“Pimpinan Abd, semua sudah aku lakukan sesuai dengan perintah. Bahkan semua sudah berjalan sesuai dengan rencana. Karena beberapa petinggi kepolisian mulai menghubungiku,” celetuk Lizian tertawa pelan, lalu menoleh ke arah sahabatnya yang terlihat asyik makan. “Raf, sepertinya lo kelihatan bahagia walaupun berpisah dengan Regina.”
Mendengar hal tersebut membuat Rafif mendadak tersedak. Bahkan lelaki itu langsung terbatuk-batuk pelan dan meraih gelas berisikan air mineral untuk melepaskan rasa tersedaknya akibat terkejut mengingat bahwa masih memiliki sang kakak yang membutuhkan perhatiannya.
“Bagaimana dengan kabar dia, Zian? Beberapa hari ini dia enggak update moment di sosmed?” tanya Rafif penasaran.
“Yang gue tahu, hari ini Regina mau ke suatu tempat, Raf. Karena ada pengiriman datang mengharuskan dia mantau di lapangan,” jawab Lizian meneguk air mineral hingga tandas.
“Pengiriman apa?” sahut Zyrach penasaran. Sebab, ini kali pertama dirinya mendengar Valder Logistic melakukan pengiriman lagi setelah penyegelan kantor perusahaannya.
“Gue juga belum tahu, tapi sekarang lagi berusaha diselidiki,” balas Lizian mengembuskan napasnya panjang, lalu menoleh ke arah Xavier yang terlihat menyantap penuh ketenangan. “Pimpinan Abd, apa lagi yang harus aku lakukan? Karena ada beberapa situasi yang mungkin sedikit menyulitkanku untuk menyelidiki lebih lanjut.”
“Bagaimana dengan perkembangan Hafa?” tanya Xavier meletakkan pelaratan makannya di tepi mangkuk.
“Kemarin sudah mendapatkan beberapa petunjuk penting yang langsung aku kerahkan menuju tempat kejadian. Memang benar di sana banyak sekali bukti kuat untuk menjatuhkan LUCA. Hanya saja belum bisa dikatakan bukti resmi saat tidak ada pendukung seperti saksi dan rekaman yang benar-benar memperlihatkan kejahatan tersebut,” jawab Lizian menyerahkan ponselnya untuk memperlihatkan beberapa barang bukti yang sempat dirinya foto saat mengunjungi ruang arsip barang bukti.
Beryl yang mendengar penuturan mengejutkan Lizian pun tampak penasaran membuat Zyrach tersenyum tipis. Satu-satunya yang bisa mengatakan semuanya tanpa canggung memang hanya dirinya dan Rafif.
Namun, sayang sekali Rafif sedang sibuk memikirkan kakaknya membuat Zyrach mengerti. Wajar saja jika lelaki itu terlalu sibuk sampai melupakan satu-satunya keluarga yang ia punyai dan merawatnya tanpa membeda-bedakan sama sekali.
“Zian, saat lo nyuruh Hafa tadi ada yang tahu?” tanya Zyrach melirik sesaat pada ketua timnya yang kembali menunduk. Seakan pertanyaannya sudah terwakilkan membuat lelaki itu mengembuskan napasnya panjang.
Lizian terdiam sesaat. “Sebenarnya ada, tapi mungkin mereka juga enggak tahu apa yang gue omongin. Karena sibuk sama pekerjaan masing-masing membuat mereka acuh tak acuh. Apalagi hari itu pengikut LUCA banyak banget yang tertangkap basah saat melakukan pengedaran di beberapa sekolah menengah.”
“Sekolah menengah!?” seru Zyrach terkejut.
Tanpa disangka seruan tersebut mengejutkan tidak hanya Lizian, melainkan Rafif, Beryl, dan Xavier pun tampak terjengit pelan. Kemudian, menggeleng tidak percaya pada satu-satunya gadis yang ada di sana memiliki suara begitu melengking.
“Astaga, Zy, santai aja jangan teriak-teriak. Gue tahu lo kaget,” sungut Grubby mengembuskan napasnya panjang, lalu memainkan ponsel untuk mencari sesuatu yang sejak tadi mengganjal di hatinya.
“Iya, benar. Pengedaran obat terlarang udah mulai marak di sekolah-sekolah. Bahkan target pengikut LUCA sudah bukan anak kecil lagi, melainkan remaja yang setengah matang membuat mereka menjadi pecandu,” timpal Rafif mengangguk pelan.
“Lo tahu juga, Raf?” tanya Zyrach melebarkan tidak percaya.
“Tahu, beberapa kali gue pernah mergoki banyak anak remaja yang meminum obat-obatan terlarang,” jawab Rafif mengangguk santai.
Grubby yang tidak mau kalah pun ikut menimpali, “Gue pikir lo juga ngerti, Zy. Kalau gen kita itu udah beda antara Gen Y dan Gen Z. Di mana semua informasi ada di dalam genggaman. Asal kita pintar-pintar mengajarkan remaja sekarang aja.”
“Iya, benar! Gue juga enggak nyangka sama sekali kalau zaman sekarang udah beda banget dari zaman dulu. Mungkin enggak terpikirkan sama sekali kalau semua akan serba mudah dan canggih seperti ini,” balas Zyrach mengangguk setuju.
Setelah puas melihat barang bukti berupa gambar yang sempat diambil oleh Lizian pun membuat Xavier tampak mengembuskan napasnya berat. Lelaki paruh baya itu terlihat menatap satu per satu lelaki yang ada di hadapannya dengan guratan lelah tercetak jelas di keningnya.
“Dugaan sementara kalau pengiriman kali ini adalah obat-obatan yang siap diterima secara besar-besaran terhadap Valder Logistic. Jelas sekali tidak ada yang menyangka kalau ternyata Pimpinan Vald memiliki banyak sekali pabrik penghasil obat-obatan untuk meminimalisir terjadinya penutupan seperti saat ini,” ucap Xavier memijat pelipisnya lelah.
Memang sampai hari ini kasus LUCA masih memiliki banyak tanda tanya yang membingungkan. Apalagi berkali-kali Theo melakukan pergerakan, walaupun sangat tertutup. Akan tetapi, Xavier sama sekali tidak menyangka bahwa lelaki itu akan bergerak sampai sejauh ini melakukan semua keinginannya.
“Maksud perkataan Pimpinan Abd itu ... Theo melakukan banyak pembuatan obat seperti ini di pabrik yang sampai sekarang mungkin masih berlangsung dan bekerja menghasilkan lebih banyak obat-obatan terlarang,” ungkap Beryl mendadak tidak mengerti sekaligus penasaran.
“Memang sudah tidak diasingkan lagi bahwa Theo memiliki sifat kewaspadaannya cukup tinggi sampai lelaki itu benar-benar dikelilingi oleh banyak orang,” balas Xavier mengangguk pelan, lalu menatap ke arah Rafif yang terlihat menunduk. “Rafif, apakah kamu bisa menyelidiki semua pergerakan Theo? Kebetulan sekali dia sedang berada di kantornya sendiri. Kamu akan mengetahui banyak hal di sana, termasuk melihat kebenaran Theo dalam pencariannya yang dilakukan untuk Ethan.”
“Pencarian pamanku?” beo Rafif tersebut.
“Theo tidak akan pernah menyerah dalam pencarian hari ini. Karena Ethan masih dalam pencarian dan belum ada kabar tentang kematiannya membuat Theo berpikiran positif dan memiliki peluang cukup besar dalam pencarian seperti ini,” balas Xavier mengembuskan napasnya panjang.,
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Theo memiliki banyak sekali relasi bisnis dan pendukung di belakangnya. Baik itu pemimpin besar maupun tingkah menengah dari berbagai bidang. Membaut lelaki itu dihormati oleh siapa pun, bahkan mempunyai relasi besar di kepolisian sudah menunjukkan betapa kuatnya lelaki tersebut.
Tidak dapat dipungkiri selama Tugu Vald berdiri di depan Valder Logistic, maka tidak akan ada hukum yang mampun menjerat lelaki itu dari kasus apa pun. Sampai berita mengejutkan semua orang, bahkan selama ini pihak kepolisian banyak sekali melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan kodrat dan jabatan mereka sebagai pelindung warga tipu.
Tidak bisa terlihat baik-baik saja kalau nyatanya selama ini Valder Logistic melakukan banyak sekali kecurangan sekaligus menjerat satu negara berada di bawah kendalinya. Karena tidak ada yang tahu tujuan terbesar lelaki itu melakukan semua rencana selama ini. Yang mereka tahu, selama ini Theo hanya melakukan pengedaran secara illegal untuk memperkaya diri.
Walaupun pada kenyatannya sama sekali tidak. Ada sesuatu hal terbesar yang akan lelaki itu lakukan tanpa diketahui oleh siapa pun. Hanya Ethan satu-satunya orang terpercaya yang kini mengetahui bahwa fakta dan seluruh rencana secara terperinci.