Awalnya pabrik memang terlihat sangat sepi, tetapi siapa sangka kalau ternyata mereka sudah dikepung oleh banyak pengawal LUCA. Mereka tampak memiliki banyak senjata di tubuhnya membuat seluruh pasukan polisi SWAT, termasuk Lizian pun sudah berada di tengah-tengah.
Lizian mengembuskan napasnya panjang. Ia sama sekali tidak menyangka akan bertemu Kaysan di tempat seperti ini. Meskipun mereka jarang bekerja sama, tetapi sering kali bertemu ketika sedang melakukan upacara kehormatan. Sedikit banyak keduanya pernah berbincang.
“Tunggu apa lagi, Zian? Bukankah kamu sudah mengetahui situasi seperti ini lebih baik mengalah?” sindir Kaysan tersenyum miring melihat wajah putus asa dari lelaki di hadapannya.
Sesaat tidak ada yang bereaksi apa pun sampai Lizian menaruh senjatanya secara perlahan t