Setelah hampir 2 jam lebih berada di ruang AULA kini akhirnya selesai dengan doa sebagai penutup
Ketiganyapun berjalan beriringan keluar dari ruang Aula dengan Wajah lesuh
"Sumpah yah p****t gue sampe kram tau gak sih" ujar ana ngedumel
"Hahaha gue kira gue doang"
"Iya Apalagi Duduk hampir 2 jam lebih tapi cuman di kasi minum doang gila yah tuh panita" timpal zei
"Iya yah gila banget kaga tau apa yah tadi gue Laper" sambung aza
namun sedetik kemudian ketiganya saling pandang satu sama lain dan,,,
"ASTAGFIRULLAHALADZIMMMMM" setelahnya merekapun tertawa
"Yuk ah balik udah laper nih gue" kata zei dan ketiganya pun langsung naik motor masing-masing kecuali ana yang nebeng sama aza
"Assalamualaiqum warohmatullahi wabarokatuh" Salam ketoganya begitu sampai dan membuka pintu
mereka langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi kayu ruang tamu
"huft bunda masih di butik ya ze? "
"iya soalnya banyak pesanan gitu"
"terus toko kue? "
"alhamdulillah aman kadang juga gue sempatkan diri buat kesana sekedar ngontrol"
"Alhamdulillah kalau gitu"
"mau makan apa nih kita udah laper gue dari tadi"
"aha Gimana kalau kita masak aja" balas zei
"yah kalau masak lama lagi dong"
"masak yang simpel aja kalau gitu"
"Emmm enaknya masak apa ya?" Kata ana sambil mengetuk-ngetuk dagunya
"Hmmm gimana kalau nasgor super pedesnya zei" usul aza
" Hm enak tuh kayaknya Terus sama Martabak telur trus gue buat jeruk peras wuih enak tuh" sambung ana
"SETUJU!" Pekik zei dan aza
30 menit berlalu ketiganya sibuk dengan masakan masing-masing Kini nasi goreng super pedes ala zei martabak telur ala aza dan es jeruk perasa ala Ana sudah tersaji di atas meja makan
"Waow enak banget girls" ujar ana
"ya iyalah siapa dulu yang masak"
"haha ya udah yuk makan keburu makananya dingin"
ketiganya pun langsung melahap habis makanan yang mereka buat selama hampir setengah jam dan ludes dalam waktu 10 menit
setelah selesai makan ketiganya beralih masuk ke kamar zei lalu berbaring dengan gaya masing-masing
"Hmm ze lo gak ada niatan mau ngerubah dekorasi kamar lo gitu" tanya aza yang sedang berbaring dengan paha ana sebagai bantalan
sedangkan zei sudah duduk bersandar di kepala ranjang dengan novel di tangannya, biasalah
"Iya perasaan Dari dulu nih kamar gak pernah berubah deh mulai dari warna sampe ke bingkai kecil di atas meja belajar" sambung ana
"Hahaha Mau rubah apanya lagi sih ?Lagian gue lebih nyaman sama kamar gue dari dulu ampe sekarang" jelasnya sambil melihat langit-langit kamarnya
"Tapi yah setau gue lo itu orangnya cepet banget bosen sama sesuatu tapi ini kamar dari dulu sampe sekarang masih aja sama"
"selain karena gue suka dan nyaman sama semuanya, setiap sudut kamar ini menjadi saksi gimana gue 4 tahun lalu hingga menjadi Zeira yang sekarang,Dan juga kamar ini udah penuh dengan kenangan kita bertiga susah seneng bareng nangis bareng semuanya deh jadi gue gak mau ngerubah nya walaupun hanya sedikitpun" jelasnya dengan wajah serius,melihat itu kedua sahabatnyapun langsung bangun dan berpelukan.
"Eh temenin gue ke indomaret depan yuk cemilan gue abis" ajak zei melerai pelukan ketiganya
"harus banget ya sekarang? "
"ya iyalah kan sebentar sore bantuin kalian di acara keluarga lo berdua"
"owh iya ya lupa gue Astagfirullah"
"ya udah hayuk"
Sesampainya Di indomaret Ketiganya masing-masing berpencar mencari apa yang ingin d beli
"udah semua kan! yuk berangkat" Ucap aza yang sudah siap di depan pintu
yah selesai melaksanakan sholat ashar ketiganya langsung bersiap-siap ke tempat pelaksanaan acara keluarga ana dan aza
"eh bentar ana mana? Naaa cepetan" teriak zei
"Iya bentar ze ini mau selesai tinggal pake jilbab" balasnya dari dalam kamar
"astaghfirullah na cepetan napa ini udah mau mulai"
"iya sabar za orang tinggal pake jilbab juga ih"
"udah kan jangan pada berantem lagi ini udah telat yuk" lerai zei
merekapun keluar dari rumah tak lupa mengunci pintu dengan kunci lalu berangkat ke rumah aza
setelah menempuh perjalanan 20 menit motor keduanya masuk ke pekarangan rumah yang lumayan besar namun tetap terlihat sederhana
"Assalamu'alaikum" ucap ketiganya begitu masuk
"wa'alaiqumussalam sini sayang" Jawab bunda mira alias bunda dari ana
"kalian kenapa datangnya jam segini sih kita tuh dari tadi kekurangan tenaga"
"hehe ya maaf bund tadi kita pulang dari kampusnya agak lambat jdinya baru datang sekarang" jawab zei
"oia bund mama belum datang ya? " tanya aza
"udah kok malah udah dari tadi siang di sini. Ya udah kalian ke belakang gih bantu-bantu"
ketiganya pun langsung menuju ke Belanda alias belakang dapur mengambil peran membantu
setelah acara syukuran selesai semuanya pun lanjut dengan acara makan-makan dan berbincang satu sama lain
"iya udah kuliah dia, eh éta anakna, Ana sini dulu sayang" Panggil bunda mira
"iya bund kenapa? "
"kamu ingat ga sama tante arni? " tanya bunda dan hanya di jawab gelengan dari ana
"ini loh tante arni maminya Genta kak" mendengar itu sontak ana langsung tersenyum menyalimi
"Ya Allah tante arni gak nyangka makin tua makin cantik aja ya maaf banget aku lupa tadi tan "
"hehe iya sayang gak pp Masya Allah tamba gelis ya na"
"hehe Alhamdulillah makasih tan"
"Hai mami eh ada tante mira" ujar cow yang baru datang bergabung
"eh genta nih sepupu kamu " sambil menunjuk ana
"ini genta? Genta yang dulu masih bocil ya?"
"haha iya yang dulu suka banget kamu jailin" balas bunda
"ini kak ana ya mi? "
"ya Allah gak nyangka gue baru ketemu lu lagi"
"kamu sama ana dulu ya mami sama tante mira mau ke sana dulu" ucap mami dan di balas anggukan dari ana dan genta
"sumpah ya kamu teh sekarang tinggi pisan padahal teh dulu masih bocil"
"haha ya iyalah lo aja berubah masa gue bocil terus"
"haha iya ya ya udah yuk ke sana gabung"
saat itu juga genta melihat seseorang yang menurutnya tidak asing untuknya dan ternyata benar
"itu kan cewe waktu itu"
"saha nu dimaksud" tanya ana
"itu cewe yang lagi main sama anak kecil" katanya sambil menunjuk perempuan yang ia maksud
dan di ikuti ana melihat siapa yang genta maksud
"owh yang itu? "
"iya keluarga kita juga ya tapi kumaha atuh kuring kakara nyaho, anaknya tante siapa? "
"ish itu mah bukan saudara kita atuh eh Saudara juga iya"
"yang benernya yang mana atuh na"
"maksudnya teh itu sahabat gue udah kayak saudara lah pokonya mah"
"emang kunaon? "
"kenalin dong na" sontak ana langsung melototinya
"ngapain? "
"ya gak pp pengen kenalan aja"
"hadeh percuma , dia mah anti b***k"
"ck kenalin aja dulu na"
"ck ga mau ah sendiri aja sana" kemudian berlalu pergi meninggalkan genta sendirian
setelah kepergian ana genta berusaha mengumpulkan keberaniannya tuk menghampirinya walaupun sebenarnya ia juga ragu
"punten" Ucap genta ke cewe yang sedang sibuk bercanda dengan anak kecil
mendengar itu sontak ia mengangkat kepalanya tuk melihat siapa
"em maaf kamu yang waktu itu di gramedia kan ya? " Tanya genta membuka suara yang kemudian hanya di balas anggukan tanpa ekspresi dari cewek di depannya
"hmm Abdi genta salam kenal" sambil menjulurkan tanganya
"zeira" katanya sambil menyatukan kedua tanganya di depan d**a,Hal itu membuat genta jadi malu dan menarik kembali tanganya
"em lo_" belum selesai ia ngomong sudah di potong duluan oleh zei
"em maaf gue duluan" balasnya dan berlalu pergi meninggalkan genta
"huft gini amat hidup, tadi di tinggal ana sekarang zeira"
namun sedetik kemudian ia tersenyum senang "tapi gak pp intinya mah gue udah tau namanya"