tak terasa waktu berjalan begitu cepat tanpa kita sadari padahal baru kemarin rasanya hari senin tapi sekarang sudah hari senin lagi
cuaca hari ini tidak secerah biasanya, hari ini awan terlihat murung namun belum menangis dan Zei berharap langit sedikit berbaik hati padanya menunda hujan hingga ia sampai di kampus
padahal ia masih punya banyak waktu untuk sarapan dulu di rumah dengan tenang karena masih jam 06:39 sedangkan kelas paginya hari ini jam 8 tepat
di karenakan ibunya yang sudah berangkat pagi buta karena ada pesanan yang harus ia kerjakan dan juga Zei yang ingin mengembalikan buku di perpustakan alhasil ia memutuskan untuk berangkat lebih awal
sesampainya di kampus ia langsung berjalan menuju perpustakaan yang lumayan jauh karena tempatnya yang berada di bagian belakang kampus
walaupun begitu kampus tidak terlihat sepi karena sudah ada beberapa mahasiswa yang sudah mulai berdatangan
setelah lumayan lama menghabiskan waktu di perpus dengan hanya mendengar lagu dari ponselnya ,
ia kemudian bangkit lalu keluar dari perpus menuju kelasnya karena lagi 5 menit tepat jam 8 dan sudah ia pastikan kedua sahabatnya sudah datang
"Assalamu'alaikum girls" ucapnya saat sudah berada di samping keduanya
"wa'alaiqumussalam bungsu"
"lo baru dateng ze?! " Tanya aza
"gak! udah dari jam 6 gue di sini"
"buseet ngapain lo datang jam segitu?
mau temani penghuni sini lu? "
"haha dih Astagfirullah sembarangan lu na, gue mau ngembaliin buku di perpus jadi ya gitu deh"
"kan bisa jam setengah 8 ze!"
"iya kan bisa jam setengah 8 Rajin banget lu datang jam segitu"
"iya juga sih"
"ck tanggung lagian udah terjadi juga kan" sambungnya
"Berarti lo belum sarapan dong ini? " tanya ana dan di jawab anggukan dari ze
"hehe biasalah ntar aja sekalian atuh"
"hm gini nih ini nih yang salah kebiasaan buruk"
"lo tu bisa gak sih ze sehari aja jaga pola makan lo"
"tahu ntar giliran ngemil aja lu nomor sepatu"
"SATTUU NUR SAFIRA KHANZAAAA" ucap keduanya bersamaan dengan datangnya dosen pembimbing
setelah selesai dengan urusan kampusnya Zei melirik jam yang melingkar di tangannya dan ternyata sudah jam 4 sore
sebenarnya ia sudah pulang bersama kedua sahabatnya 2 jam yang lalu tapi karena di mintai tolong sama dosennya jadinya ia baru pulang sekarang
"hmm udah jam segini juga sekalian ke gramedia aja deh tapi laper juga" Ujarnya bermonolog sendiri sambil memegang perut ratanya
"beli cemilan aja deh buat ganjal dari pada gue kelaperan"
begitu sampai gramedia ia memarkirkan motornya llu masuk ke dalam mencari novel yang menurutnya bagus tak lupa cemilan yang masih setia di tanganya
"Hmm novel apa ya yang gue belum punya? kayaknya udah semua deh, udah ah cari aja dulu siapa tau ada yang seru buat di baca" ujarnya ngedumel sambil mengunyah cemilanya
"P E R E M P U A N D I T I T I K N O L" ucapnya mengeja satu persatu huruf di salah satu cover novel di bagian atas rak yang lebih tinggi darinya
"ini novel tentang perempuan itu kan ya? " tanyanya pada diri sendiri dan langsung ingin mengbilnya tapi karena posturnya yang terlalu pendek mengharuskannya jinjit dengan cemilan di tanganya, lumayan ribet
saat tangannya hendak sampai namun sayangnya ada uluran tangan dari belakangnya yang juga mengambil buku yang sama,
sontak zei langsung refleks menurunkan tanganya dan langsung mundur menghindar walaupun belum tahu perempuan kah atau laki-laki
"eh sorry lo mau buku ini juga ya? " tanya seseorang di hadapannya, dari suaranya sudah zei tahu kalau dia adalah seorang laki-laki
"tapi kayaknya stok bukunya habis deh" sambungnya lagi sambil melihat tempat semula
"hm gak pp " jawabnya dan langsung melangkah pergi dengan mengalihkan pandangannya tanpa ingin melihat lawan bicaranya
"eh tunggu " katanya membuat zei yang mau melewatinya terpaksa berhenti dengan wajah datarnya
ia menyodorkan buku yang tadi ia pegang " Nih buat lo mungkin lo lebih butuh " ujarnya
mendengar itu zei dengan raut wajah bingung melihat sekilas Cowok di hadapannya yang sedang menyodorkan buku dengan senyumnya
dan tanpa ba bi bu zei langsung mengambilnya "Jazaakallah khayran " ucapnya berterimakasih lalu berlalu pergi
cuek? yah beginilah zeira jikalau sudah bertemu orang baru apalagi seorang laki-laki
zei termasuk orang yang sensitif dengan yang namanya cowok mengingat dulu kejadian 5 tahun silam
dan bukannya wajar kita sebagai perempuan bersikap cuek pada laki-laki yang bukan mahramnya?
jadi tidak ada salahnya perempuan bersikap seperti itu dengan tujuan mengurangi kontak antara lawan jenis
tetapi buka berarti tidak bisa! Perempuan bisa berteman dengan laki-laki asalkan tau batasan dan juga jika ingin berkomunikasi maka sepentingnya saja jadi kalau tidak penting lebih baik sudahi saja
perempuan cuek dan judes bukan berarti sombong atau Jual mahal tapi itu hal wajar karena bukan berarti kita merasa lebih cantik atau sempurna tetapi kita hanya menjaga apa yang seharusnya kita jaga
sebagai contoh bukankah kita juga menginginkan pasangan yang terjaga atau bisa di bilang sholeh/sholehah? Maka pikirkan dulu dan tanyakan pada diri kita sendiri sudahkah kita berusaha untuk menjaga diri?
jadi kalau di bilang kita jual mahal? yah memang kita ini mahal tidak sembarangan orang bisa dapatkan kita dengan cara murahan, Dan kalau dia laki-laki yang baik ia pasti tau alasan perempuan cuek dan jual mahal
(ini hanya sebagai penjelasan saja dariku girls dan semoga bermanfaat)