Pengobatan yang dilakukan Lizian pun tidak berlangsung lama, lelaki itu diperbolehkan untuk bekerja kembali dan dinyatakan sembuh total. Segala kemungkinan yang akan terjadi memang sudah dipastikan tidak akan membuat lelaki itu sulit dalam menjalankan pekerjaannya.
Kini Lizian tengah bersama Rafif mendudukkan diri di taman rumah sakit. Kedua lelaki tampan itu tampak menatap sekeliling yang dipenuhi banyak pasien, sekedar berjalan-jalan ataupun bercengkrama dengan keluarganya.
“Gimana perasaan lo, Zian?” tanya Rafif dengan tetap memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket berwarna biru-putih ala baseball.
“Lumayan,” jawab Lizian mengangguk singkat. “Gue ngerasa seperti anak bayi baru keluar dari perut. Entah kenapa semuanya ringan, Raf.”
“Iya, gue juga percaya kalau semuanya kerasa r