Mobil yang dikendarai oleh para pengikut organisasi gelap LUCA pun melaju secara ugal-ugalan di jalan raya membuat beberapa pengendara tampak mengumpat tidak terima. Namun, hal tersebut nyatanya tidak membuat lajuan mobil tersebut melambat.
Sampai tiba-tiba ada mobil kontainer dari arah lain melaju dengan begitu cepat membuat pengikut organisasi gelap LUCA itu pun tidak siap dan membanting stir ke arah lain. Akan tetapi, sayang sekali gerakan tersebut kalah cepat dengan mobil berpengangkut peti kemas menghantam begitu keras sampai mobil terpelanting beberapa kali.
Sementara itu, di sisi lain Theo tengah tercengang setelah mendengarkan penuturan anak buahnya yang mengatakan bahwa mobil dikendarai Rafif kecelakaan parah sampai tidak ada satu orang pun bisa diselamatkan.
Hal tersebut membuat Theo langsung mencengkram keras ponselnya dan membantingnya begitu saja di lantai. Menimbulkan suara begitu keras sampai Ethan menoleh terkejut, lalu kembali membincangkan sesuatu bersama Professor Rowinski.
“Ethan, cepat pindahkan seluruh isi LAB di sini ke bawah gedung kosong tak terpakai yang sudah kita persiapkan. Dan ingat, jangan melupakan barang apa pun yang ada di sini. Kalau sampai ada yang sengaja meninggalkan, maka jangan salahkan kalian sendiri menanggung akibatnya!” titah Theo berteriak kesal membuat semua asisten professor yang mendengar hal tersebut langsung bergegas memasukkan semua barang ke dalam sebuah box.
Sedangkan Ethan yang mendapat perintah itu pun langsung bergerak cepat meninggalkan bosnya. Ia akan melakukan apa pun demi tercapainya semua keingan Theo selama ini. Tidak menutup kemungkinan dirinya akan melakukan sesuatu tidak terduga.
Dalam sekejap, semua barang-barang yang memenuhi LAB itu pun sudah terkumpul di dalam mobil truck berwarna putih pengangkut limbah medis. Sangat diperhitungkan sekali mereka melakukan hal tersebut membuat semuanya sama sekali tidak terlihat.
“Bos Vald, semuanya sudah siap!” kata Ethan memberikan laporan, termasuk mengawasi setiap ruangan agar terlihat bersih seakan tidak terjadi apa pun.
“Cepat pindahkan semuanya ke gedung kosong itu dan tutup akses jalan masuk!” balas Theo memijat pangkal hidungnya lelah.
Mendengar hal tersebut, Ethan pun langsung mengangguk singkat. Kemudian, lelaki itu langsung menggerakkan tangan memberikan kode untuk semua pengurus LAB agar segera bergegas menuju tujuan yang telah ditentukan.
Setelah itu, Ethan pun mendekati bosnya yang tengah sibuk menenangkan pikiran agar tidak terlalu tertekan. Apalagi lelaki itu baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya dan sudah terkena masalah seperti ini. Jelas batinnya sangat tertekan.
“Bos, semua pengurus sudah bergerak menuju gedung terbengkalai. Sekarang apa lagi yang ingin dilakukan?” tanya Ethan menghadang Theo hendak melenggang ke arah lain.
Theo melirik sesaat pada kaki-tangan yang selama ini sudah mengikuti dirinya sejak lama. Bahkan bisa dikatakan lelaki itu menghalalkan segala cara untuk membuktikan kesetiaannya. Kalau dipikir, lelaki itu sudah banyak berkoran sehingga dirinya bisa dikatakan begitu mempercayakan Ethan melebihi siapa pun.
Begitu pun Ethan mempercayakan Theo melebihi apa pun. Meski lelaki itu sama sekali tidak menyadari bahwa kesuksesannya sekarang ada sebuah bencana yang menunggu. Membuat Ethan harus hidup di bawah bayang-bayang mimpi buruk akibat keponakannya menghilang tanpa jejak.
“Hubungi Vesenia untuk segera bergegas melakukan penerbangan menuju Skotlandia,” ucap Theo setengah berbisik menandakan lelaki itu benar-benar merasa tertekan luar biasa. Membuat keputusan lari ke luar negeri menjadi satu-satunya jalan ketika tidak mempunyai pilihan lain.
Mendengar hal tersebut, Ethan langsung mengetikkan sesuatu di ponsel miliknya untuk segera menghubungi seorang wanita yang selama ini sudah menjadi tunangan bos dan hampir saja mereka berdua menikah.
Namun, sayang sekali rencana itu harus gagal akibat orang tua Vesenia meninggal dunia akibat pembunuhan yang terjadi Italia. Sebab, kedua orang tuanya terlibat perseteruan dengan salah satu mafia terbesar di sana. Sehingga nyawanya tidak bisa lagi diselamatkan membuat Vesenia ditinggal seorang diri dan hanya Theo yang menemani selama ini.
“Cepat bereskan semua barangmu! Ini perintah dari Bos Vald,” ucap Ethan to the point.
Terdengar embusan napas kesal, lalu Vesenia pun membalas, “Apa yang terjadi lagi sekarang? Aku sedang melakukan spa.”
“Bos Vald lima belas menit lagi akan sampai, jadi cepatlah!” pungkas Ethan tanpa mengatakan apa pun lagi, lelaki itu langsung memutuskan sambungan panggilannya.
Sementara itu, Vesenia menggerutu kesal menatap ponselnya yang sudah tidak lagi menampilkan nomor menyebalkan tidak sopan. Kalau tidak mengingat bahwa Ethan kepercayaan Theo, mungkin Vesenia akan meminta tunangannya untuk memecat lelaki tersebut.
Akan tetapi, hal tersebut jelas akan merugikan Theo yang selama ini berbisnis berkat bantuan lelaki itu. sehingga tidak ada pilihan lain bagi Vesenia, selain menahan dirinya untuk tidak terlalu kesal pada Ethan.
“Nona Ovt, apakah masih ingin melanjutkan pemijatannya?” tanya seorang pelayan wanita berpakaian rapi.
Vesenia menoleh, lalu menjawab, “Tidak perlu. Cepat berikan semua pakaianku.”
Pelayan wanita tadi langsung memberikan sepasang gaun mewah lengkap dengan semua barang keperluannya. Membuat Vesenia langsung bergegas keluar dari ruangan spa yang sejak beberapa jam tadi menjadi tempat tidur santainya.
Tidak sampai menunggu lama, kini penampilan Vesenia jauh lebih baik daripada tadi membuat wanita itu langsung melenggang keluar dari tempat pemijatan sekaligus spa yang menjadi langganannya setiap bulan.
Wanita itu kembali mengendarai mobilnya menuju kediaman yang selama ini menjadi markas LUCA dan dirinya bersama Theo. Dapat dikatakan Vesenia begitu dimanjakan oleh lelaki itu sampai ia lupa bahwa tunangannya adalah penjahat terbesar yang merugikan banyak orang.
Selama diperjalanan menuju kediaman, Vesenia tanpa sengaja melihat kerumunan orang dan beberapa polisi memadati jalanan membuat wanita itu menghentikan mobilnya sejenak. Kemudian, menatap kerumunan tersebut dengan ekspresi penasaran.
Kebetulan sekali seorang pejalanan kaki melintas di sampingnya membuat wanita itu langsung menurunkan kaca mobilnya, lalu bertanya, “Permisi, Bibi, ada apa di sana, ya? Mengapa banyak sekali posis?”
Wanita paruh baya itu menoleh, dan mengernyit bingung melihat wajah Vesenia yang terlalu cantik untuk ukuran orang lokal. “Di depan sana ada kecelakaan besar, Nona. Banyak yang bilang kalau penumpangnya remuk sehingga tidak bisa diidentifikasi oleh polisi. Jadi, untuk sementara waktu jalanan itu tidak bisa dilintasi. Nona kalau mau lewat, lebih baik mencari jalan lain.”
Vesenia terdiam sesaat, lalu kembali menatap kerumunan itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Namun, wanita itu langsung mengucapkan terima kasih pada wanita paruh baya yang sudah memberikan banyak penjelasan. Setelahnya, Vesenia kembali melanjutkan perjalanan dan bergegas menuju bandara yang telah disampaikan melalui pesan singkat.
Entah kenapa ia merasa sedikit janggal terhadap kecelakaan tadi. Tidak biasanya kecelakaan sampai separah itu membuat ia merasa sesuatu telah terjadi. Akan tetapi, ia tidak bisa menebaknya, selain tetap bersikap waspada sesuai dengan perintah Ethan. Semua ini demi Theo dan pekerjaannya.