Mereka akan keluar untuk menstabilkan keadaan.
Mereka hanya menjaga keseimbangan kekaisaran.
Sama seperti ayahanda, Dia menjaga keseimbangan Negara dibawah Kekaisaran Liang. Dan juga keseimbangan diantara para kediaman pejabat.
Tidak ada yang boleh lebih menonjol diantara, itu harus seimbang.
Long Qingyang melihat kata yang ia tulis di kertas dengan sini.
Suara ribut diluar mengganggunya, jadi di keluar dari tenda untuk melihat apa yang terjadi.
Dia melihat Long Zixun kembali dari perburuan dan bertanya, "Saudara, Apa yang terjadi?"
Long Zixun melihatnya datang, dan berkata dengan kesal, "Ada penyerangan di hutan."
Long Qingyang mengangkat alisnya.
Long Zixun melihatnya lagi dan berkata canggung, "Untung saja, Sepupu Hao ada disana dan melindungi kami."
Dia menatap Long Qingyang dengan senyuman bodoh dan merangkul Jun Hao disampingnya.
Jun Hao melihat Long Qingyang dan Long Zixun bolak balik sebelum berkata dengan canggung, "Hehe... Benar sepupu."
Long Qingyang tersenyum dalam dan berkata dengan santai, "Baguslah kalau begitu."
"Oh ya. Siapa yang terluka?"
Long Zixun langsung menjawab, "Oh! itu Lan Yi. Tapi tidak apa-apa saudari. Dokter kekaisaran sudah menanganinya."
Long Qingyang berkata dengan tenang, "Baiklah kalau begitu."
Dia berbalik dan kembali ke tenda, berkata dalam diam, "Tiga sekawan bodoh ini."
Memastikan keadaan sekitar aman, dia menyelinap ke dalam hutan.
Ditemani angin sepoi-sepoi di tengah hutan, diiringi alunan lonceng dari ganggang payung nya.
"Xi Xian, Xi Xian. Tidak bisakah kamu hanya datang untuk bertamu."
"Begitu usil."
Dia terus berjalan jauh dan berhenti ketika melihat sekumpulan orang berpakaian hitam.
Berjalan perlahan mendekati mereka. Orang-orang berbalik, mengeluarkan senjata dan bersiap menyerang.
Long Qingyang tersenyum dalam dan berkata, "Xi Xian."
Sekelompok orang itu dengan refleks melihat gerbong kereta kuda.
Tetapi setelah lama, tidak ada gerakan.
Long Qingyang memutar matanya bosan dan mendengus. Dia melangkah maju, loncengnya ikut bergoyang.
Sekelompok orang itu juga ikut bergerak dengan waspada.
Long Qingyang tersenyum dan berkata, "Tiga...Dua...Satu... Jatuh!"
Brukk
Sekelompok orang itu jatuh tanpa perlawanan ketika kalimatnya selesai.
Long Qingyang berdiri membelakangi kereta kuda dan berkata pelan dengan nada tanpa bantahan. "Keluar!"
Xi Xian keluar dengan arogan dari gerbong, "Siapa kamu?"
Long Qingyang tersenyum dalam, "Kamu mengusik wilayahku dan kamu bertanya siapa aku? Kamu bercanda?"
Siapa yang berkuasa diwilayah ini? Xi Xian berpikir keras. Apakah orang-orang kekaisaran?
Tapi siapa?
Ding...
Suara lonceng bergema dengan irama yang aneh.
Long Qingyang tersenyum dan berkata, "Xi Xian, lihatlah dimana kamu berdiri sekarang."
Xi Xian mendongak dan mendapati sekitarnya gelap gulita, tidak ada lagi pepohonan, dia tidak lagi berdiri di dalam hutan. Tetapi disebut ruangan tua, dingin dan gelap gulita.
Long Qingyang berbalik dan melihat kepanikannya, "Apa yang kamu lakukan?"
Xi Xian terlihat sangat panik dan berkata dengan gemetar, "Tidak aku, tidak melakukan apapun."
"Tidak...tidak..."
Long Qingyang berdiri tanpa tergerak melihat Xi Xian meringkuk ditanah, "Lihatlah baik-baik."
"Apa yang kamu lakukan."
Xi Xian terbangun, merangkak dengan panik, terus melihat kiri kanan dengan waspada, "Aku...aku...tidak melakukan... apa-apa..."
"Itu... itu... Putra Mahkota."
Long Qingyang berkata dengan tenang, "Ya. Itu Putra Mahkota."
Xi Xian terlihat seperti memiliki sedikit harapan ketika mendengarnya, "Ya, benar. Itu Putra Mahkota yang mendorong Selir Agung ke danau. Bukan aku!"
Dia berteriak dengan panik, berkata dengan keras, takut suaranya tidak cukup kuat sehingga mereka tidak bisa mendengarnya.
"Ya. Itu Putra Mahkota, bukan kamu."
Xi Xian semakin panik dan bersemangat, "Ya. Itu Putra Mahkota."
Seiring dengan suara lonceng yang bergema, kepanikan Xi Xian semakin bertambah bersamaan dengan semakin intens nya deringan lonceng di ganggang payung Long Qingyang.
Deringan yang begitu intens tiba-tiba berhenti di tengah dan...
Brukkkk
Xi Xian juga terjatuh tidak bergerak.
Long Qingyang tersenyum, melangkah mendekati tubuh Xi Xian dan mengambil pedangnya.
Sekelompok orang itu terbangun tapi sebelum mereka mengambil nafas, pedang dingin melewati leher mereka dan kembali jatuh.
Long Qingyang melempar kembali pedang itu ke tubuh Xi Xian.
Berjongkok di sampingnya dan berbisik, "Xi Xian, sekarang ada dua jalan di depanmu. Kamu paling paham bagaimana Putra Mahkota dan Pangeran Ke-lima."
Dia sedikit menyunggingkan bibirnya, "Hasilnya bisa saja sama tetapi dengan cerita yang berbeda."
Dia berdiri, memandanginya sebentar, kemudian berbalik pergi.
Beberapa hari kemudian, Long Qingyang berdiri di depan restoran bersama Putra Mahkota, Jun Hao dan Lan Yi.
Long Zixun tersenyum bangga, "Nah! Ini dia, restoran baru paling populer di ibukota."
Jun Hao berkata dengan tercengang, "Ini baru buka beberapa hari yang lalu, tetapi sudah seramai ini."
Long Zixun menoleh pada Long Qingyang berkata, "Saudari, ayo masuk. Aku sudah memesan ruang. Kita akan merayakan Lan Yi yang sudah sehat."
Long Qingyang hanya tersenyum dan mengikuti mereka masuk ke restoran.
Melihat anak-anak bodoh ini begitu bersemangat, Dia berharap mereka akan terus seperti ini.
Dulu dia salah memahami saudaranya. Karena dia hidup waspada di Negara orang dia juga berharap Saudaranya hidup sama menderitanya dengan dia.
Kebahagiaan keluarga Long adalah duri dihatinya dan sangat menggangu mata.
Dia tidak bisa melihat ketulusan mereka. Dia menganggap mereka semua berpura-pura baik padanya.
Mengingat ini, bagaimana bisa, dia, orang yang sangat logis tenggelam dan kalah dengan perasaan nya sendiri.
Berprasangka buruk, membuat masalah dan menentangnya dimana-mana.
Prasangka buruk nya menenggelamkan dirinya, dia memilih jalan yang terjam.
Sepanjang mereka masuk ke restoran, ada alunan Qin yang mengiringi.
Begitu hampir mencapai dua anak tangga terakhir...
Ding!
Suara senar yang putus dan langkah Long Qingyang berhenti bersamaan.
Long Qingyang menutup matanya sebentar, merasa dunia disekelilingnya tiba-tiba berputar.
"Saudari."
Suara panggilan Long Zixun menariknya kembali ke kenyataan.
Long Qingyang menatapnya langsung.
"Kenapa berhenti, ayo pergi." Katanya sambil tersenyum.
Long Qingyang mengangguk mengiyakan dan kembali mengikuti mereka.
Long Qingyang menoleh ke panggung kecil tertutup tirai tempat orang itu bermain Qin.
Seakan dunia diperlambat, tirai tertiup angin dengan halus. Long Qingyang melihat sampai wajah orang itu.
Dia berkata dalam diam, "Wajah yang begitu menarik."
Begitu mereka masuk, makanan juga dihidangkan.
Long Zixun segera mulai mengoceh, "Ayo, kita rayakan Lan Yi yang sudah sehat kembali."
"Ayo bersulang."
Long Qingyang hanya mengikuti kesenangan mereka.
Tiba-tiba pandangannya kabur dan berputar, jadi dia segera meneguk anggur di gelasnya.
Dia berpura-pura sedikit mabuk, menopang tangannya dan memijat keningnya.
Long Zixun melihatnya dan berkata, "Saudari, kamu tidak bisa minum?"
Long Qingyang memejamkan matanya, "Sedikit pusing."
Long Zixun berkata, "Siapa yang mabuk hanya dengan segelas kecil anggur."
Long Qingyang menunjuk arah berlawanan dengan sangat, "Dia."
Long Qingyang menoleh ke sampingnya dan melihat Jun Hao telah pingsan.
Lan Yi disamping sangat marah melihatnya, "Jun Hao, bangun."
Dia berkata deng kesal, "Bagaimana bisa, calon Jendral muda tidak bisa minum. Huh!"
Long Zixun juga ikut mendengus.
Long Qingyang menggeleng, "Kalian bersenang-senang, aku hanya akan ikut makan nanti."
Long Zixun dan Lan Yi mengangguk semangat dan mulai minum dan makan.