“Grubby!!!”
Suara teriakan seorang perempuan itu terdengar menggema di sekeliling gedung yang selama ini dipakai untuk Guardian dan pasukan lainnya. Bahkan beberapa teknologi AI yang berbentuk robotic tersebut tampak terkejut.
Sebab, teriakan dari Zyrach benar-benar mengejutkan sekaligus seram. Gadis itu seakan ingin menelan siapa pun yang menghalangi langkahnya, termasuk robot pembersih debu yang datang secara tidak sopan. Membuat Zyrach langsung menyingkirkanya hingga jauh sekali.
Mendengar namanya yang dipanggil begitu ganas, akhirnya Grubby pun menyudahi kegiatannya yang tengah sibuk memainkan ponselnya sembari melakukan beberapa ronde pertandingan bersama teman onlibe lainnya.
Lelaki berwajah menggemaskan itu langsung keluar dari kamar bertepatan sekali dengan Zyrach hampir saja menerobos masuk ke dalam wilayah pribadi yang berisikan banyak benda memalukan jika dilihat.
“Ada apa, Zyrach? Kamu sangat menakutkan,” ucap Grubby menatap gadis itu benar-benar penuh.
“Cepat lacak di mana keberadaan Rafif!” titah Zyrach setengah berteriak.
“Bukankah sedang ada di kamarnya? Kita berdua baru saja selesai mencuci bersama tadi,” balas Grubby menggaruk kepalanya tidak gatal.
“Aku sudah mencarinya ke mana pun, tetapi tidak ada keberadaan Rafif. Jadi, aku ingin meminta tolong padamu. Karena aku curiga bahwa Rafif melarikan diri demi menangkap LUCA,” keluh Zyrach mengusap wajahnya kasar.
“Baiklah. Aku akan melacaknya,” putus Grubby mengangguk mantap.
Kemudian, lelaki berwajah menggemaskan tersebut dengan seorang gadis dengan raut wajah kekhawatiran tidak bisa disembunyikan itu pun mengikuti dari belakang menuju ke salah satu ruangan yang selama ini digunakan sebagai monitoring.
Sejenak Grubby tampak berkerut dalam menatap semua tampilan grafik dengan berbagai warna dan denyutan berbeda. Semua memiliki tampilan cukup rapi untuk melakukan pemindaian secara otomatis.
“Sudah ketemu!” seru Grubby tersenyum lebar, lalu mempersilakan cantik di sampingnya untuk duduk.
Grubby Osh Barasatya yang memliki kemampuan dalam meletas sistem sumber kekuatan bagi Rafif pun mendadak sangat panik. Sebab, lelaki itu mengetahui suasana hati Rafif dengan hanya beberapa kode melalui laptop miliknya. Tentu saja hal tersebut membuat Guardian mempercepat pengejaran.
Sesampainya di sana, Guardian hanya melihat Rafif tergeletak begitu saja tanpa anggota LUCA di sisi lelaki itu. Membuat Jarvis dan Zyrach langsung memastikan keadaan Rafif. Ternyata lelaki itu hanya menderita kerusakan pada sistem sarafnya akibat kelebihan tekanan pada emosinya sendiri.
Untung saja ketika diketahui oleh Zyrach, mereka semua langsung bergerak cepat. Sehingga Rafif masih dapat dipulihkan. Karena lelaki itu mengalami banyak serangan dari benda tumpul dan benda tajam.
Namun, Pimpinan Abd sampai hari ini tidak mengeluarkan Rafif dari kamarnya sama sekali. Membuat Beryl dan anggota Guardian lainnya merasa sangat iba, tetapi mereka tidak memiliki pilihan lain. Karena ini merupakan konsekuensi dari semua perbuatan yang dilakukan olah Rafif.
Selama beberapa hari mendapat kurungan dan hanya diberikan makan melalui lubang kecil, akhirnya hari ini Rafif pun keluar. Sorot matanya terlihat masih sangat tajam seakan lelaki itu sama sekali tidak ingin melupakannya.
Beryl, Grubby, dan Zyrach yang menunggu di ruang rapat pun langsung bangkit. Mereka bertiga menatap wajah kacau Rafif dengan berbagai pandangan, tetapi tidak dengan Pimpinan Abd yang terlihat kecewa.
“Maafkan saya, Pimpinan Abd. Tapi, semua yang terjadi sudah diperhitungkan oleh LUCA. Sehingga saya tidak bisa melakukan apa pun,” sesal Rafif menundukkan kepalanya penuh penyesalan.
“Mengapa kamu begitu gegabah, Rafif? Saya tahu kamu memiliki dendam pribadi, tetapi efek yang kamu lakukan benar-benar membuat seluruh Guardian hampir terkena imbasnya,” ucap Xavier melemparkan sebuah ipad di atas meja yang menampilkan sebuah berita cukup menggemarkan banyak situs internet.
Rafif yang melihat berita mengenai dirinya itu pun melebarkan mata terkejut. Kemudian, ia menoleh pada ketiga rekan kerjanya yang menatap penuh sendu.
“Aku sama sekali tidak menampakkan wajah, Pimpinan Abd,” seru Rafif membela diri.
“Kamu tidak akan buta kalau masih mengatakan tidak menampakkan wajah, Rafif. Semua sudah jelas! Sekarang banyak media yang berusaha mencari kamu ke sini,” balas Xavier meninggikan suaranya.
Mendengar hal tersebut, Rafif pun semakin panik membuat lelaki itu berkata, “Kalau mereka benar-benar datang ke sini. Maka, aku akan segera pergi.”
“Rafif!” seru Zyrach tidak terima.
Beryl yang merasa lalai dalam menjaga Rafif pun ikut berkata, “Kita berempat akan menghadapinya, Pimpinan Abd. Jangan khawatir.”
“Tidak bisa! Ini salahku, bukan salah kalian,” tolak Rafif menggeleng cepat.
Grubby mengangguk setuju. “Aku akan segera menahan semua postingan di internet.”
“Masalah ini tidak akan berlangsung lama, Pimpinan Abd. Aku yakin mereka sengaja membuat posting hal seperti itu untuk mengalihkan opini publik yang seakan menginginkan kejatuhan polisi,” sahut Zyrach tampak percaya diri.
Melihat seluruh rekan kerjanya begitu perhatian, akhirnya Rafif pun mengangguk sendu. “Aku akan menyelesaikan semuanya sendiri.
Semua orang yang mendengar perkataan itu pun langsung menoleh, tetapi sayang sekali Rafif sudah melenggang pergi begitu saja. Meninggalkan rasa penasaran dari Beryl, Grubby, dan Zyrach. Mereka semua tampak tidak yakin dengan ucapan Rafif.
Kemudian, satu per satu dari mereka pun membubarkan diri. Tentu saja Xavier langsung masuk ke dalam ruangan untuk memikirkan langkah lanjutan yang akan digunakan. Sebab, berita hangan ini tidak akan hilang dalam sejekap. Apalagi ada salah satu artikel berita yang membawa nama BIN dalam persembunyian Rafif.
Jelas saja banyak di luaran sana yang meminta penjelasan, termasuk Regina. Wanita itu cukup terkejut melihat berita Rafif hidup lagi dengan sifat yang berbeda. Bahkan dalam artikel tersebut mengatakan bahwa Rafif sudah bukan manusia lagi. sehingga wajib dikeluarkan dari tim kepolisian.
Kalau dipikir secara logika, mungkin hal seperti tidak akan terjadi. Sebab, manusia memang sudah menjadi hakikatnya alam untuk melakukan aktivitas normal. Akan tetapi, dalam artikel menyebutkan bahwa Rafif sama sekali tidak memiliki rasa sakit dan lelah yang seperti dirasakan oleh manusia normal.
Sehingga Regina yang membaca artikel tersebut antara percaya dan tidak percaya. Karena selama ini dirinya hanya mempercayai kebenasaran tertulis saja. Banyak opini yang dikeluarkan pun membuat Regina semakin merasa tidak benar.
Regina jelas senang melihat adiknya masih hidup, tetapi ketika mengetahui Rafif memiliki kekuatan super pun rasanya tidak masuk akal. Akhirnya, Regina yang merasa tidak ingin dibohongi itu pun mulai menghubungi seorang lelaki satu-satunya ia kenal, yaitu Lizian.