Long Qingyang hanya mengabaikannya dan berkata, "Bagaimana dengan kemampuan pertahanan diri? Tidak dipukuli sampai mati kan?"
Mendengar ini, Yan Rui meringis ngeri. Mengingatkannya kejadian beberapa tahun yang lalu. Yang membuatnya hampir tidak bisa berkelana menikmati dunia lagi.
Jika diingat lagi, dia telah kembali dari kematian.
Kereta kuda tiba-tiba berhenti, Long Qingyang mengambil payung di sampingnya, keluar dari kereta kuda, dan meninggalkan Yan Rui sendirian.
Yan Rui berdecak negeri melihat payung di tangannya dan berkata, "Siapa yang begitu tidak beruntung bertemu leluhur ini."
Yan Rui keluar dari kereta kuda, menepuk pundak pengemudi dengan sembarangan. Sebelum pengemudi sempat menoleh dia terjatuh dengan lehernya yang patah.
Dia melihat mayat yang tergeletak itu dan mendengus, " Begitu berani memata-matai leluhur. Aku lihat kamu bosan hidup."
Setelah itu dia mengambil alih kereta kuda dan pergi dari sana.
tringgg... tringgg... tringgg
Setiap langkahnya diiringi bunyi lonceng yang menenangkan. Angin menerpa tubuhnya dengan lembut. Lonceng di ujung pegangan payungnya, bergerak seirama dengan arah angin menerpanya.
Long Qingyang berjalan dengan tenang menyelusuri hutan. Dia berjalan dengan arah yang berlawanan dengan kamp militer yang Yan Rui maksud.
Dia berjalan jauh ke kedalaman hutan Dongfeng.
"Stttt..."
Long Qingyang tersenyum misterius di sudut bibirnya ketika mendengar suara ini. Dia pura-pura tidak mendengar apapun, terus berjalan dengan tenang.
"Diam!"
Benda tajam menyentuh pinggangnya.
Senyum Long Qingyang semakin dalam.
"Bantu aku mengobati luka, kalau tidak kamu akan mati."
Long Qingyang berkata dengan tenang, "Baik."
Orang itu menjauhkan belatinya dari pinggang Long Qingyang, membiarkannya berbalik dan membantunya.
Ketika mereka bertatapan, orang itu terpana dengan wajahnya dan berkata tanpa terdengar, "Sial, apa akau menemukan seseorang yang salah."
Wajah ini, gestur ini. Hanyalah wanita kaya yang tidak melakukan pekerjaan kasar. Tetapi karena dia berani masuk ke dalam hutan berbahaya Dongfeng, dia bertaruh padanya untuk menyelamatkannya.
Long Qingyang dengan tenang memeriksa lukanya dan berkata dalam senyuman, "Luka ini tidak dalam, racunnya yang mematikan."
Orang itu berkata dengan pasrah, "Sial, pergilah."
Hari ini dia akan mati di dalam hutan ini.
Long Qingyang berkata dengan tenang, " Mengapa pergi? Bukankah ini hanya racun."
Orang itu menatap Long Qingyang dengan cepat, seperti ada harapan dalam suaranya, "Kamu mengerti racun?"
Long Qingyang hanya tersenyum, sebuah pil muncul ditangannya entah kapan dan bagaimana.
Dia mengulurkannya ke depan wajah orang itu, "Ambil ini."
Orang itu memakannya tanpa ragu, dia hanya bisa bertaruh atas segala kemungkinan. Sekarang ditangannya ada informasi penting, dia harus segera kembali hidup-hidup.
Orang itu menatap Long Qingyang dan berkata, "Kamu tidak takut aku mengingkari perkataan ku dan membunuh mu disini untuk menghindari masalah?"
Long Qingyang menatapnya dan berkata dengan santai, "Penilaianku tidak pernah salah."
"Hah?!" Orang itu menatap Long Qingyang dengan bingung.
"Orang-orang seperti mu sangat mudah ditebak."
Orang itu merapikan pakaiannya dan berkata, "Kamu sangat berpengalaman menilai orang?"
Long Qingyang tersenyum dan berkata dengan malas, "Bertahun-tahun berhadapan dengan orang munafik. Kamu harus terbiasa."
Orang itu menatapnya ragu-ragu dan berkata, "Untuk hari ini, aku akan membalas mu dimasa depan."
Long Qingyang berkata dengan santai, "Tidak perlu, balas saja sekarang."
"Hah?!"
"Siapa namamu?"
"Li Er."
Long Qingyang menatapnya dan berkata, "Bukan. Nama aslimu."
Orang itu menatapnya dengan waspada.
Long Qingyang berkata dengan sederhana, "Li Er hanya terdengar seperti nama panggilan."
"Gu Ning."
"Baik, Ning Er. Sampai jumpa lagi."
Long Qingyang pergi dengan anggun, meninggalkan Gu Ning yang kebingungan dibelakangnya.
Gu Ning, pelayan yang ada di sisinya sampai dia mati. Segala hal yang dia lakukan secara rahasia selalu melalui tangannya.
Tetapi waktu itu detoks racun nya terlambat, sehingga dia tidak bisa lagi menggunakan energi dalamnya untuk bertarung.
Awalnya pertemuan pertama dia dengan Gu Ning terjadi di kuil Shenglong. Dia menemukan Gu Ning yang bersembunyi didekat kuil.
Karena dia mempelajari obat-obatan, hidungnya sangat sensitif terhadap bau. Jadi dia menemukan keberadaan nya.
Dari mulut Gu Ning setelah bertahun-tahun, dia baru menceritakan masa lalunya ketika mereka berdua duduk merenung di halaman Istana Timur.
Dia diserang di hutan Dongfeng, setelah tiga hari tiga malam, pingsan dan sadar secara bergantian. Merangkak perlahan-lahan menuju Kuil Shenglong dan bertemu dengan Long Qingyang.
Setelah penyelamat, Gu Ning menghilang. Setelah hampir sebulan dia kembali muncul dan mengatakan akan berada disisi Long Qingyang untuk membalas budi.
Long Qingyang berjalan dengan tenang keluar dari hutan Dongfeng. Ketika sosoknya terlihat, sebuah kereta kuda mendekat.
"Putri. Kali ini orang buta mana yang begitu kacau?" Yan Rui bertanya dengan penasaran.
Long Qingyang melihatnya dan berkata dengan santai, "Apa yang kamu bicarakan, aku pergi untuk menyelamatkan orang."
"Hah?!" Yan Rui merasa ada yang salah dengan pendengarannya.
Orang mana yang begitu beruntung untuk di selamatkan leluhur ini.
Melihatnya tercengang, Long Qingyang berkata dengan malas, "Apa yang begitu mengejutkan, bukankah aku juga pernah menyelamatkanmu."
Yan Rui terkekeh dan membiarkan Long Qingyang untuk masuk ke kereta kuda, "Benar. Putri silahkan masuk."
"Putri, pengemudinya sudah dibereskan."
Yan Rui berdecak kagum, "Orang mana yang begitu berani memata-matai putri?"
Long Qingyang berkata dengan santai, "Ada begitu banyak orang di harem. Beberapa darinya terlalu penasaran."
Yan Rui bergidik ngeri, "Mereka bernyali besar."
Long Qingyang berkata dengan santai, "Yoh, ada yang lebih bernyali besar daripada Nona Yan."
Yan Rui terkekeh mendengarnya, "Putri, apa yang kamu katakan."
"Aku tidak seperti itu." Dia menyangkal dengan tidak serius.
"Kemana kita akan pergi, Putri?"
"Ayo lihat-lihat ibu kota."
"Baik."
Kereta kuda segera melaju meninggalkan hutan Dongfeng.
Jalanan ibukota sangat ramai. Long Qingyang merasa sudah sangat lama dia tidak pernah merasakan suasana ini.
Keramaian di negara Bei tidak bisa dia nikmati dengan bebas.
Yan Rui berbisik pelan, "Putri, apa yang akan kita lakukan?"
Long Qingyang berkata dengan santai, "Bukankah kamu mencari seseorang untuk berbisnis?"
Yan Rui berpura-pura menangis tanpa air mata, "Putri, kamu sangat perhatian padaku."
Sedetik kemudian dia mengubah ekspresinya, "Tapi Putri, ini adalah ibukota. Keluarga Yan ada dimana-mana, apakah ada bakat langka selain keluarga Yan disini?"
Long Qingyang menatapnya, menggeleng kepalanya, dan berkata dengan santai, "Kamu harus tahu, ada banyak orang-orang dengan sengaja bersembunyi diam-diam."
Mata Yan Rui berbinar, "Ada naga dan harimau bersembunyi di ibukota?"
Dia terkekeh bahagia, "Memang orang-orang besar tetap rendah hati dan diam-diam mengejutkan dunia."
Long Qingyang melihat perilakunya dan mendengus, "Itu orang yang memiliki bakat, mengapa kamu yang menyombongkan."
Yan Rui terkekeh, "Memang benar, mengikuti Putri selalu ada banyak kejutan."