Sebagai kekuatan terkuat Kekaisaran Liang memimpin empat negara dibawahnya. Empat negara tersebut adalah Negara Dong, Negara Nan, Negara Xi dan Negara Bei.
Namun sayang sekali, empat tahun yang lalu saat pernikahan perdamaian Kekaisaran Liang dengan negara Xi terjadi malah menimbulkan kekacauan.
Pernikahan dengan tujuan damai malah berakhir dengan kekacauan. Didukung oleh Tuan Putri Agung Kekaisaran Liang, pemberontakan Negara Xi sangat sukses.
Namun mengorbankan begitu banyak nyawa prajurit, rakyat biasa, penjabat dan bangsawan.
Putra Mahkota negara Xi memimpin sebagai Kaisar dan Putri Agung Kekaisaran Liang memimpin sebagai Permaisuri.
Dalam pemerintahan mereka ada begitu banyak kekacauan. Rakyat hidup menderita dan ketakutan.
Empat tahun kemudian, Putra Mahkota Kekaisaran Liang yang diam-diam berhasil melarikan diri dari pembantaian kembali dengan pasukan untuk merebut kembali kekuasaannya.
Derap langkah kaki khas prajurit terdengar di seluruh penjuru istana. Ibukota kekaisaran Liang telah ditaklukkan. Rakyat telah diamankan.
Pertempuran sengit tidak bisa dihindarkan.
Disaat yang bersamaan pelayanan pribadi Permaisuri dan seorang jendral berlari dengan tergesa-gesa untuk menyampaikan laporan.
"Permaisuri... permaisuri..."
"Lapor!"
"Kaisar telah kalah!"
"Kaisar Xi telah dipenggal!"
Permaisuri menutup matanya dengan tidak peduli.
"Permaisuri, cepat pergi, ada jalan rahasia di istana timur ini." Pelayan itu tergesa-gesa meminta permaisuri untuk pergi.
Tetapi permaisuri tetap diam, duduk dengan tenang di singgasananya.
"Apa yang datang sudah seharusnya datang."
"Tidak perlu menghindar lagi."
Brakkk
Pintu istana timur dibuka dengan keras.
Permaisuri tetap duduk dengan tenang melihat tentara masuk dan mengepung istana timur dengan senjata.
"Putra Mahkota Kekaisaran Liang, lama tidak bertemu." Permaisuri langsung mengenalinya saat dia melangkah masuk.
"Putri Agung Kekaisaran Liang, Oh salah, Permaisuri Xi. Lebih baik menyerah dengan tenang." Balasnya dingin.
Permaisuri tersenyum anggun, "Waktu itu, aku seharusnya tidak membiarkan mu lolos melalui jalur rahasia."
Permaisuri menatap orang-orang dibelakang Putra Mahkota Kekaisaran Liang atau saudaranya.
"Masih begitu setia pada keluarga Long, bahkan setelah kejatuhannya." Katanya tersenyum ironis.
Keluarga Long adalah keluarga yang berkuasa di kekaisaran Liang.
"Long Qingyang," Panggil Putra Mahkota dengan nama asli permaisuri, "Mengapa kamu begitu berhati dingin?"
"Long Zixun," balas permaisuri, "Apakah kamu tidak tahu?" Sarkasnya.
"Saat berusia tujuh tahun kalian mengirim ku ke Negara Bei sebagai sandera."
"Hidup dengan rendah diri dan bijaksana sedangkan kalian hidup begitu megah."
"Setiap waktu bahkan dalam tidur aku harus waspada takutnya aku tertidur tanpa terbangun lagi."
"Begitu banyak pembunuhan setiap saat yang harus ku hadapi, karena begitu aku mati kalian bisa berperang."
"Seorang putri, ditubuhnya tidak boleh ada bekas luka. Tetapi aku, bekas pisau, pedang, cambuk, tombak bahkan bekas luka bakar ada."
"Seluruh tubuhku sangat mengerikan. Sampai-sampai jika aku melacurkan tubuhku tidak ada yang akan sudi melihatnya."
Berkata begitu banyak, ekspresi dan nada suaranya tidak berubah sama sekali.
Long Zixun memandang permaisuri atau adik perempuannya duduk di singgasana dengan megah dan agung.
Mengeluh tentang apa yang dia alami tetapi berbicara seolah-olah bukan dia yang mengalami semua hal itu, sangat tenang dan tidak peduli.
"Mengapa kamu mengatakan sekarang? mengapa dulu kamu tidak mengatakan apa-apa?" ada iba dan rasa bersalah dalam suaranya.
"Apa yang harus dikatakan?" Permaisuri menatapnya dan sedikit tersenyum.
Dia mengambil teko disampingnya dan menuangkan dirinya sendiri teh.
Meniup teh secara perlahan sebelum meminumnya. Dia melihat kembali orang yang berdiri dibelakang saudaranya.
Dia adalah orang yang memimpin pemberontakan ini. Jika dia tidak salah menebak, dia seharusnya dari pengawal rahasia kaisar terdahulu.
"Begitu kembali 10 tahun kemudian ke tanah air, aku disambut dengan perjamuan yang meriah, mencari suami dari negara lain untuk pernikahan perdamaian."
Dia tersenyum ironis,"Kalian begitu terburu-buru mengirim ku pergi lagi, apa ada yang bisa aku katakan?"
"Sebagai putri agung, untuk menjaga kedamaian. Apa salahnya memilih menikah dengan Negara Xi?"
Senyumnya semakin dalam saat dia berkata, "Negara yang paling berkonflik dengan kalian. bukankah itu bagus untuk meredakan konflik?"
Perasaan Long Zixun semakin rumit. Apakah mereka begitu tidak peduli padanya? Apakah semuanya berawal dari kesalahan mereka?
"Sudahlah, semua sudah berakhir. Long Zixun, sekarang kamu satu-satunya keturunan keluarga Long." Setelah kalimat terakhirnya selesai, permaisuri menutup matanya dan terjatuh dari singgasananya.
Long Zixun bergegas meraih tubuh permaisuri.
"Mengapa kamu begitu kejam, bahkan pada dirimu sendiri." Dia menutup matanya, air mata mengalir tanpa sadar.
Seorang maju dan menepuk bahu Long Zixun.
"Putra Mahkota, semuanya telah disiapkan."
Long Zixun menatap seksama wajah adik perempuannya. Dia merasa dulu, dia sangat menyayangi adiknya ini.
Tetapi sekarang setelah mengetahui apa yang dia alami, dia merasa sangat asing terhadapnya.
Dia tidak tahu apapun tentangnya, dia tidak pernah melindunginya.
Dia diberi gelar Putri Agung Weiying, Kaisar berharap dia hidup tanpa kekurangan apapun, hidup bahagia dan berkecukupan.
Tapi ternyata, dia hidup dengan segala kekurangan. Kekurangan Cinta dan keamanan.
Long Qingyang jatuh dalam kegelapan setelah meminum teh beracun yang dia siapkan sendiri.
Jatuh jauh dalam kegelapan, segala peristiwa yang terjadi seperti diputar berulang-ulang.
Mengingatkannya dengan jelas, apa yang telah dia lakukan. Menyusun begitu banyak taktik, menipu dan bersikap munafik.
Dia tidak pernah melihat perasaan tulus orang-orang disekitarnya, dia egois dan keras kepala.
Dia menghela nafas berat dan menutup matanya pasrah. Begitu banyak kejahatan, apakah raja Yama menerima orang sepertiku?
Brukkkk
"Ahhh..." Benturan keras menyadarkannya dari kegelapan.
Dia segera membuka matanya dan melihat apa yang terjadi.
Dia menyadari dirinya ada di dalam kereta kuda.
Apa yang terjadi? Bukankah dia mati?
Meraba hiasan rambutnya dan melihat pakaian yang dia kenakan.
Dia menebak sesuai tetapi tidak berani mengatakannya.
Dia menyingkap tirai jendela sedikit kemudian mengintip situasi diluar.
Ini jalan menuju ibukota kekaisaran, tidak mungkin seperti yang kupikirkan kan?
Apakah semuanya hanya mimpi? atau aku terlahir kembali?
Dia terkejut dan tidak berani mempercayai tebakannya.
"Tuan Putri, kami akan segera tiba di gerbang ibukota."
Suara pelayan membuyarkan lamunannya.
"Hmm..." balasnya pelan.
Apakah semua kejadian itu mimpi atau bukan, kita akan atau sebentar lagi.
Setelah jalan berliku-liku, akhirnya kereta berhenti.
"Tuan Putri kami telah tiba." lapor pelayan.
Long Qingyang merasa ragu. Dia menutup matanya dan keluar dari kereta kuda.
"Menyambut yang mulia tuan putri agung!"
"Menyambut yang mulia tuan putri agung!"
"Kembali ke tanah air. kembali ke kampung halaman!"
"Kembali ke tanah air. kembali ke kampung halaman!"
Suara mereka bersahutan.
Long Qingyang menatap situasi didepannya. ada perasaan familiar dengan situasi didepannya sekarang.
Ada perasaan haru dan bahagia bisa kembali.
Entah itu karena kembali dari negara yang jauh atau kembali dari kehidupan yang bagai neraka.
Semua ini mimpi atau kelahiran kembali, aku tidak peduli. Yang jelas semua penyesalan dan kesalahan akan aku tebus di kehidupan ini.