“Anakku, Afif, bagaimana kamu bisa datang ke sini?”
Suara penuh kelembutan dari seorang wanita yang sangat merindukan anaknya membuat Rafif tersenyum senang dan merentangkan tangannya menyambut dengan hangat tubuh kurus Moneta yang sudah mendapatkan banyak pengobatan selama kepergian sang ayah.
“Ibu, Afif datang lagi. Bagaimana keadaan, Ibu?” tanya Rafif mengendurkan pelukannya sembari menatap penuh kasih sayang kepada satu-satunya orang tua yang tersisa selama ini.
Moneta mengusap wajah Rafif dengan lembut. Sudah lama sekali memang wanita itu tidak melihat anak asuhnya yang diambil ketika kedua orang tua kandung mengalami kejadian tidak terduga sama sekali.
“Ibu baik-baik saja,” jawab Moneta tidak bisa menghilangkan nada penuh kebahagiaan.
“Kalau begitu, kita pulang ya, Bu. Hari ini