Pagi setelah kebakaran, Sterling Vance berdiri di tengah kantornya yang bau arang dan air, dan ia tidak berteriak. Itulah yang membuat Roy Deglan, yang berdiri kaku di hadapannya, merasa lebih ngeri daripada jika ia berteriak.
Vance tidak pernah berteriak. Ia menimbang.
"Brankasnya terbuka," kata Vance pelan, menelusuri pintu besi yang menganga dengan ujung jari, seakan menyentuh luka. "Tidak dibobol dengan dinamit. Tidak dicongkel. Dibuka. Oleh seseorang yang tahu cara mendengarkan gerigi." Ia berbalik, dan matanya yang abu-abu dingin menatap Deglan. "Dan satu halaman hilang dari buku yang seharusnya tidak ada orang lain di kota ini tahu keberadaannya. Bukan dicuri seluruhnya. Satu halaman. Itu bukan pencuri biasa, Roy. Pencuri biasa membawa emas. Ini orang yang membawa kertas."
Deglan menjaga wajahnya tetap kosong, dan dalam diam itu ia membuat sebuah keputusan yang akan menghantuinya berbulan-bulan ke depan.
Ia tidak menyebut nama Crane.
Untuk menyebut nama itu, ia harus mengakui sesuatu yang lebih berbahaya bagi lehernya sendiri daripada bagi siapa pun. Mengakui Elias Crane hidup berarti mengakui bahwa pekerjaan di Hollow Bend empat tahun lalu tidak pernah benar-benar tuntas. Vance telah membayar Deglan dengan sangat baik untuk satu hal: memastikan satu-satunya pengawal yang selamat dari malam itu membusuk di penjara teritorial dan tak pernah keluar lagi, atau keluar sebagai pria yang patah dan tak berbahaya. Jika Vance tahu bahwa pria itu kini berjalan bebas di Cedar Gulch, membuka brankas, mencuri halaman buku kadar — maka pertanyaan Vance berikutnya bukan 'siapa', melainkan 'mengapa kau biarkan ini terjadi, Roy'. Dan Sterling Vance bukan orang yang membiarkan kesalahan berjalan tanpa menemukan seseorang untuk menanggungnya.
"Pencuri upahan," kata Deglan akhirnya, suaranya rata. "Disewa salah satu pendulang yang dendam soal klaimnya. Mau memeras. Aku hampir menangkapnya tadi malam, tapi dia menyalakan api dan kabur lewat jendela ngarai. Sudah jauh sekarang. Mungkin sudah keluar kota."
Vance menatapnya lama. Terlalu lama.
"Mungkin," kata Vance akhirnya, dan dalam satu kata itu Deglan mendengar bahwa orang tua itu tidak sepenuhnya percaya. "Atau mungkin tidak. Pria yang membuka brankasku dengan tangan kosong dan hanya mengambil kertas tidak akan kabur dari kota, Roy. Dia akan kembali. Orang yang mencuri kebenaran selalu kembali untuk lebih." Ia menutup pintu brankas yang kosong itu pelan-pelan. "Cari dia. Sisir setiap gubuk, setiap tenda, setiap saloon. Dan kali ini, bawa dia padaku hidup-hidup. Aku ingin tahu apa yang dia tahu sebelum dia tahu lebih banyak."
Deglan keluar ke jalan berlumpur dengan keringat dingin di tengkuknya, dan untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun melayani Vance, ia merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan: ia memegang rahasia yang lebih berbahaya bagi tuannya daripada bagi musuh. Crane hidup. Hollow Bend belum mati. Dan jika Vance pernah mengetahui bahwa Deglan menyembunyikan ini, Deglan tahu persis bagaimana orang yang menyembunyikan kesalahan dari Sterling Vance berakhir — di dasar terowongan, dicap kecelakaan, dengan bunga di pemakamannya.
Retak pertama telah muncul di antara tuan dan anjingnya, halus dan tak terlihat, seperti retak rambut di poros sebuah timbangan. Dan retak semacam itu, Elias akan segera tahu, adalah tempat seluruh mesin pada akhirnya bisa dipatahkan.