Di bawah langit malam yang kelam dan angin laut yang menusuk tulang, Kairos Dubois berdiri tegak di hadapan sebuah gedung terbengkalai yang menghadap ke dermaga. Gedung itu sudah lama tak terurus, dindingnya mengelupas dan atapnya nyaris roboh, namun kehadiran Kairos menjadikan tempat tersebut seolah medan kehormatan.
Di belakangnya, Lucas, Ernel, dan Matteo berdiri dalam diam. Tiga orang kepercayaannya yang tidak pernah bertanya, tidak pernah ragu. Di belakang mereka, hanya sepuluh orang tambahan dari jaringan luar kota yang diturunkan secara diam-diam. Jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan dengan lawan mereka malam itu—sedikitnya lima puluh orang bersenjata, berdiri dalam barisan rapat seperti kawanan serigala kelaparan.
Salah satu pria dari pihak lawan maju ke depan. Badannya kek