“Grubby, Rafif, ke mana kalian berdua semalam?”
Dua lelaki tampan yang baru saja menginjakkan kaki pagi ini pun langsung pergi menghadap ke ruangan Xavier. Sebab, ketika keduanya datang langsung tersambung pada earpiece yang tertanam pada telinga bagian dalam.
Tentu saja bekerja sebagai Guardian tidaklah mudah. Mereka akan banyak sekali mengalami terror dan kejadian tidak terduga. Bahkan bisa dikatakan lebih diwaspadai akibat pekerjaan yang terlalu berbahaya dibandingkan seorang polisi.
“Maafkan kami, Pimpinan Abd,” sesal Grubby dan Rafif secara bersamaan.
“Aku yang memaksa Grubby untuk menyelidiki kasus p*********n Keluarga Osm sampai sekarang belum ada penjelasan,” sambung Rafif menyela penjelasan.
“Bagaimana caranya kalian menyelidiki kasus dua puluh tahun lalu?” tanya Xavier mengernyit bingung.
“Ethan mengaku semuanya pada Rafif, Pimpinan Abd,” jawab Grubby mewakili.
Xavier mengangguk beberapa kali. “Lantas, apa yang kalian berdua dapatkan?”
“Ada beberapa bukti khusus yang bisa dijadikan sebagai petunjuk. Karena Rafif menyelidiki pada seseorang yang pernah melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Hanya saja memang tidak ada tanggapan, sehingga akhirnya memutuskan untuk membiarkan kasus p*********n tersebut lenyap dimakan usia,” jawab Grubby mengembuskan napasnya panjang.
“Bukankah aku juga berasal dari Keluarga Osm?” sahut Rafif tersenyum miring.
Xavier mengangguk beberapa kali. Sebenarnya lelaki itu tidak pernah mengatakan apa pun tentang Keluarga Osm. Bahkan sebagai pemimpin, Xavier sama sekali tidak menyinggung tentang kasus p*********n Keluarga Osm.
“Rafif, aku mengerti kamu sangat menginginkan kasus ini terselesaikan. Tapi, jangan pernah melupakan bahwa kamu masih menjadi bagian dari Guardian. Karena semua ini akan bersangkut paut dengan organisasi gelap LUCA,” balas Xavier mengembuskan napas panjang.
Setelah itu, Grubby dan Rafif pun melenggang keluar. Keduanya telah melaporkan semua kejadian semalam. Hanya saja mereka tidak menceritakan semua yang telah terjadi, sebab ada beberapa hal yang tidak bisa diceritakan.
Saat berada di depan asrama, Grubby dan Rafif pun memisahkan diri. Sebab, mereka berdua hendak membersihkan tubuh sekaligus membayar rasa kantuk semalam akibat terlalu banyak menyelidiki kasus keterkaitan LUCA dengan Keluarga Osm.
Meskipun Rafif masih menyandang marga Keluarga Osm, nyatanya banyak sekali yang tidak lelaki itu ketahui, termasuk pembunuhan terjadi. Bahkan ketika semua berlalu begitu cepat, Rafif benar-benar seakan ditelan oleh bumi. Semua yang berkaitan dengan lelaki itu mendadak hilang seiring kasus Keluarga Osm menghilang.
Di dalam kamar, Rafif membanting tubuhnya dengan menjadikan kedua tangannya dijadikan sebagai bantalan menatap langit kamar asrama yang akan digunakan selama menjadi bagian dari Guardian.
Sejenak lelaki itu kembali membayangkan semua kejadian semalam. Di mana dirinya dan Grubby mendapatkan banyak kebenaran yang perlahan terungkap. Entah kenapa perasaan Rafif mendadak tidak nyaman. Seakan ia merasakan sesuatu akan terjadi begitu besar di dalam kehidupannya.
Saat Rafif hendak memejamkan mata, tiba-tiba pintu kamar diketuk beberapa kali membuat lelaki itu membuka matanya kembali. Kemudian, mengembuskan napas panjang, tak urung Rafif pun bangkit untuk membukakan pintu pada seseorang yang sudah berkunjung ke kamarnya.
Ternyata tepat di depan kamar terdapat Zyrach yang berdiri sembari menatap penuh harap pada pintu berbahan besi. Gadis berpakaian kaus putih dipadukan dengan celana jeans biru dongker itu pun tersenyum lebar melihat kehadiran Rafif.
“Raf, gimana kabar lo? Kenapa semalam enggak balik ke markas?” tanya Zyrach beruntut sembari melenggang masuk tanpa permisi.
“Gue baik-baik saja, Zy. Cuma semalam gue nginap di rumah Keluarga Osm,” jawab Rafif menutup pintunya kembali dan mendudukkan diri di nakas yang berada di sampingnya.
“Keluarga Osm? Keluarga lo?” Zyrach mengernyit penasaran.
Rafif mengangguk singkat. “Iya, keluarga gue. Ternyata rumah itu masih ada sampai sekarang. Bahkan tidak ada satu pun yang nempati. Padahal gue kira awalnya rumah itu udah pindah tangan, tapi nyatanya enggak sama sekali.”
“Kok bisa?”
“Entahlah gue juga enggak tahu.”
“Raf, gue rasa ada orang lain yang diam-diam bantu lo buat ngungkapi kasus ini. Bisa jadi orang yang paling dekat dengan lo. Karena hanya dia yang tahu masalah Keluarga Osm berkaitan dengan lo.”
Sejenak Rafif terdiam mendengarkan perkataan gadis yang ada di hadapannya. Ia pun merasakan hal yang sama. Entah siapa pun itu, Rafif akan sangat berterima kasih. Lelaki itu benar-benar beruntung.
“Oh ya, Raf, gue dengar katanya lo sama Grubby nemu petunjuk penting saat melakukan penyelidikan di rumah Keluarga Osm. Apa itu?” tanya Zyrach penasaran.
“Ada sesuatu yang belum bisa gue ungkapi, Zy. Mungkin gue akan pastiin dulu kalau semua ini benar-benar berkaitan dengan LUCA,” jawab Rafif menatap gadis yang ada di dekatnya penuh.
“Kenapa?”
Rafif menggeleng pelan. “Gue belum bisa cerita.”
Mendengar hal tersebut mau tidak mau, Zyrach pun mengembuskan napasnya panjang. Gadis itu mengerti kalau nyatanya Rafif memang menghadapi situasi cukup sulit. Akan tetapi, sebagai seorang teman sekaligus rekan kerja, Zyrach benar-benar merasa sedikit tersinggung.
Walaupun tidak dapat dipungkiri Zyrach mengerti bahwa Rafif cukup sulit untuk membuka masa lalunya. Apalagi lelaki itu baru saja menerima kenyataan Ethan yang selama ini menjadi target pun secara mendadak dipatahkan.
“Baiklah, gue paham kemauan lo, Raf. Kalau begitu, ikut latihan!” ajak Zyrach bersemangat.
“Gue belum tidur semalaman, Zy,” keluh Rafif memelas.
“Lo enggak tidur? Kenapa?” Zyrach melebarkan matanya terkejut. “Pantas aja Grubby dari tadi gue panggil enggak keluar. Ternyata semalaman belum tidur.”
“Setelah melakukan penyelidikian dengan paman gue yang ternyata dipatahkan melalui argument saksi. Akhirnya, gue sama Grubby mutusi untuk melakukan penyelidikan. Sampai tidak sadar penyelidikan itu sangat lama,” balas Rafif mengembuskan napasnya panjang. Nyatanya ia benar-benar mengantuk, lalu menoleh ke arah jam dinding yang ada di kamarnya.
“Ya udah, gue bilang sama Ketua Tim kalau kalian berdua kelelahan akibat kemarin,” putus Zyrach bangkit dari tepi tempat tidur, lalu melenggang keluar. Namun, sebelum benar-benar keluar, Zyrach menyempatkan diri menatap lelaki yang ada di belakangnya.
“Gue akan latihan sore,” celetuk Rafif mengangguk mantap.
Sontak wajah Zyrach yang awalnya merasa kecewa pun tergantikan dengan senyuman lebar. Gadis itu nyatanya benar-benar senang sekaligus antusias mendengar Rafif akan berlatih ketika sore tiba.
Setelah itu, Zyrach pun melenggang keluar dengan melompat-lompat kecil menuju ruang latihan yang berada tidak jauh dari asrama. Sebab, hari ini akan banyak latihan bagi Guardian membuat Zyrach mengajak dua lelaki yang baru saja kembali itu untuk latihan.
Namun, sayang sekali keduanya sedang melakukan istirahat akibat semalaman begadang mencari kebenaran. Sehingga Zyrach yang mengerti kesusahan Keluarga Osm itu pun lapang d**a. Nyatanya tidak ada yang menyangka bahwa anak laki-laki penerus Keluarga Osm telah kembali untuk mengusik siapa pun berkaitan dengan pembunuhan berantai keluarganya.