“Kita berdua perlu bicara.”
Sejenak Hafa dan Lizian menatap ke arah Rafif dengan pandangan menerka-nerka. Tidak ada yang berani ikut campur permasalahan Rafif bersama Jarvis ketika ekspresi keduanya tampak tidak enak. Terlebih Rafif, seakan menahan sesuatu.
“Uhm … kalau begitu, kita berdua langsung ke mobil?” tanya Hafa dengan menatap persetujuan.
Rafif menggeleng singkat, lalu menjawab, “Kalian berdua langsung ke kantor polisi aja, biar gue nyusul ke sana.”
“Yakin, Raf?” Lizian tampak sedikit ragu.
“Iya, tenang aja.” Rafif tersenyum tipis sembari menepuk pundak sahabatnya singkat. “Udah sana! Gue masih ada urusan di sini sebentar.”
Dengan mengembuskan napasnya singkat, akhirnya Hafa dan Lizian pun melenggang pergi. Mereka berdua sesekali menghadap ke belakang melihat Rafif dan Jarvi