Zei masuk ke kamarnya menyimpan tasnya di tempat semula Lalu membanting tubuhnya ke kasur kesayanganya
Jam Menunjukan pukul 9 malam dan yah zei baru pulang karena tadi setelah pulang dari gramedia ia menyempatkan diri ke toko kue ibunya dulu
sesudah menutup toko kuenya ia bersama kedua pekerjanya memutuskan makan malam dulu di warteg lengganannya zei yang tak jauh dari toko milik ibunya
zei yang hendak memejamkan matanya harus tertunda akibat ketukan pintu dari luar kamarnya
"zeira! " Panggil ibu dari luar
"masuk aja bu gak di kunci"
ia yang tadinya berbaring pun perlahan beralih duduk
"maaf ya bu zei pulangnya agak lambat soalnya tadi selesai tutup toko zei aza sama ana makan dulu warteg depan toko" jelasnya ke ibu yang sudah duduk di bibir ranjangnya
"iya sayang kan tadi udah kasi tau ibu"
"oh iya ya bu hehe Maaf deh zei lupa" jawabannya dengan cengiran
"oia pasti belum sholat isya kan? " tanya ibu dan di jawab cengiran oleh zei
"ya udah gih mandi terus sholat isya habis itu tidur ya kalau laper ada makan di meja udah ibu masakin"
"makasih ibuuu" katanya dan langsung berhambur memeluk tubuh ibunya
Setelah mandi sholat isya bukanya tidur istirahat ia malah memilih tuk maraton novel,
bahkan tersisa 1 novel dari empat novel yang kemarin ia beli bersama kedua sahabatnya
namun sebelum maraton novel ia bergegas keluar mengambil beberapa stok cemilan yang sudah ia siapkan
lalu membuka aplikasi sejuta umat alias w******p yang sudah di penuhi dengan Notif yang tidak lain tidak bukan dari Grup nya yang hanya ada dirinya aza dan ana namun ia memilih nanti ututuk membacanya nanti
"lo liat ini!gue bisa aja ngedit foto lo tanpa sehelai benangpun dan gue post di sosmed!" ancam cowo di hadapanya sambil mencengkram dagu ceweknya kuat memaksakannya melihat apa yang ada di layar handphonenya
"Lepasin Lo gila lakuin hal sebodoh dan sejorok itu lo gak mikiri_" balasnya sambil berusaha melepas cengkraman di dagunya
"LO AJA GAK MIKIR PERASAAN GUE DIB!" bentaknya seraya menunjuk cewek di depanya yang sudah menangis sejak tadi
"LO EMANG CEWE GAK TAU DIRI,MURAHAN,p*****r!!!"
seketika zei langsung terbangun dari mimpi buruknya lebih tepatnya kejadian masalalunya beberapa tahun silam,dengan wajah ketakutan penuh keringat
"huft Astagfirullahalazim Astagfirullahalazim" ucapnya seraya melafalkan beberapa kali istighfar sambil memegang kepalanya yang terbalut hijab
setelah beberapa kali beristighfar hingga membuatnya sedikit tenang,Zei beralih mengambil ponsel di sampingnya lalu melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 2:35
ia pun bergegas turun dari kasur kemudian keluar kamar mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajjud
selepas melaksanakan dua harakat sholat tahajjud ia lalu bertafakur mencurahkan semua isi hatinya pada Sang pemilik hati
"Ya Allah ya Robby ya Rahman ya Rahim ampunilah hamba ya robb atas semua kesalahan hamba di masalalu hingga sekarang,
ampunilah aku yang pernah dengan bangga mengumbar auratku ya rabb,
ampunilah hamba yang pernah dengan bangga punya pacar padahal "
"ya Allah hamba tahu semua apa yang terjadi itu atas dasar kehendakMu,Tapi kumohon ya Allah bantu hamba melupakan kejadian di masalaluku dan memaafkan orang-orang yang ada di masalaluku_"
katanya di iringi tetes air mata yang sudah membanjiri pipinya
"Aamin Aamin ya Robbal alamin" setelah menyudahi doanya dengan Aamiin ia lalu beralih ke rak buku mengambil Buku favoritnya Al-qur'an kemudian memnacanya, uuntuk mengisi kekosongan menunggu adzan subuh.
ketiga sahabat itu kini sudah berada di kantin kampus padahal jam masih menunjukkan pukul 11:20 , mereka sengaja datang lebih awal karena tahu dosen mereka kali ini tidak suka dengan Keterlambatan alhasil mengharuskan mereka datang lebih awal mengingat si sulung alias ana yang ngaretnya di luar binasa
"Ha emang tu dosen ngasih tugas apalagi? " tanya ana sambil menggeser kursi agar bisa duduk
" Itu yang tugas waktu itu soal presentasi Na" jawab zei
"owh yang jodoh gue presentasi itu ya? "
"si Rafly maksud lo? "
"Nah itu tahu za"
" hadehh ana ana lo halnya ketinggian "
"dih masih mending gue dari pada si zei sukanya Sama sosok fiksi gak nyata pula" Sindiran yang sedangkan zei hanya terkekeh
"mending fiksi kali na kita udah tahu pasti ini gak nyata dari pada di dunia nyata Tapi kayak fiksi" balas zei membuat ketiganya tertawa
"makasih kang ucap zei pada Mas kantin
melihat begitu banyak makanan dengan berbagai jenis di hadapan ketiganya membuat aza dan ana sontan saling pandang
" zeii?! "
"are you okay? " tanya aza
bukan tanpa sebab aza bertanya begitu, tetapi zei adalah tipe orang yang akan naik drastis mood makanya di saat ia ada masalah
bahkan tidak hanya saat ada masalah tapi juga saat badmood makanya mood makannya akan naik dan itu sudah tidak di herankan lagi oleh aza dan ana
mungkin kebanyakan orang akan hilang selera makannya ketika sedang badmood atau ada problem tapi itu tidak berlaku untuk seorang Zeira Adiba Humayrah
"hmm yes i'm okay"
"seriously" sambung ana memastikan
"yes i'm serious ya cuman Lagi mumet aja banyak tugas kampus" jawabnya
mendengar jawaban itu sedikit mengurangi rasa khawatir mereka
"huft syukurlah kalau gitu"
" ya udah lo makan aja biar mumet lo ilang"
"dan semoga lo bisa habisin semuanya sebelum jam masuk kelas sih" ucap ana menjahili zei