Ini kali pertama Rafif bekerja di luar dalam keadaan tidak memakai penutup wajah apa pun. Namun, lelaki itu meyiasati dengan menggunakan topi hitam yang sempat mengambil dari etalase penyimpanan milik pengawal pribadi.
Lelaki tampan berpakaian jaket kulit yang dipadukan dengan topi berwarna senada itu pun mengembuskan napasnya panjang menatap kehadiran kapal pengangkut lumayan besar. Banyak sekali pekerja dan awak kapal yang saling membantu satu sama lain menurunkan paket kiriman dari Skotlandia.
“Bos, perkenalkan dia pengganti Ethan. Namanya Rafifi,” ucap seorang awak kapal yang sempat berkenalan dengan Rafif.
Lelaki yang memiliki jenggot lumayan panjang itu pun mengangguk singkat, lalu mengulurkan tangannya sembari berkata, “Aku pemimpin awak kapal di sini, panggil saja Tuan Robert. Semoga kita akan bekerja sama dengan baik.”
“Terima kasih, Tuan Robert. Kalau boleh tahu, ini pengiriman apa? Mengapa banyak sekali kotak yang sampai?” tanya Rafif memandangi seluruh awak kapal dan pekerja LUCA yang bekerja keras menurunkan banyak barang.
Sejenak Tuan Robert dan awak kapal tanpa nama itu pun saling berpandangan satu sama lain, lalu mengangguk samar menyiratkan sesuatu yang tak kasat mata. Sedangkan Rafif yang menyadari kecurigaan dari keduanya pun mengembuskan napas panjang, tetapi lelaki itu memilih tidak mengatakan apa pun dan berpura-pura tidak peduli.
“Tenang saja ini hanya mengirimkan pemasok makanan untuk salah satu restoran ayam milik Pimpinan Vald,” jawab Tuan Robert tertawa lepas.
“Wah banyak sekali dalam impor ayam yang akan digunakan untuk restoran, ya? Aku tidak menyangka Pimpinan Vald sangat perhatian dengan bisnis yang dijalaninya.”
“Tentu saja niat. Pimpinan Vald terkadang tidak ragu menerima impor berbagai macam bahan makanan untuk restoran kembangannya. Agar tetap laris dan tidak mengecewakan pelanggang yang tetap setia menjadi pembeli.”
Rafif tertawa pelan, lalu mengangguk beberapa kali. “Apakah yang kalian katakan itu benar adanya tanpa ada berbohong?”
Perkataan itu pun sukses membuat dua lelaki yang ada di hadapan Rafif terdiam membisu. Tidak ada yang berbicara sampai Rafif kembali melanjutkan perkataannya.
“Santai saja jangan terlalu kaku. Lagi pula aku hanya seorang pekerja magang yang masih membutuhkan banyak pelatihan dari kalian berdua. Jadi, mohon bimbingannya guru.”
“Sudahlah. Jangan terlalu canggung berbicara denganku, karena kita semua berada di bawah kepemimpinan yang sama. Sehingga tidak perlu merasakan apa yang menjadi kecanggungan dalam bekerja,” pungkas Tuan Robert tertawa pelan membuat awak kapal dan Rafif ikut tertawa tanpa kecanggungan.
Namun, tanpa sepengetahuan ketiganya ternyata dari kejauhan tampak seorang lelaki tengah berada di dalam mobil menatap tiga orang yang saling bercengkrama satu sama lain. Lelaki yang memperhatikan itu adalah Beryl.
Tepat ketika dua rekan kerja Guardian mencemaskan Rafif, diam-diam hal tersebut mendorong rasa penasaran sekaligus tanggung jawab Beryl sebagai ketua tim yang masih menganggap Rafif sebagai timnya kapan pun.
Beryl tidak melakukan perekaman apa pun, selain memperhatikan setiap gerak-gerik Rafif yang terlihat melakukan sesuatu. Sampai pandangannya terpaku pada alat yang tersembunyi di balik pergelangan tangan.
Ternyata di sana ada sebuah jam berukuran lumayan besar yang sesekali diangkat sembari memperhatikan lelaki bertubuh besar berbicara dan tertawa lumayn bahagia. Membuat Beryl seketika menggeleng tidak percaya melihat seseorang yang sama sekali tidak takut mati.
Saat Beryl asyik memperhatikan salah satu rekan kerjanya yang terlibat oleh LUCA, terdengar suara deringan ponsel yang tidak terlalu keras dari dalam dashboard. Membuat lelaki itu mengembuskan napasnya panjang. Nyatanya sebuah pesan suara yang terdengar singkat.
“Ketua Tim, astaga lo benar-benar menyebalkan bepergian mengunjungi Rafif tanpa membawa kita berdua,” sungut Grubby terdengar kesal.
“Iya, benar. Gue pikir Ketua Tim akan setia kawan mengajak kita datang ke sana, tapi nyatanya sama sekali tidak,” sahut Zyrach dengan nada menyindir.
Tanpa sadar senyum tipis Beryl terbit begitu saja membuat lelaki itu terlihat berbeda dari biasanya. Hanya karena mendengar gerutuan singkat yang selama ini tidak ada satu pun yang berani menyinggung dirinya sama sekali.
Namun, Beryl sama sekali tidak ingin membalas pesan suara tersebut. Lelaki itu membiarkannya saja, sebab Grubby dan Zyrach terkadang melakukan hal tersebut untuk mengingatkan dirinya segera kembali membawa berita hangat.
Memang bisa dikatakan Guardian sangat menyayangkan tindakan berani Rafif yang mengorbankan dirinya demi mengungkapkan masalah Keluarga Osm. Hanya saja tidak ada yang bisa menentang keinginan lelaki itu dengan keras.
Karena mereka jelas tidak ada yang bisa mengerti bahwa menjadi Rafif selama ini tidaklah mudah. Sehingga mereka tidak memiliki pilihan lain, selain tetap mengawasi ke mana pun lelaki itu pergi. Sebab, diam-diam Rafif dipasangkan chip yang tidak bisa dideteksi oleh apa pun melalui jaringan punggungnya.
Tentu saja pemasangan hal tersebut tidak hanya dengan Rafif, melainkan tiga anggota Guardian lainnya pun melakukan hal yang sama. Untuk kesepakatan jika salah satu dari mereka dan melanggar ketentuan yang ada, mau tidak mau harus merelakan nyawanya sendiri.
Setelah beberapa saat melakukan penyelidikan, Beryl melihat sebuah mobil sedan mewah mendekat. Sayang sekali lelaki itu tidak bisa melihat seseorang yang berada di dalam. Akan tetapi, bisa ditebak bahwa seseorang itu sangat dihormati.
Namun, ada yang aneh pada Rafif. Lelaki itu satu-satunya orang yang tidak membungkuk hormat menyambut kedatangan Theo beserta pengikutnya di belakang.
Tanpa sadar Rafif dan Theo pun bercengkrama cukup dekat membuat Beryl yang melihatnya hanya menggeleng pelan, lalu membidik gambar dengan pencahayaan sangat minim. Meski begitu, Beryl tetap menghasilkan gambar yang terlihat seperti Rafif mengkode akan sesuatu, yaitu jam di tangannya.
Kemudian, Beryl pun langsung menghubungi Grubby yang berada di markas untuk menyelidiki sebuah petunjuk. Bisa dikatakan mereka benar-benar mencari kebenaran dengan sangat berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan.
“Ketua Tim, tidakkah kamu merasa keterlaluan dengan mengabaikan pesan suara yang sudah di-take beberapa kali oleh Zyrach. Akibat dia merasa suaranya sumbang dan tidak bisa didengarkan,” sinis Grubby tepat panggilan tersebut menyambung.
Sontak Beryl yang awalnya hendak menyuruh lelaki itu pun mengembuskan napasnya panjang. Memang tidak salah yang dikatakan oleh Grubby. Hanya saja ia tidak memiliki waktu untuk melakukan banyak hal.
“Grubby, tolong selidiki gambar dan pesan suara yang aku kirimkan padamu,” pinta Beryl mulai mengirimkan beberapa berkas pada Grubby.
Sejenak lelaki berusia tidak terlalu jauh dari Zyrach pun mengembuskan napasnya panjang. Tidak seperti Beryl dan Grubby yang begitu bekerja keras melibatkan banyak hal, termasuk penelitian Profesor Faza yang sebentar lagi akan bekerja sekaligus melakukan beberapa pelatihan bergengsi di luar negeri.
“Ternyata lo benar-benar menyebalkan, Ketua Tim. Gue lagi sibuk, sedangkan lo malah asyik-asyikan di sana melihat banyak wanita berpakaian bikin*,” keluh Grubby menggeram kesal, lalu mau tidak mau harus mengerjakannya agar tidak mendapatkan masalah baru dari Beryl atas kecerobohan seperti ini sudah tidak ada yang bisa melindungimu, selain diri sendiri.