“Menurut lo, mengapa Ethan menatap seperti itu, Raf?” tanya Grubby menatap lelaki yang ada di sampingnya dengan alis terangkat menarik.
“Kalau menurut pemahaman gue, di beberapa titik taman ini ada pintu yang mengarah langsung pada akses jalan raya dan jalan setapak penghubung antar blok lainnya. Waktu itu, orang tua gue memang sering lewat sini ketika baru pulang dari kantor. Bahkan pengasuh gue juga terkadang lewat sini saat mengantarkan gue sekolah. Bisa dibilang dua pintu ini jadi pintu akses utama, selain yang ada di depan,” jawab Rafif panjang lebar.
Grubby menjentikkan jemarinya pertanda setuju. “Benar! Lelaki serba hitam tadi berjalan dari sini, Raf. Entah siapa pun yang memberi akses dia masuk, itu bukan paman lo. Ada orang lain yang berkemungkinan memberikan akses, karena ketika dia datang. Ethan sama sekali tidak ada di rumah ini.”
“Kenapa bisa?” tanya Rafif terkejut.
“Itu yang masih menjadi pertanyaan besar gue,” jawab Grubby mengembuskan napasnya panjang.
Setelah rekaman kedua dilihat hanya menampilkan sisi taman yang sangat terawat dan sesekali Rafif kecil berlarian dengan seorang gadis cantik dari belakang. Memang tidak ada yang istimewa membuat Grubby melepaskan kaset tersebut, dan beralih pada dua kaset terakhir di dalam kotak.
“Tinggal dua kaset lagi, Raf. Ini akan menjadi petunjuk penting yang mungkin akan mengungkapkan semua perkataan Ethan mengenai kebenarannya atau tidak,” ucap Grubby serius.
Rafif menatap tanpa ekspresi, lalu menyetujui perkataan lelaki di hadapannya. “Kalau begitu, kita harus secara pasti melihatnya.”
Setelah mengatakan hal tersebut, Grubby dan Rafif pun menatap dengan seksama pada empat monitor yang ada di hadapannya. Setiap detail memperlihatkan situasi sore tepat sebelum p*********n terjadi.
Nyatanya hal tersebut menarik banyak perhatian Rafif, sebab lelaki itu menaruh pandangannya pada layar monitor yang memperlihatkan rekaman dua puluh tahun lalu terjadinya sebuah p*********n.
Terpampang sebuah kamera rekaman yang memperlihatkan dua mobil hitam mewah terhenti di depan rumah bergaya klasik. Hal tersebut membuat tatapan Rafif mendadak serius. Sedangkan Grubby yang berada di sampingnya pun menatap sama.
Beberapa orang tampak berpencar mengisi kekosongan rumah Keluarga Osm yang terlihat sepi akibat sudah larut malam. Di sana tampak beberapa orang menunduk dengan sebagian wajahnya tertutupi masker.
“Raf, lihat di bagian samping Ethan ada seorang lelaki mencurigakan,” ucap Grubby sejenak memberhentikan video tersebut.
“Oh, bagian yang ini!” balas Rafif menunjuk dua orang yang terlihat mencurigakan.
“Gue udah ngerasa ada aneh saat video pertama tadi diputar. Siluet dan sudutnya sama membuat gue percaya kalau orang ini orang yang sama.”
Grubby secara perlahan mulai membesarkan gambar tersebut dan memberikan pencerahan cukup banyak membuat siluet tidak terlihat tadi tampak dengan sangat jelas. Keduanya saling berpandangan dengan ekspresi terkejut.
Sementara itu, di sisi lain Zyrach tampak mondar-mandir dengan ekspresi cemas membuat Beryl mengembuskan napasnya panjang. Entah kenapa lelaki berwajah datar itu mendadak terasa sedikit kesal melihat gadis di hadapannya tidak berhenti melangkah.
“Zyrach, tenang saja. Tidak akan terjadi sesuatu pada Grubby dan Rafif.”
“Tidak bisa, Ketua Tim. Ini sudah larut malam dan mereka tidak juga kembali. Aku benar-benar mencemaskannya!”
“Memangnya mereka mengatakan akan kembali dengan cepat?”
“Tidak.”
Beryl mengembuskan napasnya panjang. “Itu berarti kepulangan mereka pun tidak bisa dideteksi. Lagi pula penyelidikan ini memang dikhususkan untuk Keluarga Osm. Walau bagaimanapun juga, Rafif ikut andil cukup banyak. Sehingga kamu tidak bisa mencemaskannya seperti ini untuk segera pulang.”
“Tapi, Ketua Tim ....”
“Aku tahu kamu mencemaskan mereka berdua yang mungkin akan terjadi sesuatu, tetapi percayalah bahwa Grubby dan Rafif akan saling menjaga. Kalau pun mereka tertangkap, kita tidak bisa menyelamatkannya.”
“Mengapa?”
“Apa kamu mau Guardian membubarkan diri?”
“Tentu saja tidak!”
“Kalau sudah berpikiran seperti itu, maka kamu harus menyiapkan hati apa pun yang terjadi.”
Mendengar penuturan dari Beryl membuat benak Zyrach perlahan terbuka. Gadis itu semakin mengerti bahwa sudah saatnya Rafif menyelidiki pembunuhan di balik keluarganya. Karena sampai hari ini kasusnya pun sama sekali belum dipecahkan. Seakan ada pihak besar yang bersembunyi di belakangnya.
“Bagaimana kalau Rafif ternyata menemukan kebenaran, tetapi malah sama sekali tidak dia duga?” tanya Zyrach mendadak ragu.
“Maka dari itu, apa pun kebenarannya yang akan terungkap nanti, dia harus menyiapkan hati. Memang tidak mudah, tetapi dia harus mengerti bahwa hati manusia itu sangat menyeramkam,” jawab Beryl mengangguk singkat.
Tanpa sadar perbincangan mereka berdua nyatanya diketahui oleh Xavier. Membuat lelaki paruh baya berpakaian mantel besar itu pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam. Menghampiri dua Guardian hasil didikanya.
Sejujurnya Xavier pun merasa cemas saat Grubby dan Rafif sama sekali tidak memberikan kabar. Akan tetapi, mengingat kembali pada peraturan Guardian untuk tidak memberi tahu saat melakukan tugas pun membuat Xavier mau tidak mau menerima keputusan tersebut dengan lapang da*da.
Meskipun dapat diketahui bahwa Grubby dan Rafif tengah menyelidiki dalang di balik kasus p*********n Keluarga Osm yang sementara mencurigai Ethan. Akibatnya, lelaki itu kini dalam pengurungan dari dunia luar, termasuk meminimalisir jika lelaki itu terpasang GPS di seluruh tubuhnya.
Tentu saja penempatan di wilayah pelatihan pengawal internasional itu tidak mudah. Apalagi mereka memiliki banyak programmer andal yang melakukan penyisiran secara digital. Sehingga bisa dikatakan tidak mudah menemukan tempat yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja.
“Pimpinan Abd,” panggil seseorang dari belakang dengan suara pelan.
Hal tersebut membuat Xavier yang menutup pintu langsung membalikkan tubuhnya menatap dua professor kepercayaannya.
“Ada apa?” tanya Xavier.
“Kami ingin membicarakan masalah perkembangan Rafif,” jawab Professor Aleena memperlihatkan rekam medis di tangannya.
Sejenak Xavier mengangguk pelan, lalu melenggang pergi menuju ruangannya. Sebab, membicarakan masalah perkembangan Rafif membutuhkan ruang khusus yang tidak bisa dimasuki oleh siapa pun. Karena meminimalisir terjadi kebocoran data terhadap pihak luar. Apalagi Rafif sudah menjadi incaran Theo yang mengingin tubuh yang selama ini sudah menjadi bahan eksperimennya.
Tentu saja sejak kapan dan di mana Rafif bisa mendapatkan cairan tersebut masih tanda tanya besar. Memastikan bahwa lelaki itu tidak terkontaminasi dari luar pun cukup sulit. Akibatnya, penyelidikan tubuh Rafif pun menjadi sedikit terhambat. Ada beberapa bahan dari cairan tersebut yang justru menimbulkan banyak tanda tanya.
Memang bisa dikatakan tubuh Rafif benar-benar kuat. Lelaki itu mampu menerima banyak cairan dalam sekali suntikan. Hanya saja terkadang melampaui batas membuat Rafif mengalami kejang selama beberapa saat, tetapi tubuhnya pun langsung menerima dengan lapang da*da. Membuat Xavier, Aleena, dan Faza merasa semakin penasaran.