Selesai makan siang dengan sang kekasih, Regina pun memutuskan untuk kembali ke kantor. Wanita cantik yang tengah bercengkarma sembari bergandengan tangan itu pun tampak sangat bahagia, walaupun wajah Jarvis terlihat datar. Sebab, lelaki itu memang selalu memasang wajah datar, meski terkadang mendapat banyak omelan dari kekasihnya.
“Mas, nanti kamu mau ketemu sama ibu, ‘kan?” tanya Regina menghentikan langkah kakinya ketika sampai di depan gedung kantor Valder Logistic.
“Iya, nanti. Sekarang aku harus mempersiapkan diri dulu,” jawab Jarvis mengangguk pelan sembari tersenyum tipis.
“Tenang aja, ibu pasti suka sama kamu. Karena selama ini memang ibu selalu nyuruh aku buat dikenalin.” Regina memeluk leher sang kekasih yang jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya.
Sedangkan Jarvis terlihat