Fajar baru saja mengintip di balik perbukitan saat Kairos dan timnya mulai berkemas.
Kabut masih menutup sebagian danau, membuat udara terasa lembap dan dingin.
Matteo sedang menggulung tenda, Ernel memadamkan sisa bara, sementara Lucas memeriksa senjata yang tersimpan di bagasi mobil.
“Sudah siap berangkat, Tuan,” ucap Lucas pendek.
Kairos mengangguk kecil, menatap sekeliling untuk memastikan tak ada yang tertinggal.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, pikirannya terasa sedikit ringan.
Ia bahkan sempat membayangkan wajah Claire di balkon—samar, tenang, dengan selendang di bahunya.
Namun ketenangan itu terputus oleh suara mesin motor yang meraung dari kejauhan.
Beberapa detik kemudian, tiga mobil berhenti tak jauh dari mereka.
Dari salah satunya keluar sosok pria paruh ba