Sudah beberapa menit berlalu, tetapi tidak ada yang membuka percakapan sama sekali. Jarvis dan Zyrach tampak duduk saling berdampingan di taman dekat rumah keduanya.
Memang tepat mereka kembali bersama dengan suasana hati cukup kacau, Jarvis memberhentikan mobilnya di dekat taman. Lelaki itu beranjak turun membuat Zyrach mau tidak mau mengikuti sang kakak.
Sampai keduanya memutuskan untuk duduk di kursi taman yang terlihat kosong. Karena beberapa di antaranya tampak diisi oleh orang tua maupun baby sitter yang kebetulan menjaga anak majikan mereka.
Di saat yang bersamaan pula terlintas pedagang es krim keliling membuat Jarvis mengetahui sang adik menyukainya pun langsung membelikan dua jenis rasa berbeda. Satu untuk dirinya, dan begitupun untuk sisanya.
“Bang, sebenarnya apa yang mau l