Setelah mengatakan hal tersebut, tiba-tiba segerombolan polisi datang membuat Rafif membalikkan tubuhnya terkejut. Dengan cepat semua 4 Guardian tersebut langsung bergegas pergi meninggalkan dermaga. Sebab, mobil patroli polisi benar-benar mendatangi dermaga yang kini nyaris menurunkan sebuah kotak berisikan banyak manusia hendak diperdagangkan.
Sontak semua pengikut LUCA yang berjuang melawan banyak polisi itu pun mulai kewalahan. Namun, lagi-lagi Theo dan Ethan kabur dengan sangat cepat. Bahkan ketika dilakukan pengejaran mereka berdua tidak bisa tertangkap dan menghilang seakan ditelan bumi.
Hal tersebut membuat Rafif diam-diam merasa kesal. Kemudian, Beryl pun langsung mengkode pada anggota timnya untuk segera kembali ke mobil. Sedangkan Rafif segera bergegas pergi dari sana sebelum ketahuan oleh polisi.
Tentu saja semua keadaan akan jauh lebih rumit ketika lelaki itu terkekspose. Sebab, Rafif akan mendapat masalah sekaligus pihak polisian akan melanjutkan pencarian yang telah menyembunyikan Rafif dengan amat sempurna.
Akhirnya, dengan menelan air liur kecewa, Guardian itu pun kembali dengan tangan kosong. Semua wajah mereka terlihat lesu membuat Pimpinan Abd tersenyum tipis memperhatikan dari balik layar komputer tersebut.
Sebagai ketua tim yang dipercayakan tanggung jawab itu pun memisahkan diri. Beryl hendak melaporkan semua situasi yang terjadi pada pimpinan Guardian. Karena semua rencana matang ini mendadak akibat seseorang telah menghubungi polisi tepat sebelum Guardian menyelesaikan rencananya untuk meringkus Theo beserta tangan kanannya yang ternyata paman dari Rafif.
Beryl terhenti sesaat di depan pintu ruangan milik pimpinannya, sebelum lelaki itu mengetuk singkat dan memutar handle pintu tersebut dengan mendorongnya pelan.
“Apa yang terjadi, Beryl?” tanya Xavier bangkit dari kursinya dan mengkode pada lelaki berwajah datar untuk duduk di sofa.
“Polisi mendadak datang di tempat kejadian, Pimpinan Abd. Entah siapa yang melakukannya, tapi ini terlihat sangat aneh,” jawab Beryl mengernyit tidak percaya. Seakan semua ini telah diatur oleh seseorang yang berada di belakang LUCA.
“Tebakanmu benar. Ada beberapa petinggi polisi yang mendapatkan laporan bahwa di dermaga terjadi transaksi illegal bernama human trafficking,” timpal Xavier mengembuskan napasnya panjang.
“Bagaimana bisa, Pimpinan Abd? Bukankah operasi kita dilakukan secara rahasia?” tanya Beryl menatap pemimpinnya terkejut.
“Ini yang aku takutkan ada beberapa oknum tidak bertanggung jawab melakukan banyak kecurangan di belakang kita. Atau memang mereka sudah menjaga secara diam-diam dan ketika melihat keanehan mereka langsung bergerak cepat,” jawab Xavier mengusap dagunya berpikir cukup dalam.
Lelaki paruh baya yang sudah memimpin BIN cukup lama itu pun sedikit terkecoh akibat permainan licin dari LUCA. Pantas saja sulit memberantaskan kejahatan, nyatanya polisi yang bertugas pun mulai disalahgunakan. Membuat batinnya sebagai penjaga negara mulai hilang respect.
“Menurutku, polisi yang datang tadi bukanlah berasal dari kepolisian metropolitan, melainkan dari polisi sektor dekat dermaga tersebut,” ucap Beryl mengingat logo mobil patrol polisi tersebut sedikit berbeda.
“Iya, LUCA memang sudah bergerak cepat dalam menggunakan relasinya demi menutup diri dari gugatan hukum,” jawab Xavier mengembuskan napasnya berat.
Semakin lama berbincang, tiba-tiba Beryl mengingat suatu kejadian yang sempat menimbulkan rasa cemas yang berlebihan.
“Pimpinan Abd, apakah benar kamu merekrut Rafif ke sini hanya untuk memberi tahu keberadaan pamannya?” tanya Beryl penasaran.
Xavier mengangguk singkat. “Aku memang baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu, tapi merekrut Rafif memang sudah masuk dalam daftarku. Hanya saja lagi mencari waktu yang pas untuk menyembunyikan keberadaannya.”
“Dia terlihat sangat marah saat menatap pamannya tadi,” ucap Beryl memberi tahu tentang semua ekspresi Rafif. Bahkan ia akui sedikit takut melihat kekesalan lelaki itu.
“Biarkan itu menjadi masalah pribadi Rafif. Asalnya dia masih bisa menjaga emosinya, maka akan tetap aku perintahkan dengan baik. Karena memiliki pengolahan emosi yang cukup stabil. Sehingga dia tidak akan termakan amarah saat otaknya masih bisa berpikir jernih,” balas Xavier mengembuskan napasnya panjang.
Sebenarnya tidak ada yang tahu hubungan Rafif dan Ethan masih dalam lingkup keluarga. Sebab, kasus tentang pembunuhan berantai di Keluarga Osm benar-benar masih menimbulkan banyak tanda tanya. Apalagi berita hilangnya anak laki-laki kecil berusia di bawah enam tahun itu cukup menggemarkan. Sehingga banyak orang menganggap bahwa Rafif telah tiada. Karena tidak mungkin hidup seorang diri di tengah kerasnya ibukota.
Berkat berita itulah Rafif bisa diselamatkan oleh Keluarga Owl dan berusaha menyembunyikannya dengan baik. Bahkan selama bersekolah, Rafif menggunakan nama marga Owl. Hanya ketika dirinya meneruskan jenjang perkuliahan baru mengganti marganya kembali dengan yang sudah diberikan oleh kedua orang tuanya sendiri.
Namun, ketidakmauan Rafif menggunakan marga Owl bukan berarti dirinya mendapatkan perlakuan tidak baik. Justru Keluarga Owl benar-benar memperlakukan dirinya begitu spesial. Seakan-akan ia menjadi adik kandung bagi Regina, dan gadis itu sama sekali tidak menganggap Rafif sebagai orang luar.
Jelas saja mendapatkan pola asuh sehat dan tidak pernah bertengkar itu pun mendidik Rafif menjadi seorang lelaki yang mampu menjaga keluarganya dengan baik. Bahkan ia tidak segan membantu dan menolong Regina dalam menghadapi teman sepekerjaannya yang selalu mendesak mencari pasangan.
Akan tetapi, selama mereka berdua bersaudara, Rafif sama sekali tidak menganggap Regina sebagai rasa kasih sayang terhadap sang kakak. Mereka berdua benar-benar tulus saling menyayangi. Sehingga sudah tidak canggung lagi ketika sedang melakukan banyak hal.
Rafif membanting tubuhnya di kasur sembari menatap langit-langit kamar asrama yang berwarna monoton, yaitu abu-abu. Bahkan hampir seluruh gedung ini sama sekali tidak mempunyai warna cerah, selain abu-abu gelap dan hitam.
Bayangan lelaki itu mengarah pada di mana dirinya hampir saja lepas kendali ketika melihat keberadaan Ethan. Ingin sekali Rafif langsung melayangkan pukulan untuk membalas semua penderitaan orang tuanya, tetapi ia masih harus menahan diri agar tidak menyeret semua teman sepekerjaannya.
Apalagi di luar sana Regina masih seorang diri dan hanya diawasi oleh Lizian. Membuat Rafif sangat mencemaskan wanita itu ketika dirinya melakukan pembalasan. Sebab, Theo pasti tidak akan segan-segan memberikan balasan lainnya pada Regina.
Tentu saja hal tersebut membuat Rafif yang memikirkannya langsung merasa emosi. Karena dirinya sudah menganggap wanita itu sebagai keluarganya sendiri. Walaupun tidak menutup kemungkinan marga yang berbeda, tetapi kasih sayang itu tetap tulus tanpa menginginkan apa pun.
Kemudian, Rafif bangkit dari rebahan diri menuju sebuah lemari membuat lelaki itu membukanya dan mengambil sebuah kotak berisikan beberapa foto keluarganya ketika ia masih sangat kecil. Benda tersebut selalu Rafif bawa ke mana pun.
Untung saja saat Keluarga Owl memutuskan pindah demi menyembunyikan Rafif, mereka menyempatkan diri mengambil beberapa album dan figura foto yang terpajang sempurna di kamar milik kedua orang tuanya. Tentu saja keadaan mereka sudah sangat mengenaskan membuat Rafif yang melihatnya langsung membeku di tempat, lelaki itu tidak meraung-raung seperti anak kecil kebanyakan. Ia terlihat dewasa sejak masih kecil dan itu membuat Keluarga Owl merasa sedikit kasihan.