Selesai makan siang, Ethan yang baru saja kembali dari lab pun memutuskan untuk berdiam diri di dalam ruangan. Lelaki itu tampak seorang diri tanpa kehadiran Kaysan yang biasa menemaninya.
Namun, beberapa saat hendak memejamkan mata tiba-tiba pintu ruangan diketuk pelan dan memperlihatkan kedatangan seorang lelaki bergegas menghampiri sang bos.
Tentu saja Ethan langsung mengerutkan keningnya penasaran melihat Kaysan seperti dikejar oleh sesuatu. Bahkan ketika masuk ruangan, lelaki itu benar-benar cepat. Sampai pergerakannya terlihat tak kasatmata.
“Tuan Osm, ada yang perlu saya sampaikan!” cetus Kaysan mengangkat wajahnya secara perlahan menatap seorang lelaki di hadapannya.
Ethan mengangguk singkat, lalu mengkode dengan mengangkat daginya seakan menunjuk Kaysan untuk segera berbicara.