Sesampainya di Sanatorium, Rafif dan Regina pun beranjak turun. Keduanya disambut hangat oleh seorang dokter dan dua perawat yang berdiri tepat di samping Moneta.
Wanita paruh baya itu tampak tersenyum lebar melihat kedatangan dua anaknya, kemudian melangkah menghampiri keduanya dengan senyuman masih terpatri.
Dengan sambutan hangat, Rafif dan Regina pun bersamaan memeluk tubuh Moneta yang terasa sangat nyaman. Tanpa sadar ketiganya merasa bersyukur bisa berkumpul lagi seperti dulu, terlebih Rafif dan Regina berusaha meluangkan waktu untuk menyambut kedatangan sang ibu.
“Ibu, gimana perasaannya?” tanya Regina menatap wanita paruh baya itu dengan tersenyum senang.
“Sangat lega,” jawab Moneta tersenyum hangat dan menatap ke arah Rafif dengan sendu. “Ibu lega kalian berdua bisa datang ke