Rafif pun lama kelamaan menjadi paham bahwa tempat yang sekarang menjadi persinggahannya itu pun seperti organisasi rahasia hasil kelolaan BIN. Mirip sekali sengan polisi, tetapi lebih menangani permasalahan yang tidak bisa ditangani oleh polisi seorang diri. Karena banyaknya polisi yang bermain belakang dengan para penjahat, lalu mengubah kesalahan menjadi sumber pendapatan.
Memang suatu kebanggaan menjadi salah satu bagian dari Guardian yang menjaga keseimbangan antara kejahatan dan kebaikan di Kota Jakarta. Membuat Rafif sedikit bersyukur, tetapi ia kembali dibuat bingung dengan perubahan beberapa bentuk tubuhnya yang menjadi lebih kuat. Salah satunya ia mampu menggerakkan apa pun yang sulit hanya dengan kedua tangannya sendiri.
Kemudian, ia menerima kenyataan lagi bahwa dirinya tidak boleh menghubungi siapa pun, termasuk keluarganya sendiri. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Dan membiarkan Regina tetap pada prasangkanya yang menganggap bahwa sang adik telah tiada.
Semasa menjadi bagian dari Guardian, Rafif beberapa kali mendapat banyak pelatihan fisik, kekuatan, dan ketangkasannya dalam melakukan hal apa pun. Bahkan ia dilatih kembali menjadi seorang yang kuat daripada sebelumnya. Mengingat Guardian tidak hanya menangani keadilan, bahkan ada beberap kasus yang haru diselesaikan.
Hingga suatu ketika Guardian mendapatkan salah satu pekerjaan di mana mereka harus segera menangkap sekomplotan LUCA yang melakukan perdagangan manusia dekat dermaga. Tentu saja Rafif yang menjadi satu-satunya anggota mengenal mereka langsung melesat ke sana.
Berangkat ke dermaga bukanlah hal yang menjadi masalah. Karena sebelumnya, lelaki itu pernah ke sana ketika mengikuti Veera. Sehingga tidak membutuhkan penyelidikan melalui rute yang akan diambil oleh komplotan LUCA. Karena Rafif sudah mengetahuinya lebih dulu.
Kini Guardian telah siap dengan pakaian serba hitam lengkap dengan masker wajahnya yang menutup sebagian agar tidak terekspos pada umum. Sebab, menjaga identitas sudah menjadi kewajiban mereka membuat tidak ada yang perlu dicemaskan.
“Grubby, Rafif, dan Zyrach. Ingat, kalian bertiga berpencar di sisi dermaga dan tetap mengawasi sekaligus berkomunikasi untuk melaporkan semua gerak-gerik yang terjadi. Karena kapal akan tiba pukul 5.10 PM. Sehingga kita masih memiliki waktu sekitar satu jam untuk sampai di lokasi,” ucap Beryl menatap satu per satu anggota Guardian dengan serius.
“Baik, aku akan langsung menerbangkan drone ketika berada di sana untuk mengawasi perjalanan Rafif,” jawab Grubby mengangguk mantap sembari menggendong tas punggung lumayan besar.
“Aku akan mengemudikan mobil sekiranya mengalihkan perhatian beberapa anggota LUCA yang datang secara mendadak,” jawab Zyrach melipat kedua tangannya di depan da*da.
Beryl menatap Rafif yang belum mengatakan apa pun. Pandangan lelaki itu terlihat kosong membuat Zyrach langsung menyenggolnya agar kembali fokus.
“Aku akan maju ketika para korban telah mendarat dengan selamat,” jawab Rafif agak ragu membuat pemandangan bingung tampak dilemparkan oleh Grubby pada Zyrach yang berada di samping Rafif.
Namun, gadis cantik berpakaian serba hitam yang dipadukan dengan jaket kulit berwarna senada itu pun menggeleng pelan. Zyrach tidak tahu-menahu tentang ketidakfokusan Rafif.
Setelah itu, Guardian pun langsung mengemudikan mobil masing-masing dengan Beryl berangkat bersama Grubby dan Zyrach. Sedangkan Rafif menggunakan motor yang sudah dimodifikasi khusus mengingat kemampuan lelaki itu cukup gesit. Sehingga memerlukan kendaraan yang mampu membuat dirinya bergerak bebas.
Melalui jalur yang berbeda, Rafif menghentikan motornya dekat peti kemas tdai terpakai berwarna merah. Lelaki berjaket kulit dengan sepatu bot berwarna hitam itu pun melepaskan helmet dan meletakkan di spion motor yang kini menjadi milik dirinya secara utuh.
Lelaki tampan bermasker hitam yang cukup menawan itu pun melangkah dengan santai menuju sekumpulan mobil mewah berwarna putih dan hitam. Masing-masing dari pengawa LUCA tampak berjaga menatap sekeliling dermaga dengan tatapan datar.
Membuat Rafif langsung bersembunyi di balik peti kemas yang kosong. Hampir saja dirinya ketahuan kalau tidak cepat-cepat membalikkan tubuh dan merapatkan diri. Lelaki itu terlihat mengenakan earpiece sembari menunggu kedatangan tim lainnya.
“Bagaimana situasi di dermaga?” tanya Beryl terdengar dalam. Suara yang benar-benar dikatakan oleh banyak gadis sebagai suara jantan.
“Banyak sekali penjaga LUCA, tapi tanda-tanda kedatangan kapal pengangkut belum terlihat,” jawab Rafif setengah berbisik.
Namun, siapa sangka tiba-tiba mobil sedan mewah lainnya memasuki dermaga membuat Rafif melakukan teknik berguling menghindari dirinya ketahuan oleh lelaki yang paling dihormati itu datang secara perlahan.
“Apakah Pimpinan Vald sudah datang?” tanya Zyrach dengan suara halusnya membuat Rafif tanpa sadar tersenyum geli.
Tentu saja lelaki itu menjadi tidak fokus jika Zyrach yang kembali berbicara. Sebab, dirinya benar-benar merasa seperti sedang melakukan sebuah panggilan bersama kekasihnya sendiri.
“Sepertinya belum, tapi aku hampir saja ketahuan kalau tidak cepat-cepat bersembunyi,” jawab Rafif menepuk pakaiannya yang terlihat kotor akibat berguling tadi.
“Hati-hati, Rafif. Jangan sampai kamu ketahuan!” sahut Grubby sedikit panik.
Rafif tertawa pelan. “Tenang saja. Kalau memang aku tertangkap, maka kalian harus segera pergi. Biarkan aku ditangkap seorang diri.”
“Baiklah, kami sudah sampai di dermaga,” ucap Zyrach tepat menarik rem tangan tersebut membuat anggoota Guardian lainnya turun.
Tanpa pikir panjang, Grubby langsung membuka bagasi belakang mobil untuk merakit sebuah alat yang sudah dirinya buat selama beberapa hari. Sedangkan Beryl terlihat mengawasi sekitar, sebelum dirinya benar-benar pergi meninggalkan keduanya.
Zyrach yang mendapat tugas mengawasi mobil pun hanya diam di dalam sembari mengamati semua pergerakan dari Grubby. Lelaki berwajah menggemaskan yang tidak disangka memiliki otot perut begitu dalam nan memesona.
Setelah dirasa alatnya siap, Grubby pun langsung mengoperasikannya menggunakan remote control dan mulai mengarahkannya pada posisi Rafif. Tentu saja ia harus mengelilingi hampir seluruh peti kemas yang berada di dermaga.
“Zyrach, aku pergi dulu,” pamit Grubby menoleh singkat pada seorang gadis cantik yang masih berada di dalam mobil.
Sepeninggalnya semua rekan Guardian yang mulai menjalankan satu per satu pekerjannya. Kini hanya tinggal Zyrach berada di dalam mobil sembari menunggu kedatangan tiga lelaki yang sedang berjuang mempertahankan keadilan.
Dari ketiga lelaki yang bertugas, mereka memang akan bertemu di tempat yang telah dikatakan oleh Rafif. Namun, sampai sekarang lelaki itu belum merespon panggilan siapa pun membuat Grubby semakin bergegas mencari keberadaan lelaki itu. Karena hari semakin gelap membuat drone miliknya akan kesulitan, karena tidak memiliki pencahayaan. Sebab, hal tersebut jelas akan mengundang musuh yang melihatnya.
Sementara itu, di sisi lain Rafif tengah terpaku pada seorang lelaki yang tidak asing di wajahnya. Membuat lelaki itu tanpa sadar mengengepalkan tangannya kuat hingga matanya memerah menahan gejolak emosi yang bergemuruh di dadanya.