Bersikap kejam sesuai dengan pekerjaan sudah sering dilakukan oleh Theo. Bahkan lelaki itu tidak terhitung lagi bagaimana kejamnya menghukum pengikut dan pengawal yang melanggar semua ketentuannya.
Sama seperti yang baru saja lelaki itu lakukan kepada salah satu pengikut polos tersebut. Meskipun niat pengikutnya untuk tetap menjawab semua pertanyaan, nyatanya hal tersebut sama sekali tidak diterima dengan baik oleh Theo.
Sebab, kehilangan tangan kanan jelas membuat lelaki itu sedikit menerima pukulan terbesar. Karena sudah tidak ada lagi yang bisa menjalankan semua rencananya dengan baik, selain Ethan. Sehingga membuat Theo harus mencari lelaki itu apa pun yang terjadi.
“Bagaimana dengan situasi dermaga? Apakah pengiriman sudah mulai dijalankan?” tanya Theo pada pemimpin pengawal yang beberapa kali pernah mengikuti Ethan. Sayang sekali hari di mana kejadian lelaki itu menghilang, pemimpin pengawal sedang melakukan pengecekan di gudang.
“Beberapa peti kemas sudah mulai dijalankan, Pimpinan Vald. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum mengirim ke sana,” jawab pemimpin pengawal itu dengan menyerahkan sebuah kertas ke arah Theo.
Tanpa pikir panjang lelaki yang menjadi pemimpin organisasi gelap LUCA itu pun menerima kertas tersebut dan merobeknya dengan begitu kejam, lalu menoleh tajam pada pemimpin pengawal di sampingnya yang terlihat menunduk ketakutan.
“Aku menyuruhmu untuk segera mencari Ethan. Masalah pengiriman sepele seperti ini tidak perlu kamu laporkan secara rinci. Aku hanya menerima beres, dan semua masalah yang terjadi, aku tidak peduli,” kecam Theo menunjuk tepat di depan wajah pemimpin pengawal kepercayaannya selama ini.
“Baik, Pimpinan Vald!” balas pemimpin pengawal itu dengan anggukan pelan.
Sementara itu, di sisi lain, Rafif terlihat berolahraga dengan begitu keras mengangkat berkilo-kilo besi yang berbentuk bulat. Lelaki itu benar-benar bekerja keras dalam melakukan olahraga malam ini. Karena dirinya harus mengejar ketertinggalan yang sempat terjadi di malam ketika menyelidiki rumah Keluarga Osm.
Ingatan lelaki itu nyatanya mengarah pada malam di mana ia menyelidiki sesuatu yang tidak terduga bersama Grubby. Benar-benar sulit dipercaya, tetapi Rafif yakin dirinya tidak salah melihat.
“Raf, lo kenapa ngelamun mulu dari tadi?” tanya Zyrach menyerahkan botol air mineral tepat di hadapan Fairel, lalu mendudukkan diri di sana sembari meluruskan kedua kakinya lelah.
“Masalah Theo, gimana? Gue dengar dia dilepaskan begitu aja,” tanya Rafif mengalihkan pembicaraan.
“Iya, dia memang dapat percobaan pengampunan. Tapi, gue enggak yakin kalau dia bakalan diam-diam tanpa melakukan pergerakan apa pun,” jawab Zyrach mendesis kesal.
“Enggak masalah dia melakukan pergerakan. Lagi pula tangan kanan sekaligus informan terpentingnya ada sama gue, dan gue juga yakin kalau Paman enggak akan melakukan apa pun lagi untuk LUCA. Karena sebentar lagi gue akan mengungkapkan semua kejahatan mereka,” timpal Rafif mengembuskan napasnya santai.
“Raf, jangan terlalu percaya sama Ethan. Meskipun dia paman lo, tapi kita enggak ada yang tahu selama dua puluh tahun belakangan ini apa yang udah dia lakukan,” sahut Grubby mengangguk setuju.
Kini anggota Guardian telah mendudukkan diri akibat kelelahan berolahraga. Mereka semua terlihat basah keringat yang mengucur tanpa henti di sepanjang leher dan dahinya.
Rafif tersenyum kecut. Memang tidak dapat dipungkiri pamannya mungkin sudah berubah selama dua puluh tahun lalu, tetapi ia tetap percaya bahwa lelaki itu akan selalu menyayangi dirinya seperti dulu.
“Menurut gue, ucapan kalian berdua memang enggak salah. Tapi, ada baiknya bicara sesuai fakta terlebih dahulu. Karena sampai hari ini belum ada berita apa pun tentang Ethan. Mungkin untuk sekarang kita tidak bisa menghakimi siapa pun sampai benar-benar terbukti bahwa Ethan sudah sadar bahwa yang dilakukannya salah,” sahut Beryl membuat pandangan yang awalnya sedikit tidak suka itu pun perlahan berubah.
Kemudian, setelah selesai berlatih, Guardian pun langsung memisahkan diri untuk segera makan malam. Karena mereka sudah diberitahukan bahwa akan ada pertemuan rahasia antara BIN dan Kepolisian Metropolitan membicarakan masalah organisasi gelap LUCA.
Dengan berpakaian serba hitam seperti biasa, Guardian pun menuju kendaraan yang selama ini menjadi senjata tempurnya. Mereka semua tampak memisahkan diri dengan mobil dikendarai oleh Xavier, untuk meminimalisir jika terjadinya penargetan terhadap Guardian.
“Raf, gue dengar tadi diberita internet, katanya Lizian mengumumkan kasus secara umum. Membuka sayembara pada siapa pun yang bekerja di bawah pengikut LUCA, dan melaporkannya akan mendapatkan pengakuan khusus,” celetuk Grubby mencondongkan tubuhnya pada Rafif yang berada di samping Beryl mengemudikan mobil.
“Pengakuan khusus?” tanya Rafif penasaran.
“Gue spesifikasinya seperti apa, tapi cukup menggemparkan. Karena pengumuman pers itu terjadi ketika sedang melakukan rapat,” jawab Grubby memainkan ponselnya kembali, lalu berselancar internet yang terus-menurus membicarakan masalah pengumuman mengejutkan tadi.
Sedangkan Rafif yang baru saja mendengar berita tersebut pun mendadak tidak mengerti. Entah kenapa dirinya merasa sesuatu akan terjadi, walaupun itu akan sangat lama.
Tak lama kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Guardian pun sampai di sebuah restoran bergaya mewah. Satu per satu dari mereka pun turun dengan memandangi sekitar cukup waspada, sebelum masuk ke dalam secara bersamaan yang langsung disambut oleh dua pelayan restoran.
Sejenak Grubby memandangi sekitar dengan kemampuan analisisnya, tidak ada yang mencurigakan membuat lelaki itu mengangguk pada ketiga rekan kerjanya. Membuat mereka berempat masuk ke dalam dengan begitu gagah.
Pilihan ruangan untuk makan malam tersebut memang cukup rahasia. Sebab, letaknya lumayan jauh dengan jalan berbelok cukup banyak. Sedikit membingungkan.
Sesampainya di sebuah ruangan tertutup dengan kedap suara itu pun membuat Rafif menoleh ke arah tiga rekan kerjanya yang berada tepat di depan. Sedangkan dirinya hendak memastikan dulu di dalam benar-benar berisikan Xavier dan seorang polisi terpercaya.
Dan benar saja, di dalam hanya ada dua lelaki berbeda usia yang terlihat sedang berbincang ringan sembari sesekali tertawa pelan. Setelah itu, Rafif kembali menatap ke arah tiga rekan kerjanya dengan anggukan pelan membuat mereka semua langsung mengembuskan napasnya panjang.
Tanpa ragu Grubby langsung membuka pintu restoran tersebut sembari melambai-lambai indah layaknya model yang berjalan di atas catwalk, lalu disusul Zyrach yang terlihat menggeleng tidak percaya.
Sedangkan Beryl hanya melenggang santai sembari menatap dua kursi meja makan kosong yang berada di dalam. Sampai pilihan lelaki itu jatuh pada kursi dekat dengan Xavier dan Zyrach. Membiarkan Rafif duduk berdampingan dengan sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.