Sedetik kemudian dia mengubah ekspresinya, "Tapi Putri, ini adalah ibukota. Keluarga Yan ada dimana-mana, apakah ada bakat langka selain keluarga Yan disini?"
Long Qingyang menatapnya, menggeleng kepalanya, dan berkata dengan santai, "Kamu harus tahu, ada banyak orang-orang dengan sengaja bersembunyi diam-diam."
Mata Yan Rui berbinar, "Ada naga dan harimau bersembunyi di ibukota?"
Dia terkekeh bahagia, "Memang orang-orang besar tetap rendah hati dan diam-diam mengejutkan dunia."
Long Qingyang melihat perilakunya dan mendengus, "Itu orang yang memiliki bakat, mengapa kamu yang menyombongkan."
Yan Rui terkekeh, "Memang benar, mengikuti Putri selalu ada banyak kejutan."
Melihatnya tertawa begitu bahagia, Long Qingyang menggeleng kepalanya dan berkata, "Bukankah di ujung jalan, ada bangunan milik keluarga Yan? Jika seseorang tertarik, berikan saja. Anggap sebagai tanda pertemanan."
Yan Rui menoleh pada Long Qingyang dan bertanya, "Dia ingin membuka cabang?"
Long Qingyang berkata dengan santai, "Tidak,"
"Lalu?"
"Sebagai pondasi."
Yan Rui membuka mulutnya dengan terkejut kemudian berkata dengan mengerti, "Oke, Putri. Yan Rui akan segera melaksanakan tugas."
Setelah mengatakan itu, dia menghilang dalam kerumunan ibu kota.
Long Qingyang menggeleng, "Gadis ini."
Kemudian dia pergi kearah yang berbeda.
Diam-diam masuk lewat halaman belakang rumah bordil paling populer di ibukota.
Masuk kesebuah kamar yang tidak mencolok. Ketika pintu akan di dorong terbuka, Payung ditangan Long Qingyang juga dibuka pada saat yang bersamaan.
Orang itu menutup pintu dengan perlahan, memberi hormat pada orang dibalik tirai.
"Tuan. Informasi yang anda inginkan."
Long Qingyang berkata dengan Santai, "Baik."
"Tuan, hari ini seseorang menginginkan informasi Putri Agung Weiying."
Long Qingyang berkata dengan tenang, "Siapa?"
"Istana malam."
Long Qingyang terdiam sebentar sebelum berkata, "Berikan informasi paling akurat."
"Baik Tuan. Hamba mengerti." Dia berbalik dan pergi untuk menyiapkan informasi.
Apa yang orang Paviliun Yueliang maksud dengan informasi akurat? Itu informasi yang tidak akan mereka bantah tetapi tidak membocorkan rahasia apapun tentang Putri Agung Weiying.
Long Qingyang duduk dengan tenang, memegang cangkir teh, menggoyang nya secara perlahan.
"Mengapa istana malam menginginkan informasinya."
Sejauh yang dia tahu selama dua kehidupan, Istana Malam hanya berurusan dengan masalah keamanan kekaisaran.
Bahakan Putra Mahkota tidak tahu keberadaannya. Hanya Kaisar dan permaisuri yang tahu tentang mereka.
Jika dia tidak naik tahta menjadi permaisuri, dia juga tidak akan pernah tahu keberadaannya.
Mereka menjaga keseimbangan seluruh kekaisaran Liang. Berurusan dengan musuh Kekaisaran Liang dari luar atau bisa disebut dari kekaisaran lain.
Pemberontak Long Zixun waktu itu sepertinya didukung oleh mereka. Jika tidak, seorang Putra Mahkota yang jatuh, dalam waktu empat tahu, dimana dia bisa mendapatkan begitu banyak pasukan yang cakap.
Sepertinya mereka telah mengamati Putra Mahkota dan Putri Agung ini dari lama. Jika tidak bagaimana mereka bisa bergerak.
Bisa meminjam tangan mereka, Putra Mahkota kelihatannya cukup cakap untuk mewarisi tahta. Jika tidak mereka akan mengangkat keluarga baru sebagai penguasa baru kekaisaran Liang, tidak akan pernah menunggu putra Mahkota untuk bangkit.
Mereka tidak akan pernah menunggu seorang Putra Mahkota yang jatuh.
Long Qingyang mengetuk meja pelan dengan jari-jarinya, "Kalau begitu, biarkan Putra Mahkota yang konyol itu terus memegang posisinya."
Dia membuka informasi yang dia minta. Setelah kembali dari kematian, hal pertama yang dia lakukan adalah mencari orang itu.
Mencari orang-orang misterius di seluruh penjuru negeri.
Dia membalik gambar-gambar itu dengan cepat, berhenti tiba-tiba di gambar terakhir.
"Itu dia."
Hanya sepasang mata tajam yang familiar. Topeng pada gambar ini tidak memiliki pola yang jelas, tapi dia tahu itu orang yang dia cari.
Orang itu berdiri ditengah-tengah kerumunan pemberontak. Walaupun begitu, auranya adalah yang paling mendominasi.
Hanya dengan melihatnya, Long Qingyang bisa menebak. Bukan Long Zixun yang memimpin pemberontakan, bukan juga penjaga rahasia yang berdiri disisinya.
Itu dia.
Hanya ada gambarnya di kertas, tidak ada informasi pribadi apapun selain sebuah kalimat acak.
"Semua yang mengetahui identitasnya telah mati."
Bahkan paviliun Yueliang, sebagai jaringan informasi terbesar di kekaisaran Liang tidak tahu, bagaimana orang lain bisa tahu? tidak mungkin.
Long Qingyang mengambil payung nya, membuka dinding rahasia kamar, keluar dalam diam berjalan dengan tenang di halaman belakang.
Begitu dia membuka gerbang belakang, seseorang berdiri di sana untuk membuka pintu.
Setengah wajah Long Qingyang ditutupi payung, hanya bibir merah ceri nya yang terlihat.
Begitu Long Qingyang mengambil langkah, lonceng di ganggang payung nya juga berdering.
Orang itu membawa Qin di pelukannya. Dia menoleh pada Long Qingyang begitu dia melewatinya.
Sebuah kereta kuda menunggunya di jalan halaman belakang. Begitu dia duduk, kereta kuda langsung melaju meninggalkan halaman belakang rumah bordil dan kembali ke istana.
Begitu tiba di istana, Long Qingyang mengunjungi kaisar.
"Ayahanda," Dia membungkuk memberi hormat.
"Yangyang, Kemarilah, nak."
Long Qingyang mendekat, duduk tepat dihadapan kaisar.
"Nah, ayo temani ayahanda bermain catur."
Long Qingyang berkata dengan tenang, "Baik."
Mengingat pemerintahan Ayahandanya. Istana malam seharusnya puas dengan kaisar ini. Mengapa mereka tiba-tiba membiarkan pemberontakan Negara Xi berhasil?
Pada akhirnya mereka tetap mendukung Putra Mahkota Kekaisaran. Apa yang salah dalam waktu itu?
Long Qingyang melirik kaisar didepannya, "Ayahanda terlihat lelah. Nah, biarkan putri ini menuangkan teh untuk ayahanda."
Kaisar tersenyum dan berkata, "Baik, putri yang berbakti."
Long Qingyang tersenyum dan menyerahkan cangkir teh pada kaisar, "Ayahanda terlihat lelah akhir-akhir ini."
Kaisa menerima cangkir teh, menyesapinya dan berkata dengan helaan nafas, "
"Kanselir Kanan Duan dan Kanselir Kiri Lan, kembali berdebat pagi ini di pengadilan."
"Mengapa berdebat bukankah Kanselir kanan Duan menginginkan pernikahan dengan Keluarga Lan?"
Kaisar mengangguk, "Itulah. Kanselir Kiri Lan menolak menikahi putrinya ke keluarga Duan. Dia bilang, Putri nya akan menikahi suami yang dia sukai."
Long Qingyang tersenyum, "Benar juga. Bukankah Keluarga Lan juga mengizinkan Putra pertamanya untuk menyukai putri selir keluarga Ye."
"Benar juga, bagaimana jika bertanya tentang sepupu mu pada bibimu?" Kaisar menatap Long Qingyang dengan seksama.
Long Qingyang menatapnya, dan berkata, "Bukankah sepupu ku itu sangat kasar? Bisakah keluar Duan membiarkan putrinya kesana?"
"Lagipula, Keluarga Duan begitu tidak menyukai orang-orang kasar dari kediaman Adipati Jun. Apakah akan berhasil?"
Kaisar menghela nafas, "Mengapa kediaman Duan ini begitu bermasalah."
"Bukankah keluarga Duan menginginkan posisi putri mahkota?"
Kaisar melihat Long Qingyang dengan serius, "Mereka bisa menempati posisi ini?"
Long Qingyang tersenyum ramah, "Duan Zhuyu itu begitu bijaksana, jika tidak, mengapa pengaruhnya bisa melampaui Putra pertama kediaman Duan."
Kaisar mengangguk, "Yangyang benar. Cepat atau lambat, mereka juga akan memasuki Harem putra mahkota. Kalau begitu mengapa tidak menawarkannya terlebih dahulu untuk menenangkan hati para penjabat."
Long Qingyang tersenyum misterius mendengarnya.
Kaisar tertawa dan berkata dengan bangga, "Yangyang memang yang paling pengertian, begitu pintar, pasti mengikuti Kaisar ini."
Long Qingyang berkata dengan ramah, "Tentu saja, putri ini mengikuti ayahanda."
Kaisar tertawa dan berkata dengan bercanda saat meletakkan bidak catur nya, "Tapi kamu kalah, Yangyang."
Long Qingyang berkata dengan sedih, "Huh, tetap tidak bisa mengalahkan ayahanda."
Kaisar berkata dengan menghibur, "Tidak apa-apa, datang lebih sering untuk menemani Ayahanda bermain."
Long Qingyang mengangguk setuju.