Permulaan tadi sedikit mendapat masalah membuat Grubby dan Rafif memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. Nyatanya mereka berdua mendapat sebuah kabar dari Beryl bahwa Ethan sudah datang dan memasuki ruangan party yang ternyata sedang digelar dalam gedung tersebut.
Di sana terlihat Zyrach sedang berdiri memandangi banyak pemuda-pemudi menarik tanpa beban diiringi dengan musik berdentum begitu kuat. Sebenarnya ia ingin sekali bergabung di sana, tetapi ingatannya kembali pada rencana yang tidak boleh gagal. Karena hanya satu kesempatan saja tersedia.
Tak lama kemudian, datanglah dua lelaki tampan yang mengedipkan matanya menggoda membuat Zyrach memutar bola mata malas. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan membuat gadis itu langsung menuju meja yang tengah diisi oleh seorang lelaki kepercayaan Theo.
“Apa aku boleh duduk di sini?” tanya Zyrach tersenyum manis yang memikat membuat Ethan seketika terpaku dan mengangguk kaku.
Mendapat jawaban yang sangat menguntungkan itu pun tidak Zyrach sia-sia. Gadis itu mendudukkan diri dengan begitu feminim menekuk kakinya ke samping sembari menggenggam sebuah gelas berisikan air soda yang mirip dengan alkohol. Tentu saja ia tidak gila sampai memesan minuman tersebut.
Di saat Zyrach terlihat asyik menikmati dentuman musik, tiba-tiba seorang lelaki bergaya mabuk dengan aroma alkohol cukup menyengat menghampiri Zyrach. Lelaki itu langsung ambruk tepat di pelukan Zyrach.
Seketika tubuh gadis itu langsung menegang kaku. Ia tidak menyangka wajah Rafif benar-benar sangat tampan dalam jarak sedekat ini. Akan tetapi, Zyrach menggeleng sadar bahwa dirinya tidak boleh memikirkan hal apa pun, selain pekerjaan.
Sedangkan Ethan yang berada di samping Zyrach pun mulai melirik penasaran. Lelaki itu terlihat sedikit tidak nyaman dengan tindakan dua orang di sampingnya.
“Maaf, aku tidak bermaksud mengganggumu. Dia orang asing yang tiba-tiba datang,” sesal Zyrach meringis pelan, lalu mendorong tubuh Rafif ke samping yang masih kosong membuat lelaki itu menyandarkan tubuh penuh mabuk.
Ethan mengangguk singkat. “Aku pikir dia pacarmu. Sehingga lebih baik mencari tempat lain daripada berada di sini dan menimbulkan salah paham berlebihan.”
“Tenang saja, aku tidak memiliki siapa pun,” balas Zyrach tersenyum ringan dan kembali menikmati musik yang berdentum pelan.
Selang beberapa menit kemudian, seorang lelaki tampan berkaca mata anti radiasi yang bertengger di pangkal hidungnya itu pun melangkah mendekat. Grubby menyamar menjadi seorang pebisnis itu pun melebarkan matanya melihat Zyrach duduk bersama dua pria di sampingnya.
“Apa yang kamu lakukan di sini!?” bentak Grubby tidak percaya. Permainan pun dimulai.
Zyrach mengernyit bingung. “Apa urusanmu aku berada di sini? Kita sudah tidak memiliki hubungan lagi.”
“Apa kamu bilang!? Jangan gara-gara dia kamu memutuskan hubungan kita selama empat tahun belakangan ini!”
“Kalau iya memang kenapa?” sahut Zyrach bangkit dengan dagu terangkat menantang.
Sontak pertengkaran cukup hebat yang terjadi di hadapan Ethan itu pun menarik sedikit perhatian para pengunjung pesta. Namun, mereka langsung mengabaikan begitu saja saat melihat tiga lelaki yang berada di sana dan mulai beranggapan bahwa sedang ketahuan selingkuh.
“Dasar tidak tahu diri!” bentak Grubby hendak melayangkan tangannya menampar wajah Zyrach.
Namun, gerakan tersebut langsung terhenti ketika Rafif berpura-pura tersadar dari mabuknya. Walaupun lelaki itu sama sekali tidak meminum alkohol, melainkan hanya menyemprotkannya ke pakaian sedakan lelaki itu benar-benar minum.
“Oh, jadi lo pacarnya!” sinis Rafif mendengkus pelan.
“Jangan ikut campur! Ini urusan gue, seharusnya lo malu menjadi selingkuhannya dia,” sinis Grubby tidak percaya.
Pertengkaran keduanya pun semakin tidak terkendali dengan botol mulai dipecahkan secara acak hingga meributkan. Tidak sedikit pengunjung pesta memisahkan mereka berdua.
Sedangkan Zyrach yang menjadi objek pertengkaran pun hanya tersenyum sinis, lalu diam-diam mengambil koper di samping Ethan. Akan tetapi, hal tersebut diketahui oleh sang pemiliknya membuat Rafif bergerak cepat melayangkan sebuah pukulan pada pamannya sendiri hingga terjatuh tidak sadarkan diri.
Tindakan tersebut justru mengejutkan pengunjung pesta yang ternyata mulai menyadari keadaan sedikit bingung. Mereka saling berpandangan dengan kening mengernyit dalam. Namun, tidak dapat dipungkiri mereka lebih banyak diam dan tiak ingin ikut campur.
Tentu saja hal tersebut tidak sia-siakan oleh Rafif membuat lelaki itu langsung merangkul tubuh Ethan dan membawanya ke dalam mobil yang sudah berisikan Jarvis. Sehingga mereka bertiga bisa pergi tanpa membuat kecurigaan apa pun di dalam. Meskipun sempat membuat kekacauan dan sudah ditenangkan kembali oleh Lizian yang mengetahui keberadaan Guardian.
Tentu saja mereka sudah memberikan banyak koordinir, termasuk penjagaan polisi yang selama ini menjadi perintah dari Theo. Bahkan lelaki itu tidak menyadari bahwa tindakannya tersebut justru membawa diri sendiri pada kegagalan.
Sedangkan Rafif yang menyadari keberadaan seorang lelaki asing, selain Guardian pun mengernyit bingung. Saat dirinya hendak berbicara, tetapi langsung dicegah oleh Zyrach. Gadis cantik itu tampak menggeleng pelan, lalu kembali menatap lurus sembari mengenakan sabuk pengaman.
Beryl yang sudah memposisikan diri duduk di samping jok Jarvis itu pun menatap sekitar dengan waspada. Sampai tatapannya mengarah pada seorang lelaki yang berdiri memandangi keadaan. Jelas saja lelaki itu bernama Lizian, seorang polisi yang bersahabat baik dengan Rafif dan membantu semua rencana malam ini berjalan lancar.
Sudah mendapat sang paman yang selama ini mengacaukan keluarganya tidak membuat Rafif puas begitu saja. Ia masih harus tetap melakukan tujuannya, yaitu menghancurkan LUCA. Sang objek yang menjadi pusat dari segala kekacauan keluarga, hidup, dan karirnya sebagai seorang polisi.
“Bagaimana perasaan lo, Raf?” tanya Zyrach setengah berbisik menatap seorang lelaki tampan yang berada di samping Ethan tidak sadarkan diri.
“Lumayan, tetapi gue masih harus tetap mempertanyakan semua tujuan dia membantai seluruh Keluarga Osm,” jawab Rafif tersenyum kecut dan memejamkan matanya menikmati keberhasilan malam ini.
Sedangkan Jarvis dan Beryl yang berada di depan pun langsung mencapkan gas mobil dengan kecepatan penuh menuju pusat markas Guardian. Tentu saja tidak banyak yang tahu, hanya segelintir orang. Bahkan Lizian yang termasuk dalam kalangan dekat Rafif pun belum pernah datang, hanya mengetahui lelaki itu akan melakukan banyak penanganan kasus secara rahasia dan sembunyi-sembunyi.
Malam ini benar-benar menjadi kemenangan terbesar bagi Rafif dan anggota Guardian. Tidak disangka semua perjuangannya selama ini berubah manis. Meninggalkan rasa lelah sekaligus bahagia dalam waktu bersamaan.
Diam-diam Zyrach memperhatikan setiap lekuk wajah tampan Rafif yang tampak sempurna. Seakan Dewa Yunani pun merasa iri melihat ketampanan lelaki itu. Hanya saja jauh dari lubuk hati Zyrach merasa sedikit mengganjal dan tidak ingin diketahui bahwa telah menyukai rekan kerjanya sendiri. Jelas peraturan tersebut sudah sangat mutlak untuk tidak dilanggar siapa pun.