Kaisar mengangguk, "Yangyang benar. Cepat atau lambat, mereka juga akan memasuki Harem putra mahkota. Kalau begitu mengapa tidak menawarkannya terlebih dahulu untuk menenangkan hati para penjabat."
Long Qingyang tersenyum misterius mendengarnya.
Kaisar tertawa dan berkata dengan bangga, "Yangyang memang yang paling pengertian, begitu pintar, pasti mengikuti Kaisar ini."
Long Qingyang berkata dengan ramah, "Tentu saja, putri ini mengikuti ayahanda."
Kaisar tertawa dan berkata dengan bercanda saat meletakkan bidak catur nya, "Tapi kamu kalah, Yangyang."
Long Qingyang berkata dengan sedih, "Huh, tetap tidak bisa mengalahkan ayahanda."
Kaisar berkata dengan menghibur, "Tidak apa-apa, datang lebih sering untuk menemani Ayahanda bermain."
Long Qingyang mengangguk setuju.
Kembali ke kamarnya, Long Qingyang ingat bagaimana Duan Zhuyu dan keluarga Duan berakhir.
Dia hidup dengan sangat bijaksana, sendirian di kandang harimau. Ayahnya adalah anak kedua dari kediaman Duan. Saudara kedua Duan Han, bernama Duan Chen.
Duan Chen memilih menjadi jendral di perbatasan, tidak pernah kembali ke ibukota selama bertahun-tahun.
Ibunya, seorang putri dari negara Dong, ikut tinggal diperbatasan mengikuti Suaminya, Duan Chen.
Duan Zhuyu memiliki darah bangsawan dari kedua orang tuanya. Menjadi salah satu Putri paling terkenal di ibukota.
Bisa membuat Pamannya, Duan Han, begitu menghargainya seperti putrinya sendiri. Dia harus memiliki kemampuan.
Long Qingyang mengangkat kedua tangannya, meletakkan jari-jari di kedua pelipis, memijatnya perlahan.
Dia bergumam pelan, "Seingat ku, di waktu ini sakit kepalaku harusnya masih ringan."
"Mengapa sekarang rasanya sama seperti terakhir kali saat dia sudah menjadi permaisuri?"
Long Qingyang pergi ke rak penyimpanan, mengambil botol anggur yang dia seduh sendiri.
Itu anggur obat untuk meringankan sakit kepalanya.
Keesokan harinya, seperti biasa, wanita di harem akan berkumpul di aula Istana Timur. Dan para pejabat akan berkumpul di pengadilan.
Permaisuri menatap Long Qingyang dan berkata, "Yangyang, pemilihan teman belajar untukmu sudah selesai."
"Ibunda sudah memilih beberapa putri bangsawan yang cakap untuk menemanimu."
Long Qingyang tersenyum dan berkata dengan nada menenangkan, "Terimakasih, Ibunda."
Long Zixun disamping tidak sabar untuk pergi, dia menyenggol lengan Long Qingyang dan berkata, " Saudari, ayo pergi ke arena berburu. Kami akan berlatih untuk acara perburuan kekaisaran bulan depan."
Permaisuri langsung menegurnya begitu dia mendengar omong kosong nya, "Zixun, mengapa kamu mengajak saudari mu ketempat berbahaya seperti itu."
Long Zixun memandang permaisuri dengan manja, "Ibunda, saudari hanya akan melihat-lihat."
Perburuan kekaisaran? Bukankah disini dia bertemu putra Mahkota negara Xi?
Long Qingyang tersenyum, apa yang datang harus dihadapi, "Tidak apa-apa, Ibunda. Putri ini juga sudah lama tidak melihat-lihat."
Long Zixun dalam sekejap berubah menjadi bersemangat, "Kalo begitu, kami pergi dulu, Ibunda."
Dia membungkuk dengan cepat, tanpa menunggu jawaban permaisuri, dia menarik tangan Long Qingyang dan berlari keluar dari aula.
"Eh... Zixun!"
Permaisuri menggeleng melihat kepergian mereka. Dia menghela nafas dan berkata, "Anak ini, kapan bisa dewasa."
Mereka berdua berhenti begitu keluar dari istana timur.
Long Zixun mengatur nafas dan berkata dengan terengah-engah, "Huh... akhirnya... kita keluar."
Long Qingyang menggeleng dan berkata dengan malas, "Apa yang begitu terburu-buru, arena berburu tidak akan pergi kemana-mana."
Long Zixun menoleh padanya dan terkekeh, "Hehe... Saudari. Itu, bukankah Ibunda mengatur teman belajar untukmu? bukankah itu hanya alasan? Mereka hanya ingin mulai memilih wanita untukku."
Long Qingyang menatapnya dengan malas, "Lalu apa?"
Long Zixun berkata, "Aku tidak suka."
Long Qingyang memutar matanya, "Suka atau tidak, mereka akan tetap masuk ke harem mu untuk menenangkan hati para pejabat itu."
Long Zixun menghela nafas, "Bukankah ini terlalu cepat, ayahanda masih sehat."
Long Qingyang langsung memukul lengannya dan berkata dengan kesal, "Apa yang kamu katakan."
Long Zixun hanya mengusap lengannya dengan bersalah.
Long Qingyang menatapnya lama sebelum berkata, "Lagipula kamu sudah melakukan upacara kedewasaan. Sudah waktunya kamu belajar menjadi dewasa."
Dia berjalan meninggalkan Long Zixun dibelakang.
"Saudari tunggu aku!"
Mereka pergi ke arena berburu seperti rencana awal. Begitu mereka sampai, beberapa tuan muda keluarga bangsawan telah hadir disana.
"Salam Yang mulia putra Mahkota."
"Salam yang mulia putri agung."
Mereka menyapa serentak.
Long Zixun menoleh dan berkata, "Saudari, lihat-lihat disini. Aku akan berburu sesuatu untukmu nanti."
Long Qingyang mengangguk, "Hati-hati."
Mereka pergi kearah yang berlawanan.
Dulu dia tidak pernah berkeliling untuk melihat-lihat, sekarang dia tidak boleh melewatkannya.
Ada suara-suara petikan Qin dari kejauhan. Long Qingyang mengikuti asal suara itu dan berhenti di salah satu tenda.
Dia mengangkat tirai pintu, melihat seorang pria memainkan Qin dengan indah.
Begitu pria itu merasakan pergerakan di pintu, dia mengalihkan pandangannya ke pintu.
Mata mereka bertemu. Mereka berdua menatap langsung satu sama lain. Tidak ada yang mengalah untuk berkedip duluan.
Long Qingyang, berkata dalam diam, "Mata ini lagi, mengapa begitu familiar."
Akhirnya pria itu memilih bergerak duluan, dia bangkit dari duduknya dan maju kedepan Long Qingyang.
"Salam, yang mulia putri agung."
Long Qingyang melihatnya dengan seksama, "Kamu... siapa?"
Dia menjawab dengan rendah hati, "Hamba Chen Hui, pemain Qin kekaisaran."
Long Qingyang tersenyum dan berkata, "Pantas saja permainan Qin Tuan Chen terdengar begitu indah. Ternyata ini adalah pemain Qin kekaisaran yang legendaris."
Chen Hui menjawab dengan rendah hati, "Orang-orang terlalu menyanjung."
Long Qingyang tersenyum dan berkata dengan tenang, "Baiklah, putri ini tidak akan menggangu Tuan Chen bermain Qin."
Chen Hui memberikan hormat, "Hati-hati tuan putri."
Long Qingyang pergi dan berjalan jauh dari tenda. Memeriksa situasi sebelum dia berkata, "Keluar."
Seorang pria keluar dari pepohonan dan memberi hormat, "Tuan."
Long Qingyang berkata santai, "Katakan."
"Tuan, yang meminta informasi tentang Putri Agung Weiying adalah Ketua Istana Malam. Mereka seperti sudah memeriksa informasi ini, tetapi tidak yakin. Jadi Paviliun Yueliang memberikan informasi lebih detail untuk menyakinkan."
"Siapa nama asli ketua Istana Malam?"
"Orang mengenalnya dengan nama, Ketua Hui. Sangat sedikit orang yang tau nama aslinya."
Long Qingyang mengangkat alisnya.
"Nama aslinya adalah..."
"Moyang Chen."
Long Qingyang tersenyum dan berkata dengan tenang, "Bagaimana dengan yang lainnya?"
"Orang itu, salah satu kandidat calon pemimpin tim. Mereka harus menyelesaikan misi rahasia, untuk melihat mereka layak atau tidak."
"Baiklah."
Long Qingyang terdiam sebelum berkata, "Ambil beberapa hal untuk dilelang."
Mata orang itu cerah dan berkata, "Baik. Tuan."
'Beberapa hal' itu bisa menggemparkan dunia gelap. Dalam tiga tahun terakhir, belum dikeluarkan di pelelangan.
Sepertinya saat ini suasana hati Tuan bagus. Berapa banyak uang yang harus dia ambil dari orang-orang itu?
Pria itu bahkan berpikir dia akan tersenyum dalam tidurnya malam ini.
Long Qingyang kembali ke tendanya. Mengeluarkan sebuah kertas, dan menggambar sesuatu.
"Mata yang sama."
"Moyang Chen, Ketua Chen, Chen Hui."
Dia tersenyum sinis.
Bagi Istana Malam, tidak ada baik dan buruk. Mereka hanya tahu untung dan rugi.
Jika mereka merasa Keluarga Long merugikan, mereka bisa menggulingkan nya sebagai keluarga kerajaan.
Identitas anggota mereka sangat tersembunyi dan tersebar di seluruh kekaisaran.
Mereka tidak akan maju untuk bertarung mati-matian. Mereka hanya mengamati dari kegelapan. Ketika situasi sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Mereka akan keluar untuk menstabilkan keadaan.
Mereka hanya menjaga keseimbangan kekaisaran.
Sama seperti ayahanda, Dia menjaga keseimbangan Negara dibawah Kekaisaran Liang. Dan juga keseimbangan diantara para kediaman pejabat.