Sore hari.
Hujan turun deras, membasuh kaca jendela dengan irama yang lembut namun murung. Claire duduk di kursi dekat jendela, menatap kosong ke arah halaman yang tertutup kabut tipis.
“Apakah di tempatmu berpijak juga sedang turun hujan, Kairos?” bisiknya pelan, ujung jarinya mengguratkan garis samar di permukaan kaca yang dingin.
Ucapannya menguap bersama embusan napas yang berembun. Ia teringat pada perkataan Liora saat sarapan tadi pagi — ‘Bagaimana dengan Tuan?’
Claire menunduk. “Benar… aku memang selemah itu jika dibandingkan dengan dirimu,” gumamnya sembari tersenyum getir.
Ketukan ringan di pintu membuyarkan lamunannya. Tanpa menunggu jawaban, Liora masuk dengan langkah ringan namun tatapan tajam penuh perhatian.
“Aku sedang tidak ingin berdebat,” ujar Claire tanpa menoleh.