Setelah mendapat persetujuan untuk melakukan rencana, akhirnya Guardian pun bergegas menuju Rainbow Night Club yang kebetulan sekali sedang sepi. Mereka semua tampak berpencar mencari posisi masing-masing, termasuk Zyrach sudah menyamar menjadi salah satu ja*lang untuk menyelidiki lebih dalam tentang tempat yang akan menjadi target besar mereka.
Sedangkan Beryl sudah memposisikan diri menjadi salah satu penjaga berpakaian jas formal dan mengenakan earpiece yang tersambung langsung dengan tiga rekan lainnya. Tentu saja tidak mudah mendapatkan setelan tersebut, sebab tempat ini benar-benar dijaga dengan ketat di setiap sudutnya.
Sementara itu, Grubby dan Rafif mulai melakukan penyamaran menjadi dua lelaki kaya yang mencari wanita di dalam. Tampak banyak sekali penjaga yang memperhatikan dengan seksama, lalu sesekali melirik ke arah tamu. Namun, mereka sama sekali tidak melirik ke arah Grubby dan Rafif membuat lelaki tersebut tampak sedikit lega.
Kemudian, dua lelaki tampan itu menghampiri seorang wanita berwajah menor yang dulunya sempat melayani Rafif membuat ia langsung menyadarinya. Akan tetapi, wanita itu terlihat tidak mengingatnya lagi, sehingga sedikit mempermudah penyamaran.
“Ada yang bisa saya bantu, Tuan-tuan?” sapa wanita tersebut sembari menggerakkan kipas lipatnya sembari bergaya centil.
“Pesankan aku ruangan VIP yang memiliki kamar di dalamnya,” ucap Rafif mengeluarkan sebuah kartu yang pernah ia dapat ketika melakukan penyelidikan seorang diri.
Sontak wanita berwajah menor itu pun langsung melebarkan matanya, lalu mengangguk antusias dan mempersilakan dua lelaki tampan untuk mengikuti langkahnya dari belakang.
Dalam langkah tegasnya, Grubby yang merasa penasaran dengan kartu milik Rafif pun bertanya, “Dari mana lo dapatkan kartu itu?”
“Bukankah Zyrach bilang kalau gue pernah ke sini?” Rafif berbalik tanya membuat lelaki berwajah menggemaskan yang ada di sampingnya tersenyum paksa.
Akhirnya, mereka berdua pun memiliki untuk diam dan melanjutkan langkah kakinya menuju sebuah ruangan yang dipercayai oleh wanita menor tadi.
“Silakan duduk dulu, Tuan-tuan. Saya akan memanggilkan wanita cantik untuk kalian!” titah wanita itu tersenyum lebar dan kembali menutup pintu ruangan.
Sepeninggal wanita menor tadi, Rafif menatap sekitar dengan pandangan bingung. Sepertinya kartu yang diberikan tadi memang untuk akses para tamu VIP, tetapi tidak hanya satu ruangan saja, melainkan ada beberapa ruangan.
Bahkan Rafif ingat dengan betul bahwa dirinya sempat menempelkan suatu benda di ruangan tersebut. Akan tetapi, ketika ia menyadari perbedaan ruangan pun langsung memberikan komunikasi pada Beryl.
“Ketua Tim, aku berada di ruangan yang berbeda,” ucap Rafif merendahkan suaranya membuat Grubby menoleh sesaat, lalu kembali menatap sekitar dengan memperhatikan setiap sudut ruangan yang ada.
“Baiklah, aku akan mencari ruangan yang kau maksud,” balas Beryl singkat.
Tak lama kemudian, terlihat beberapa wanita cantik masuk ke dalam dengan di antaranya terdapat Zyrach. Hal tersebut mengejutkan Grubby yang langsung melebarkan matanya tidak percaya, lalu mengernyit bingung.
Sedangkan pandangan Rafif tidak lepas dari jejeran wanita tersebut. Namun, ia langsung mengernyit bingung menyadari wanita yang dikenalinya tidak ada.
“Apa semua wanita di sini?” tanya Rafif penasaran.
“Iya, tentu saja, Tuan. Semua wanita sudah ada di sini, tetapi ada beberapa dari mereka sudah menerima pelanggan,” jawab wanita menor itu dengan penuh minat.
Grubby mengernyit bingung. “Ada yang tidak kau sukai?”
“Aku mencari seorang wanita yang pernah mencuri sesuatu padaku, tetapi sayang sekali dia tidak berada di sini,” jawab Rafif tersenyum kecut.
Sontak perkataan itu benar-benar membuat Grubby dan Zyrach mengernyitkan keningnya dengan kompak, lalu memiringkan kepala layaknya diberikan aba-aba untuk melakukan secara bersamaan.
“Siapa yang kamu maksud, Tuan? Saya akan mencarinya,” tanya wanita menor itu panik.
“Ja*lang sia*lan itu bernama Reni,” jawab Rafif dengan alis terangkat sombong.
“Astaga, Reni sedang melakukan hukumannya karena baru saja membocorkan rahasia perusahaan kepada orang luar,” ucap wanita menor itu spontan.
Siapa sangka kalau perkataan itu nyatanya menarik perhatian Rafif untuk mengetahui lebih lanjut. Sebab, ia merasa sangat penasaran dengan orang yang membocorkan rahasia itu kepada siapa, ataukah pada dirinya sendiri. Hal tersebut membuat Rafif benar-benar merasa penasaran.
“Tuan-tuan, apakah kalian ingin mencari tipe yang lain lagi?” tanya wanita menor itu dengan penuh harap membuat Zyrach yang berada di barisan itu langsung menatap datar. Seakan gadis itu kesal terhadap semua pembicaraan yang dilakukan oleh Rafif.
“Sepertinya temanku sedang tidak ingin ditemani oleh siapa pun,” jawab Grubby mewakili.
“Baiklah, kalau membutuhkan sesuatu akan ada pelayan yang datang kemari,” pungkas wanita berwajah menor itu tersenyum lebar.
Kemudian, menggiring satu per satu wanita cantik, termasuk Zyrach yang menyempatkan diri menatap dua lelaki di belakangnya datar.
Sepeninggalnya wanita menor dan wanita cantik-cantik itu, Grubby pun menatap ke arah Rafif dengan menuntut banyak penjelasan. Akan tetapi, tatapan Rafif sedang tidak bersahabat membuat Grubby lebih memilih untuk diam.
“Rini itu salah satu ja*lang di sini sekaligus informan penting bagi gue. Dia yang bantu semua penyelidikan gue ketika masih menangani kasus LUCA, dan gue memang sempat menempelkan alat perekam yang sewaktu-waktu akan gue ambil lagi ketika datang ke sini. Tapi, siapa sangka kalau ternyata Reni udah ditangkap saat melakukan penyelidikannya secara diam-diam,” ungkap Rafif mengembuskan napasnya panjang.
Grubby mengangguk mengerti. “Jadi, lo udah kenal sama Reni dari lama?”
“Enggak, kami hanya bertemu satu kali saat itu, dan gue langsung ditangkap oleh LUCA. Mungkin Theo udah paham kalau ternyata gue sempat menyelidiki tempat ini. Dan mungkin langsung mengira Reni membocorkan rahasia perusahaan, walaupun pada kenyataannya enggak sama sekali,” jawab Rafif menyandarkan tubuh.
“Memangnya yang selama ini berhubungan sama Reni lo doang, Raf? Jangan terlalu percaya diri, karena tidak ada yang tahu kalau ternyata bukan lo dimaksud membocorkan rahasia perusahaan,” sungut Grubby memutar bola matanya malas.
Terkadang terlalu percaya diri membuat siapa pun akan melimpahkan semua masalah pada dirinya sendiri. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada permainan dari orang lain yang menginginkan jatuhnya LUCA.
Apalagi organisasi gelap itu memiliki banyak sekali musuh sampai rasanya tidak terhitung. Sehingga wajar saja banyak kemungkinan yang akan terjadi ketika melakukan banyak hal dalam penyelidikan, termasuk campur tangan orang luar satu profesi dengan kita.
“Yang lo bilang memang benar, Grub. Tapi, gue tetap percaya bahwa selama ini Reni enggak akan membocorkan rahasianya pada siapa pun. Walau dikemudian hari terbukti, gue akan sebisa mungkin menerimanya dengan lapang d**a. Karena memang bukan hak gue untuk melakukan seperti yang gue inginkan, semua memiliki kebebasan selagi belum memiliki hubungan apa pun,” tutur Rafif tersenyum tipis dengan sifat dewasanya dalam memikirkan banyak hal membuat Grubby sedikit terkesima.