Long Qingyang menatap situasi didepannya. ada perasaan familiar dengan situasi didepannya sekarang.
Ada perasaan haru dan bahagia bisa kembali.
Entah itu karena kembali dari negara yang jauh atau kembali dari kehidupan yang bagai neraka.
Semua ini mimpi atau kelahiran kembali, aku tidak peduli. Yang jelas semua penyesalan dan kesalahan akan aku tebus di kehidupan ini.
"Bangunlah."
Suasana di jalanan ibukota riuh, menyambut kembalinya Putri Agung Weiying setelah sepuluh tahun menjadi sandera di negeri Bei.
Jamuan meriah diadakan di istana kekaisaran. Semua penjabat dan bangsawan hadir. Putra dan putri sah dari keluarga pejabat dan bangsawan juga ikut meramaikan.
"Putri Weiying telah tiba!" Kasim melaporkan kedatangan Long Qingyang.
Long Qingyang berjalan dengan anggun, memancarkan aura bangsawan seorang putri agung Kekaisaran.
Menghadap Ke kaisar di singgasananya, memberikan hormat resmi. "Salam yang mulia kaisar!"
"Berdirilah."
"Putri Weiying, kamu sudah tumbuh dewasa,"
"Ya, yang mulia." Balas Long Qingyang dengan rendah hati.
"Ayo duduk, kamu pasti lelah setelah perjalanan yang begitu jauh."
"terimakasih yang mulia kaisar."
Long Qingyang memberikan penghormatan dan pindah ke tempat duduknya.
Perjamuan berlangsung dengan meriah, para nona muda dan tuan muda memamerkan bakat mereka.
Seorang gadis berpenampilan anggun dan lemah lembut, dengan penuh hormat dan sopan maju ke panggung.
"Yang mulia kaisar," Ucapnya penuh penghormatan dan sesuai standar etika.
"Hamba, Duan Zhuyu, memohon izin kaisar untuk bermain Qin."
"Mainkan." Kaisar memberi perintah.
"Terimakasih yang mulia kaisar." Duan Zhuyu memberikan penghormatan kemudian undur diri, menyiapkan pertunjukan.
Long Qingyang memperhatikannya dari samping. Dia tidak pernah menyangka, orang yang begitu bijaksana dan lembut ini begitu berambisi.
Dalam ingatannya, orang yang berkuasa didalam keluarga Duan, selain Kanselir kanan kekaisaran, Duan Han. Duan Zhuyu adalah orang yang satu tingkat dibawah Duan Han.
Orang ini bersembunyi sangat dalam, kamu tidak akan tahu mana musuhnya dan mana temannya.
Dia bisa sangat baik dan sopan padamu tetapi kenyataannya kamu musuhnya. Dan dia bisa sangat benci hingga selalu saling menghunuskan pedang tetapi nyatanya mereka adalah teman.
Setelah mengingat kenangan ini, Long Qingyang baru dengan sadar melihat bagaimana kehidupan. Semua orang pandai bersandiwara, tidak ada yang kurang dalam hal ini.
Dia diam-diam menyesap teh dari cangkir, menikmati musik yang dimainkan Duan Zhuyu.
Perjamuan bubar ditengah malam yang sunyi. Long Qingyang kembali ke kamarnya.
Dia berbaring di ranjang, merenungkan semua kejadian hari ini.
"Semua itu mimpi atau bukan, aku akan menebus semua kesalahanku." gumamnya tersapu oleh angin malam.
Malam berlalu dengan hening, ketika langit akan mulai cerah. Orang-orang bergegas menuju Istana Timur untuk memberikan salam kepada permaisuri.
"Putri Weiying telah tiba!" Kasim di pintu langsung melapor begitu melihatnya.
Dia maju kemudian memberikan salam.
Ekspresi wajah Permaisuri tidak pernah berubah, dari awal dia tersenyum bijaksana.
Long Qingyang duduk di satu-satunya kursi kosong, disamping Putra Mahkota, Long Zixun.
"Putri Weiying, kali ini kembali kerumah setelah sekian lama."
"Pergilah ke kuil Shenglong untuk berdoa." Permaisuri berkata dengan bijak.
"Baik Permaisuri."
Para selir mulai berebut untuk menyanyikan sanjungan.
Long Qingyang hanya mengamati disamping. Mendengar kata-kata yang mereka ucapkan. Dia tidak menyangka pernah tenggelam dalam kata-kata berbisa mereka.
Selesai melihat drama di aula Istana Timur. Long Qingyang pergi ke Kuil Shenglong.
Long Qingyang menggunakan pakaian dan riasan sederhana, jadi begitu dia tiba di kuil. Penampilannya tidak mencolok, langsung berbaur.
Dia menaiki tangga perlahan, dari sudut matanya dia melihat seseorang sengaja bersembunyi untuk menghindarinya.
Long Qingyang menarik garis bibirnya, menyunggingkan senyum dan berkata, "Gadis nakal, akhirnya kita bertemu lagi,"
Dia sengaja berhenti dan mengubah arah untuk melihat-lihat topeng yang dijejerkan pedagang.
Long Qingyang menoleh kesamping dan berkata, "Nona, topeng ditangan mu terlihat bagus."
Nona itu terlihat berat hati untuk berbalik dan melihatnya. Tetapi akhirnya dia berbalik dan memaksakan senyum, "Hehehe... Jika putri suka, topeng ini untuk putri."
Dia mendorong topeng itu dengan buru-buru dan ingin segera melarikan diri.
Melihatnya begitu ingin melarikan diri, Long Qingyang menjadi semakin ingin menggodanya "Mau kemana?"
Dia berhenti, berbalik dan berkata, " Pulang."
"Kenapa pulang? Bukannya kamu ingin datang berdoa."
"Mmm..."
"Sudah ada di kuil, tidak baik jika pergi tanpa berdoa dulu."
Long Qingyang tidak membiarkannya menolak, jadi dia langsung pergi seletah berkata, "Ayo, ikut putri ini untuk berdoa."
"Hah?" Gadis itu tercengang ditempat.
Melihat dia tidak mengikutinya, Long Qingyang berhenti dan berkata, "Yan Rui, cepat!"
Yan Rui terkejut dan berkata dengan tergesa-gesa, "a a baik."
Dia adalah putri dari keluarga Kaya Yan, jenius bisnis, penerus bisnis keluarga Yan.
Bisnis keluarga Yan meluas dibanyak daerah dan memiliki banyak macam bisnis ditangannya. Berteman dengan keluarga Yan sama saja dengan memegang emas ditangan.
Dimasa lalu, saat Long Qingyang masih menjadi sandera di negara Bei. Dia pernah berpapasan dengan Yan Rui beberapa kali.
"Kali ini kembali ke kekaisaran, ada masalah?" Long Qingyang duduk dengan malas di gerbong kereta kuda, tetapi dia tetap memancarkan keanggunan yang tak terbantahkan.
Yan Rui terkekeh dan berkata, "Putri memang yang paling pengertian."
"Kali ini berkelana kebanyakan tempat, tidak sengaja masuk ke pedalaman hutan Dongfeng. Dan..."
Yan Rui menoleh pada Long Qingyang, tersenyum main-main dan berkata, "Coba tebak apa yang kulihat?"
Melihat perilakunya seperti seorang baj*ngan yang menggoda gadis-gadis dirumah bordir. Benar-benar menjengkelkan.
Long Qingyang menjawab dengan sinis, "Tidak mungkin melihat gunung emas kan."
Yan Rui berdecak mendengar jawabannya, "Tsk... putri, anda luar biasa. Benar sekali. ini adalah emas negara."
"Berbicaralah yang benar."
Yan Rui berkata dengan dramatis, "Ada penjaga yang berpatroli. dan yang mereka jaga adalah pangkalan militer."
Long Qingyang dengan tenang berkata, "Seseorang terlalu rakus."
Yan Rui kecewa dengan reaksi tenang Long Qingyang, "Putri, bisakah setidaknya anda pura-pura terkejut?"
Long Qingyang mengabaikan keluhannya dan berkata, "Keterampilan bersembunyi yang kamu latih sepertinya meningkat."
Yan Rui langsung bersemangat mendengar pujiannya dan bersiap-siap untuk menyombongkan diri, tetapi sebelum dia bisa berbicara, semangatnya kembali diruntuhkan oleh kalimat Long Qingyang selanjutnya.
"Tetapi itu hanya bisa mengelabui orang-orang bodoh itu."
Yan Rui berkata dengan memelas, "Bagaimana mungkin, putri. Keterampilan bersembunyi ku bahkan bisa mengelabui para penjaga di hutan Dongfeng itu. Kemampuan ku sudah meningkat banyak."
Long Qingyang hanya mengabaikannya dan berkata, "Bagaimana dengan kemampuan pertahanan diri? Tidak dipukuli sampai mati kan?"
Mendengar ini, Yan Rui meringis ngeri. Mengingatkannya kejadian beberapa tahun yang lalu. Yang membuatnya hampir tidak bisa berkelana menikmati dunia lagi.
Jika diingat lagi, dia telah kembali dari kematian.