliran kau dulu," ucap Philip.
Alexa meneguk ludahnya dan ia segera menerima gelas anggur itu.
Alexa meminumnya. Dan Alexa merasakan rasa pahit dan bau yang sangat menyengat di mulutnya. Alexa segera menghabiskan anggur yang ada di dalam gelas dan segera menaruh gelasnya di meja.
Alexa merasakan sensasi seperti terbakar pada daerah tenggorokannya dan itu membuat kepalanya seperti berputar putar. Alexa langsung memegangi kepalanya.
Philip panik dan langsung menghampiri Alexa.
"Bodoh, mengapa kau langsung meneguk semuanya?" Ucap Philip.
Philip berpikir sejenak.
"Atau jangan bilang kalau kau itu tak pernah minum sebelumnya," ucap Philip.
Dan seketika Alexa merasakan tubuhnya terbakar. Ia ingin sekali melepas bajunya. Ia kepanasan.
"Philip... Ini sangat panas," ucap Alexa sembari bangkit dan berjalan menuju toilet untuk membasuh mukanya.
"Tunggu, Alexa kau bisa jatuh," ucap Philip langsung mengejar Alexa yang sempoyongan karena Alkohol.
Dan benar saja Alexa terjatuh di rengkuhan Philip.
"Ini... Shh sangat panass Philip..." ucap Alexa.
Philip yang melihat reaksi Alexa bingung dan langsung menempelkan punggung tangannya di dahi Alexa. Namun Philip tak merasakan panas di situ justru ia merasakan keringat mengalir di pelipis Alexa.
Alexa sudah tidak tahan dan dia langsung membuka gaun bagian atasnya dan menampilkan lingerie yang ia kenakan dan tentu saja menampilkan p******a Alexa yang seperti hampir tumpah. Sontak Philip membulatkan matanya dan langsung melepaskan jasnya dan menutupkannya pada Alexa.
Alexa kembali mencoba melepas jas milik Philip namun tangannya langsung dikunci oleh Philip.
"Apa yang kau lakukan Alexa?" Tanya Philip.
"Sangat panas," ucap Alexa yang sudah mencoba meronta agar tangannya terlepas.
'Tidak salah lagi ini pasti karena obat itu, Tapi siapa yang menaruh obat itu ke dalam anggur?' Batin Philip yang masih tak melepaskan kuncian tangannya pada Alexa.
"Philiphh.... Lepasshh kann.." ucap Alexa.
"Tidak akan," ucap Philip.
Kemudian Philip menggendong Alexa di pundaknya. Philip membawa Alexa menuju kamar Alexa.
Sesampainya di kamar Philip langsung menaruh Alexa di atas kasur. Dan lagi-lagi Alexa kembali melepaskan jas milik Philip dan itu membuat Philip frustasi dan mengacak rambutnya.
Philip langsung menarik selimut juga langsung menindih Alexa dan menahan tangan Alexa di samping kanan dan kiri kepalanya.
Alexa meronta ronta sedangkan Philip dengan tenangnya mengunci tangan dan kaki Alexa karena ia ahli judo.
Merasa lelah akhirnya Alexa memutuskan menyerah dan tenang.
"Philip lakukan," ucap Alexa.
"Kau ingin aku melakukannya?" Tanya Philip.
Alexa mengangguk pelan.
Philip menatap wajah Alexa yang memerah dan juga keringat yang mengucur di pelipisnya.
Philip mendaratkan bibirnya ke bibir Alexa dan sedikit melumatnya. Dan Alexa membalasnya dengan sangat agresif membuat Philip menyunggingkan senyuman.
Walaupun Alexa membalas ciumannya dengan agresif namun Philip tetap mengetahui bahwa Alexa benar-benar tak berpengalaman dalam hal berciuman.
Philip menyudahi ciumannya dan melihat Alexa yang masih tersengal sengal.
"Philip... Bisakah kau melepaskan selimut ini?? Ini sangat panas," ucap Alexa.
"Aku tak akan pernah melepaskannya," ucap Philip.
"Ayo lakukan Philip," ucap Alexa pelan.
"Tidak akan Alexa," ucap Philip.
Lama kelamaan Alexa merasa ngantuk.
"Tolong... Philip ini sangat panas.." ucap Alexa pelan dan sedetik kemudian Alexa tertidur.
Philip menghela nafas dan mencium puncak kepala Alexa.
"Sleep well my queen," ucap Philip.
Kemudian Philip melepaskan cengkramannya dan bangkit lalu duduk di samping Alexa.
Ia memikirkan kejadian tadi. Kejadian saat Alexa langsung melepaskan gaun yang ia kenakan dan menampilkannya memakai lingerie hitam dengan beberapa renda. Dan tentu saja ia bisa melihat jelas p******a Alexa yang hampir tumpah ketika memakai lingerie itu. Hal itu membuatnya tak bisa berpikir normal bahkan ia tak percaya bahwa ia berhasil menahan gairahnya ketika melihat wanita secantik Alexa memakai lingerie dihadapannya.
Ia mengambil jas kerajaan yang tergeletak di samping tempat tidur Alexa. Dan kembali lagi teringat saat Alexa melepaskan jasnya dan kembali memerlihatkan tubuhnya.
Philip menggelengkan kepalanya agar khayalan liarnya tak berlanjut lagi. Ia serasa sudah gila ketika mengingat kejadian itu.
***